CARA MENJADI STRATEGIC LEADER

 STRATEGY WITHOUT EXECUTION IS HALLUCINATION - Thomas Alva Edison


Langkah Kunci Menyemai Strategic Leader, Mempupuk Impact Maker

1. Baca Dinamika

    a. Mengumpulkan Informasi

    b. Interpretasi Informasi

2. Selaraskan Arah

    a. Aspiratif

    b. Jelas

    c. Relevan

    d. Terkomunikasikan

        d.1 Awal Periode/Penetapan Strategi

        d.2 Perubahan Konteks/Arah Organisasi

        d.3 Rapat Rutin/Cycle Review

        d.4 Sebelum Keputusan Besar/Inisiatif Strategis

        d.5 Momen Evaluasi dan Refleksi

        d.6 Komunikasi Ad Hoc/Situasional

3. Formulasikan Strategi

            

NOT ALIGN & HIGH VALUE

Tugas yang penting tapi tidak langsung mendukung visi.

Bisa di outsourcing atau di delegasikan.

ALIGN & HIGH VALUE

Tugas yang langsung mendukung visi perusahaan dan sangat berharga. Harus menjadi prioritas utama.

NOT ALIGN & LOW VALUE

Tugas yang tidak relevan dan tidak mendukung visi. Harus diminimalkan atau dihindari.

ALIGN & LOW VALUE

Tugas yang penting tapi tidak memberi dampak besar. Bisa didelegasikan atau di outsourcing.

4. Wujudkan Aksi Kolektif

  • Partners: Siapa saja stakeholder yang perlu terlibat dalam menjalankan aksi strategis?
  • Connections: Bagaimana Anda akan menjalin kerjasama dan interaksi dengan stakeholder?
  • Contributions: Apa bentuk kontribusi yang akan Anda butuhkan dan dapatkan dari masing-masing stakeholder?
  • Leverage: Apa yang akan dilakukan untuk menguatkan aksi kolektif?

5. Kembangkan Kapasitas

Ada tiga pendekatan pembelajaran dalam pengembangan kapasitas kolektif tim

    a. Adaptive Learning : Belajar dari Pengalaman

    b. Anticipatory Learning : Belajar dari Masa Depan

    c. Action Learning : Belajar Sambil Bertindak

Tujuh hambatan belajar :

1. I am my position (melihat peran sebatas tugas dan tanggung jawab formal)

2. The enemy is out there (sering menyalahkan pihak luar)

3. The illusion of taking charge (bertindak cepat dan agresif)

4. The fixation on events (terlalu fokus pada masalah jangka pendek)

5. The parable of the boiled frog (gagal mengenali perubahan)

6. The delusion of learning from experience (mirip nomor 4)

7. The myth of the management team (berpura-pura sepakat)







Comments

Popular posts from this blog

6 Langkah menjadi Pribadi Unggul, Tangguh, Memikat, Berpengaruh

TRADITIONAL MANAGER vs MODERN MANAGER

LANGKAH 4 : BENTUK SIKAP YANG MENYENANGKAN