6 Langkah menjadi Pribadi Unggul, Tangguh, Memikat, Berpengaruh
LANGKAH 1 : KETAHUI KEPRIBADIAN ANDA
KENALI KEPRIBADIAN ANDA
Kepribadian adalah bentuk dari seluruh perilaku manusia. Ia tercermin dari cara berpikir, kebiasaan, penampilan dan perilaku-perilaku. Kepribadian seseorang menunjukkan kepada orang lain bagaimana dia sebenarnya.
Akal memungkinkan manusia untuk membentuk pemahaman-pemahaman tentang nilai, status hukum dan penyikapan terhadap suatu pemikiran atau fakta. Akal bisa menemukan pemahaman mengenai standar yang digunakan untuk membedakan mana suatu yang terpuji dan mana yang tercela, mana yang pantas untuk diterima dan mana yang harus ditolak, mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk, dan lain sebagainya.
Dengan pemahaman seputar nilai atau hukum terhadap suatu fakta itulah manusia akan menentukan kecenderungan mengenai bagaimana perilakunya. Kecenderungan adalah hasil peleburan antara dorongan-dorongan yang muncul dari potensi kebutuhan dengan pemahaman-pemahaman manusia mengenai status hukum dari alternatif-alternatif perbuatan yang ada.
Jika seorang manusia memiliki pemahaman bahwa suatu perbuatan itu positif dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, maka akan tumbuh kecenderungan berupa rasa suka dan ingin mengamalkan perbuatan yang ida pahami itu. Dia akan memenuhi kebutuhannya dengan perbuatan itu. Akan tetapi, jika sesuatu diidentifikasi sebagai perbuatan buruk atau tercela, maka dia akan membenci hal tersebut. Jadi, kecenderungan bisa membentuk kecintaan dan kebencian terhadap suatu fakta atau pemikiran tertentu.
Dari kecenderungan itulah, kepribadian seseorang muncul dan menguat dengan kebiasaan yang dilakukannya. Dalam hal ini, kita mengenal kepribadian positif dan kepribadian negatif. Kedua jenis kepribadian ini akan selalu ada dalam diri manusia, tetapi kepribadian mana yang menonjol itulah yang akan dinilai oleh orang lain.
Lalu, bagaimanakah kepribadian kita?
Jika saat ini kita belum mengenali kepribadian kita, maka kita harus melihat kembali apa yang kita pikirkan, apa yang melekat pada tubuh kita dan apa yang kita kerjakan. Dari introspeksi tersebut kita akan mengetahui kepribadian kita apakah positif atau negatif. Jika ternyata kita memiliki kecenderungan pribadi yang positif, maka kita tinggal mengembangkannya. Namun, jika kita menemukan kecenderungan kepribadian kita sebagai negatif, kita harus membangun kepribadian positif dari awal.
Pada dasarnya, orang yang memiliki kepribadian negatif masih punya sisi positif. Jika sisi positif itu dikelola dan dikembangkan maka ia akan dengan mudah menyingkirkan sedikit demi sedikit kepribadian negatif yang ada pada dirinya. Namun, jika orang itu tidak mau melihat potensi positif sebagai harapan untuk menjadi lebih baik, maka ia akan semakin tenggelam dalam kepribadian yang negatif.
Mengenali kepribadian bukan untuk menjadi kebanggaan jika ternyata kita memiliki kepribadian yang positif. Jika kebanggaan itu tidak terkelola dengan baik, maka kita akan mudah terjerumus dalam kesombongan. Kesombongan ini bisa jadi akan menjadi racun yang dapat menghancurkan kepribadian positif kita.
Fenomena seperti ini jamak terjadi. Di tengah masyarakat, mungkin kita melihat orang yang gemar sekali bersedekah. Dia sangat rajin dalam urusan berbagi dengan orang lain. Dalam kaitan kepribadian, apa yang dilakukannya itu tentu saja tidak bisa kita bilang sebagai perilaku negatif. Akan tetapi, perilaku positif itu dihancurkan oleh rasa kebanggaan yang berlebihan terhadap kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Pada akhirnya, dia merasa paling baik daripada orang lain. Ketika dia merasa paling baik daripada orang lain, kemudian muncul dalam dirinya untuk memjustifikasi orang lain lebih buruk daripada dirinya.
Alih-alih membangun orang lain untuk berbuat baik seperti dirinya, dia malah mendiskreditkan orang lain sehingga keluar kata-kata cemoohan dan lain sebagainya. Dari situlah masalah akan muncul, yakni kepribadian yang dilihat orang lain bukan kepribadian positif tetapi kepribadian negatif.
Jika dia mengendalikan rasa bangga dan merendahkan hati maka kepribadian positiflah yang akan dapat dilihat oleh orang lain. Dengan begitu, orang lain akan mudah merasakan kepribadian unggul, tangguh, berpengaruh dan memikat dari orang itu.
Dari kasus tersebut, kita dapat mengevaluasi diri kita apa saja yang kita lakukan. Apakah hal positif lebih mendominasi ataukah hal negatif yang lebih menguasai? Kita juga bisa merinci apa saja perilaku positif kita dan apa saja perilaku negatif kita. Ketika kita sudah menemukan detail klasifikasi perilaku-perilaku kita, kita tinggal memperbaiki yang kurang dan mengganti yang buruk.
Jika kita dapat melakukan perbaikan terhadap perilaku-perilaku kita, orang akan dengan cepat melihat bahwa kita memiliki kepribadian yang positif. Namun, sesungguhnya memperbaiki diri itu bukan persoalan mudah. Keburukan yang sudah terlanjur menjadi kebiasaan tidak akan rela kita buang dari diri kita. Akan ada cerita perjuangan yang sangat berat ketika kita memperbaiki kepribadian kita. Komitmen dan konsistensi kita akan menunjukkan bahwa kita bukan hanya memiliki kepribadian yang positif tetapi juga kepribadian unggul yang mampu mempengaruhi dan memikat mitra bisnis, pasangan hidup dan bahkan lawan kita.
IDENTIFIKASIKAN DIRI
Jika kita belum mengetahui bagaimana kepribadian kita, maka kita harus mengidentifikasinya agar kita menemukan siapa diri kita sebenarnya. Kita harus bisa menentukan apakah hal ini atau hal itu ada dalam diri kita. Tujuannya adalah ketika kita ingin menjadi pribadi yang unggul, tangguh, berpengaruh dan memikat, kita harus menumbuhkan dan mengembangkannya.
Jika apa yang dirinci dalam bagian ini belum ada dalam diri kita, maka kita patut membangun diri dari awal agar memiliki kepribadian yang unggul dan tangguh. Berikut ini hal-hal apa saja yang harus kita miliki dalam diri kita.
1. PERILAKU SEJALAN DENGAN TUJUAN
Tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik kita. Sebagai jalan yang ingin kita lalui dalam hidup ini, etika menjadi jalan yang memberikan makna dan arti hidup kita. Perilaku yang tidak sejalan dengan tujuan dapat menyebabkan perwujudan yang berbeda dari niat. Oleh sebab itu, kita harus selalu selaraskan perilaku kita dengan tujuan kita.
2. PERILAKU YANG BISA DIBANGGAKAN
Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik dan positif. Kepercayaan diri merupakan rasa bangga yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat kita harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik.
Dengan sikap yang etik maka akan muncul kebiasaan atau perilaku yang bisa dibanggakan. Dengan demikian, kepercayaan diri meningkat dan kita dapat melakukan hal-hal positif yang bermanfaat.
3. SABAR DAN PENUH KEYAKINAN
Kesabaran akan menolong kita untuk bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. Kesabaran juga menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.
Sifat sabar dan perilaku sabar yang didukung dengan keyakinan akan membuahkan citra diri yang dapat diacungi jempol. Sifat dan sikap seperti itu selalu mendatangkan respons positif dari orang lain sehingga kita menjadi pribadi yang unggul, tangguh dan memikat.
4. TEGUH PENDIRIAN
Berperilaku secara etik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pribadi yang berpengaruh dan memikat itu memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.
Cita-cita adalah harapan yang dibangun melalui proses yang diperjuangkan. Keteguhan menjalani proses itu yang akan membuat seseorang menjadi lebih karismatik dan mampu mempengaruhi dan memikat orang lain.
5. KONSISTEN
Kita harus menjaga perspektif. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal yang lebih jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. Dengan melihat kenyataan tersebut, kita akan dapat mengerti dan memahami bahwa konsisten pada hal-hal yang baik akan menciptakan situasi yang membahagiakan.
Identifikasi yang telah kita lakukan akan menjadi jalan bagi kita untuk menentukan seberapa baik diri kita. Kita juga akan mengerti hal apa saja yang perlu kita perbaiki atau kita tingkatkan atau kita buang sama sekali untuk menjadi pribadi yang unggul dan tangguh. Langkah-langkah konkret diperlukan agar kita bisa segera terlepas dari kepribadian yang negatif.
BERUSAHA AGAR HIDUP JADI HEBAT
Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa mereka sedang berpikir negatif kecuali jika mereka secara sadar berusaha untuk memeriksa pikiran, tindakan dan reaksi mereka sendiri. Cukup tanyakan pada diri kita "Apakah ini positif atau negatif?"
Ketika kita gagal menguasai pikiran kita, maka reaksi kita cenderung akan negatif. Semakin sering kita berlatih menggunakan sikap mental positif, semakin cepat kita menyadari munculnya pikiran negatif.
Tuhan menciptakan kekurangan agar kita selalu introspeksi, tidak sombong dan menyombongkan diri karena hanya Yang Maha Sempurna yang berhal memiliki segalanya. Ketika kita mampu mensyukuri apa yang ada pada diri kita itu ada kesabaran. Hal ini lebih baik karena untuk bisa menerima kekurangan, perlu kesabaran dan pengertian. Kesabaran berarti ketulusan dalam berupaya dan berserah diri.
Seseorang disebut memiliki kepribadian yang menarik jika memiliki bermacam-macam faktor, yaitu mulai dari penampilan, gaya berbicara, sikap, wawasan dan pola pikir kita. Meskipun penampilan dan uang juga berpengaruh, namun seseorang yang memiliki penampilan menarik, tampan, cantik ataupun kaya raya belum tentu memiliki kepribadian yang menarik. Kepribadian adalah sesuatu dari diri kita yang lebih bersifat internal namun dapat dilihat dan dirasakan orang lain.
Salah satu faktor utama dalam pembentukan kepribadian yang menarik adalah "hidup yang menarik". Agar kita dapat memiliki kepribadian yang menarik, pertama-tama kita harus memiliki dan menjalani kehidupan yang menarik. Yang penuh dengan petualangan, pergaulan luas, pengalaman-pengalaman baru yang unik dan menyenangkan. Kita harus menyukai dan menikmati hidup kita terlebih dahulu sebelum membuat orang lain tertarik ingin tahu tentang kita dan kehidupan kita.
Kalau hidup kita hanya berputar-putar sekitar kampus atau kerjaan, lalu pulang ke rumah dan main internet, penyimak media sosial, download film-film porno, lalu setiap akhir minggu kita hanya diam di rumah, tiduran atau nonton TV seharian, tidak pernah jalan-jalan, bersenang-senang dengan teman-teman dan mencoba hal-hal baru, maka kemungkinan besar hidup kita akan membosankan.
Coba lihat teman-teman kita yang memiliki kepribadian yang menarik. Hampir dapat dipastikan mereka memiliki kehidupan yang menarik. Mungkin mereka suka travelling, jalan-jalan, hiking, camping, atau memiliki hobi menarik seperti bermain musik, sulap, bikin film indie, hunting photo, suka mengikuti lomba-lomba sports, arts atau lainnya. Penuh tantangan dan petualangan. Bahkan biasanya pekerjaan mereka pun menarik, pekerjaan-pekerjaan yang menuntut mereka untuk menjadi kreatif, bertemu banyak orang dan tidak membuat klien mereka bosan.
Ini bukan berarti kita harus berhenti kuliah atau kerja lalu menarik seluruh tabungan kita dan berpetualang backpacking di luar negeri. Ini agar kita mulai menjadikan hidup kita lebih menarik. Lebih dinamis.
Belajarlah hal-hal baru. Mungkin kita bisa mulai mengambil kursus melukis, atau salsa, kalau kita belum pernah clubbing sekali-kali kita perlu ikut clubbing dengan teman-teman, ganti fashion-style atau model rambut kita, dan lain-lain. Itulah hal-hal yang akan membuat kita jauh lebih menarik dan seru untuk diceritakan.
Bayangkan kita bertemu wanita yang sangat menarik, cantik dan intelek, lalu kita mulai mengobrol dengannya. Ketika dia bertanya apa saja kegiatan kita, kita bercerita tentang kemonotonan hidup kita. Ya, gitu-gitu aja!
Tidak menarik. Kuliah, kerja, chatting dan baca komik. That's it!
Tapi sekarang coba kita bayangkan apabila kita mengobrol dengan antusias tentang bagaimana kita kemarin pergi hiking dan hampir jatuh dari jurang, atau bagaimana tegangnya kita mencoba hand-gliding atau arung jeram. Bercerita bagaimana kita bikin film independen yang lucu dan gokil bersama teman-teman kita. Seru kan? Bahkan dengan membayangkannya saja sudah terasa betapa menariknya hidup kita.
Tentu saja kita tidak harus melakukan semua yang tersebut di atas. Kita tentu mengerti maksudnya. Kalau kita memiliki hidup yang menarik, pasti kita juga punya cerita-cerita seru lainnya yang membuat orang lain tidak bosan-bosan mendengarkan kita.
Kalau hidup kita membosankan, kita akan menjadi orang yang membosankan. Sebaliknya, kalau hidup kita penuh dengan hal-hal menarik, otomatis kita akan menjadi orang yang menarik. Seseorang akan tertarik dengan orang yang menikmati dan menjalani hidupnya dengan penuh semangat.
Misalnya saja, seorang wanita tertarik dengan pria yang memiliki hidup yang menarik. Pria yang hidupnya membosankan biasanya memiliki kepribadian yang monoton, kesepian dan haus untuk mendapatkan wanita karena berharap dengan adanya wanita akan menambah kedinamisan dan warna-warni pada hidup mereka. Dan wanita-wanita sama sekali tidak menginginkan pria seperti ini.
Kenapa? Karena wanita justru mengharapkan untuk bertemu pria yang akan memberinya petualangan, pengalaman-pengalaman seru dan menambah kedinamisan dalam hidupnya. Kalau kita bisa memberikan itu, maka ia akan sangat tertarik pada kita. Apakah kita siap membuat perubahan hari ini?
Comments
Post a Comment