LANGKAH 4 : BENTUK SIKAP YANG MENYENANGKAN

 CIPTAKAN SIKAP TANGGUH DAN MEMIKAT

Dalam kehidupan sosial, orang yang menarik dan menyenangkan selalu mendapat antusiasme dari orang-orang di sekitarnya. Orang yang berkepribadian tangguh dan memikat selalu disukai oleh banyak orang bahkan selalu diharapkan kehadirannya di setiap kesempatan.

Demikian pula, agar dapat mempengaruhi dan memikat hati orang lain, seseorang juga harus menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan. Hal ini sesuai dengan ungkapan bahwa kesan pertama akan membangun ketertarikan. Ketika ketertarikan sudah muncul, maka kita akan dengan mudah menaklukkannya.

Agar menjadi orang yang dapat mempengaruhi dan memikat orang lain, cara kita bersikap memegang kunci utama. Sikap yang baik terlahir dari kepribadian yang unggul dan tangguh. Kepribadian yang baik melahirkan ketenteraman bagi orang yang berinteraksi dengan kita.

Agar memiliki sikap yang tangguh dan memikat, maka kita harus mengikuti prinsip-prinsip sikap yang tangguh dan memikat. Prinsip-prinsip sikap tangguh dan memikat tersebut dibangun oleh beberapa hal berikut ini.

1. MEMILIKI PERCAYA DIRI

Sikap yang baik dibangun dengan kepercayaan diri yang kuat. Kepercayaan diri akan menampilkan aura positif dan menyejukkan. Tetapi, jangan terlalu berlebihan. Jika terlalu percaya diri maka akan membuat kita menjadi orang yang menyebalkan bagi orang lain.

2. TAMPIL APA ADANYA

Selain kepercayaan diri, tampil apa adanya juga aspek penting untuk menjadi orang bersikap tangguh dan memikat. Tampil apa adanya berarti tidak ada kepura-puraan dalam pergaulan. Kita harus temukan keunikan diri sendiri dan mempercayai bahwa dengan menjadi diri sendiri adalah yang terbaik. Jangan sampai kita membentuk karakter menjadi seperti orang lain. Lebih baik bersikap apa adanya dan tidak berlebihan.

3. PRIBADI YANG MAU MENDENGAR

Orang-orang akan lebih suka kepada kita jika kita memiliki sikap yang mau mendengarkan orang lain. Menjadi pendengar yang baik buat teman, sahabat atau rekan kerja adalah sesuatu amat penting.

Jangan biarkan diri kita terjebak dalam egoisme. Sekaranglah saatnya menjadi pendengar yang baik. Dengarkanlah dengan baik, keluh kesah, masukan bahkan kritikan dari orang lain.

4. BERSIKAP POSITIF

Orang yang selalu bersikap positif tidak memiliki sifat curiga ataupun benci. Bersikap positif dengan apa yang terjadi di sekitar kita adalah sesuatu yang menyenangkan.

Bersikap positif akan memacu kita untuk melakukan hal-hal yang positif juga. Orang lain juga bisa merespons keberadaan kita dan bisa diterima secara positif dalam pergaulan.

5. SENYUM YANG HANGAT

Senyuman yang hangat saat berinteraksi dengan orang lain adalah sikap yang menyenangkan. Pada saat tersenyum atau tertawa bersama teman-teman kita akan membuat suasana menjadi rileks dan menyenangkan.

Senyum juga membuat diri kita selalu tampak bahagia. Rasa bahagia kita itu secara tidak langsung akan menular ke orang lain sehingga orang lain tersebut ikut berbahagia.

6. KONTAK MATA AKRAB

Sikap yang baik dapat dilakukan dengan kontak mata. Kontak mata adalah bentuk dari ungkapan rasa. Saat berbicara atau berkenalan dengan seseorang, kita harus bisa menatap matanya. Dengan begitu, lawan bicara kita merasa dihargai dan diperhatikan.

Kontak mata merupakan ekspresi dari sikap yang tidak dapat menipu. Ekspresikan keakraban kita dengan kontak mata yang menyejukkan. Dengan begitu, lawan bicara kita akan merasa nyaman berinteraksi dengan kita.

7. PERGAULAN YANG RAMAH

Bersikap ramah terhadap semua orang merupakan sikap yang dibutuhkan untuk menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan. Bersikap ramah harus dilakukan mulai kepada orang yang baru kenal sampai orang yang mungkin hanya kita temui di tempat-tempat umum.

Orang-orang akan melihat sikap kita itu dan mengetahui kalau kita mudah diajak bergaul. Orang-orang tentu lebih menyukai orang yang ramah dan mudah bergaul daripada orang yang angkuh.

8. SIKAP JUJUR

Setiap orang yang memiliki kejujuran dalam dirinya akan diterima dengan baik di kelompok masyarakat manapun. Dengan kejujuran, kita bisa dipercaya seseorang dan kita bisa diterima dimana saja kita berada.

Sikap jujur harus dibentuk dari hal paling kecil. Dengan demikian, hal-hal besar dapat disampaikan dengan jujur pula. Ingat, kebohongan kecil akan membuahkan kebohongan besar. Bersikaplah jujur agar kita tidak perlu berbohong.

9, DAPAT DIPERCAYA

Kepercayaan menjadi titik kunci sebuah hubungan. Kepercayaanlah yang mengikat antar-individu, antar-kelompok, bahkan antar-bangsa. Dengan demikian, sebuah hubungan itu dibangun atas dasar kepercayaan.

Ketika seseorang menceritakan pengalaman yang sifatnya pribadi, berarti dia percaya kita bisa memegang rahasia. Jadi, jangan sia-siakan kepercayaan itu dengan mengumbar-ngumbar rahasia orang lain.

10. NETRAL DALAM PERSAINGAN

Jika kita bergaul dalam satu kalangan di mana terdapat dua kubu atau lebih yang berseteru, sebaiknya kita menghindari masuk ke dalam salah satu kubu manapun. Lebih baik kita menjadi orang yang netral dan diterima di semua kubu, daripada kita mendukung kubu A atau kubu B malah memperkeruh situasi.

11. MAMPU BERADAPTASI

Kemampuan untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, terutama lingkungan yang baru sangat diperlukan untuk menjadi orang yang tangguh dan memikat. Dengan kemampuan beradaptasi dan menempatkan diri inilah, kita akan dengan mudah diterima oleh orang-orang di manapun itu.

Kemampuan ini juga akan memudahkan kita dalam berhubungan dengan orang yang baru kita kenal. Jika kita kebetulan dengan orang yang berbeda budaya, maka dengan kemampuan beradaptasi kita akan dengan cepat akrab dengannya.

12. SIFAT HUMORIS

Humoris adalah syarat mutlak untuk menjadi seseorang yang menyenangkan. Humor atau candaan sangat penting jika kita ingin menjadi orang yang menyenangkan.

Kita tidak harus jadi pelawak atau selalu melucu, tapi kita harus memiliki selera humor yang baik dan dapat mengukur kapan waktunya bercanda atau serius. Tetapi, jangan mengumbar candaan yang dapat menyinggung orang lain. Kita bisa membuat candaan yang memang positif.

Dengan berbekal prinsip-prinsip bersikap di atas, kita dapat mempraktekkannya agar menjadi orang yang berpengaruh, memikat dan menarik bagi orang lain. Menjadi orang tangguh dan memikat tentu saja akan membawa manfaat yang besar bagi kehidupan dan kesuksesan kita.


HIDUPKAN PERSEPSI POSITIF

Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Proses kognisi dimulai dari persepsi.

Istilah persepsi sering dikacaukan dengan sensasi. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut. Persepsi mencakup penerimaan stimulus, pengorganisasian stimulus dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasi dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap, sehingga orang dapat cenderung menafsirkan perilaku orang lain sesuai dengan keadaannya sendiri.

Proses pembentukan persepsi sebagai pemaknaan hasil pengamatan yang diawali dengan adanya stimulus. Setelah mendapat stimulus, pada tahap selanjutnya terjadi seleksi yang berinteraksi dengan "interpretation", begitu juga berinteraksi dengan "closure". Proses seleksi terjadi pada saat seseorang memperoleh informasi, maka akan berlangsung proses penyeleksian pesan tentang mana pesan yang dianggap penting dan tidak penting.

Proses "closure" terjadi ketika hasil seleksi tersebut akan disusun menjadi satu kesatuan yang berurutan dan bermakna, sedangkan interpretasi berlangsung ketika yang bersangkutan memberi tafsiran atau makna terhadap informasi tersebut secara menyeluruh. Persepsi seseorang ditentukan oleh dua faktor utama, yakni pengalaman masa lalu dan faktor pribadi.

Kesalahan persepsi yang memantik kemarahan berawal dari ketidakjelasan penyampaian simbol. Contoh sepele, seorang suami meminta istrinya memasakkan makanan favorit, sang istri menangkap bahwa makanan favorit suaminya adalah ayam goreng, ternyata sang suami mengharapkan ayam bakar, maka muncul perselisihan di antara mereka.

Mengapa hal sepele mampu memicu perselisihan dalam rumah tangga tersebut? Karena dua pihak memiliki sudut pandang yang berbeda. Hanya dibutuhkan sebuah komunikasi yang positif untuk meredakan konflik akibat perbedaan perspesi tersebut. Simbol, kata-kata, ungkapan, istilah mampu membawa makna berbeda bagi siapapun yang meyakininya. Hanya dibutuhkan pemikiran terbuka untuk menjadikan sebuah perbedaan menjadi alat untuk menyamakan persepsi.

Jangan pernah secara frontal kita menyerang opini, fakta ataupun argumen yang diungkapkan oleh seseorang, karena dia akan menggunakan mekanisme pertahanan untuk membuat kover yang mampu melindungi dirinya dari serangan terhadap pemikirannya tersebut. Serangan terhadap opini orang lain akan memunculkan respons.

Perbedaan sudut pandang atau perbedaan perspesi adalah hal wajar yang terjadi dalam sebuah interaksi. Manusia sejak lahir diciptakan secara berbeda, memiliki DNA yang berbeda, pengalaman hidup yang berbeda sehingga perbedaan sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia.

Perbedaan persepsi bukan digunakan untuk menggiring opini publik agar mendukung kelompok A atau mendukung kelompok B. Bisa saja kelompok yang memberikan tuduhan sama buruknya dengan yang menuduh, perbedaan persepsi bukan alasan logis untuk melakukan perpecahan, conflict of interest.

Semestinya kita tidak perlu merasa paling benar, tidak perlu men-judge orang lain bahwa mereka salah. Memang lebih mudah melihat kekurangan orang lain daripada melihat kelebihan mereka. Tetapi kita tidak perlu melakukan itu. Hidupkan perspesi positif kita maka kehidupan yang kita jalani akan nyaman dan bahagia.


BANYAK TERSENYUM MENYENANGKAN ORANG LAIN

Sikap yang unggul dan memikat dibangun dengan senyum yang selalu merekah. Lebih banyak tersenyum juga mengindikasikan orang yang baik dan tidak mudah sakit. Tersenyum itu sehat dan menunjukkan penuh percaya diri. Orang yang biasa tersenyum maka akan menambah kepercayaan diri dan bisa memperpanjang usia.

Sebuah studi tentang kebiasaan pria yang mendekati wanita di sebuah bar. Ketika seorang perempuan mengadakan kontak mata dengan seorang pria, kemungkinan ia akan melakukan pendekatan hanya 20 persen. Namun, ketika perempuan yang sama tersenyum, kemungkinan meningkat menjadi 60 persen.

Studi tersebut menunjukkan bahwa senyuman dapat mempengaruhi dan memikat hati seseorang. Jika kita ingin menaklukkan hati seseorang tanpa mengalahkannya, maka perbanyaklah tersenyum kepadanya. Dengan senyuman yang tulus, dia akan takluk kepada kita.

Senyum juga bisa membuat kita awet muda. Meskipun kita tak ada yang tahu berapa jatah umur yang diberikan Tuhan kepada seseorang, tetapi orang yang lebih banyak tersenyum memiliki kehidupan yang lebih panjang dibandingkan mereka yang tidak mudah tersenyum.

Tersenyum juga bisa menjadi obat sakit hati. Jika kita sedang patah hati, cobalah untuk selalu tersenyum, karena ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi sakit hati karena faktor psikologis. Bahkan disebutkan, memaksakan diri untuk tetap tersenyum dari keadaan yang tidak kita sukai, sudah cukup untuk mengangkat suasana hati kita.

Seseorang yang biasa tersenyum akan lebih toleran terhadap orang lain dibandingkan mereka yang tidak. Selain itu, orang yang biasa tersenyum akan mudah meminta maaf bila melakukan kesalahan lalu berusaha untuk memperbaiki diri. Tidak peduli apakah itu senyum palsu, senyum sedih atau senyum nyata, semua senyuman ampuh membuat kita memberikan maaf.

Tersenyum juga bisa memperkuat daya pikir. Sudah pasti tersenyum itu akan membuat kita merasa nyaman. Tapi, ilmuwan sosial yang mengkaji masalah hubungan senyum dengan kemampuan berpikir, ternyata menunjukkan hal positif secara holistik. Seseorang yang mudah tersenyum akan meningkatkan daya pikir sekaligus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas dengan baik dibandingkan mereka yang sulit tersenyum. 

Tersenyum adalah suatu tindakan yang paling mudah, paling sederhana, paling murah dan paling menyenangkan di dunia. Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita merasa sudah terlalu letih oleh kerjaan yang menunpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir toko yang menyebalkan ketika tadi berbelanja.

Cobalah paksakan diri untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika kita mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan kita saat itu, di dalam tubuh kita akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat kita merasa bahagia. Cobalah dan rasakan perbedaannya.

Jika kita merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi kita menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup kita lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran kita. Kita akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ kita dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya.

Jika kita berjalan di dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah kita, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada kita. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi kita akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan. Kita juga akan lebih percaya diri.

Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Sering kali kita lupa untuk tersenyum atau mungkin kita tidak terlalu suka untuk tersenyum.

Tetapi jika kita berusaha untuk menggunakan senyuman kita sesering mungkin, kita lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika kita termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, "Apa ruginya tersenyum?"

Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum kita akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi. Dengan demikian, lama kelamaan kita akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.

Tersenyum merupakan terapi mental dan kejiwaan, merupakan upaya dari dalam diri kita untuk melawan berbagai tekanan yang kita hadapi. Dengan tersenyum, tanpa sadar kita sedang berupaya menghibur diri dari setiap masalah, dengan tersenyum secara tidak sadar telah mengobati mental yang terpuruk sekaligus melatihnya untuk semakin tegar.

Senyum dalam kesedihan dan kesusahan merupakan obat terbaik bagi diri untuk menemukan solusi dan keluar dari tekanan psikis. Maka tidak heran jika senyum merupakan sedekah, karena secara tidak langsung sudah memberikan obat terhadap orang yang lagi terkena penyakit stres, dan bagi orang yang lagi banya menghadapi masalah.

Senyum juga merupakan kekuatan "magis" yang bisa meluluhkan jiwa orang lain. Tak jarang seorang pria perkasa dan gagah berani akhirnya luluh dan takluk pada seorang gadis karena sembulan senyumnya yang manis menggoda.

Lihatlah bayi mungil yang baru lahir. Dia tak dapat berbahasa seperti kita, namun senyumannya mampu meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya. Senyuman bayi bagitu ikhlas dia kembangkan dari bibir mungilnya sehingga mampu menggugah perasaan siapa saja yang melihatnya.

Tersenyumlah dengan ketulusan, hati kita akan lapang dan kita akan menjadi orang yang disenangi orang lain. Karena dengan tersenyum, kita sedang membuka pintu hati kita pada siapa saja. Senyuman yang tulus gambaran kematangan pribadi seseorang, karena apapun yang kita kerjakan ketika dilakukan dengan hati yang tulus akan menjadi gambaran dari kepribadian seseorang, karakter seseorang bisa kita lihat dari tutur sapa dan perilakunya.

Senyum yang selalu mengembang dari bibir seseorang mampu mencairkan kebekuan, bahkan kecemasan dan keragu-raguan akan lenyap dari wajahnya. Senyum membuat suasana hangat, akrab dan penuh keharmonisan karena percaya diri melengkapi kehadirannya.


PANDAI MENGELOLA AMARAH

Tuhan memberi naluri setiap manusia sebagai respons atau situasi dan kondisi yang ada. Sikap naluriah itu sering merespons kemarahan dengan kemarahan pula. Padahal, umumnya sebuah kemarahan itu dibangun oleh ketidaktahuan atau kesalahpahaman. Jika kita mengembangkan sikap pengertian dan pemahaman maka kita tidak akan memiliki alasan untuk marah.

Ketika kita menghadapi rasa marah, sebaiknya kita sediakan waktu untuk menjelaskan secara tulus, jelas dan sabar tanpa rasa sinis dan amarah pula. Letakkan diri kita, pada posisi orang lain. Telusuri cara berpikir dan sudut pandang mereka. Serta jangan mengubur kemarahan dengan dendam.

Bagaimana kita bereaksi terhadap kemarahan adalah tergantung pada diri kita sendiri. Kita dapat adu keras hingga tak seorang pun menang. Hingga semuanya menyesal akan kemarahan yang mereka luapkan. Atau, kita dapat memberi pengertian sehingga kita pun mendapat pengertian.

Pengertian bagaikan salju yang dapat mendinginkan kemarahan. Pengertian membuka jalan bagi kesepakatan dan kerjasama. Ya, memang ada orang yang sekedar ingin marah, tak peduli tentang sebab dan hal apapun dia menampakkan kemarahannya. Tetapi ada juga yang sebenarnya minta untuk dimengerti.

Memang, kemarahan adalah emosi yang normal, bahkan sehat. Akan tetapi, penting untuk menghadapinya dengan cara yang positif. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat membahayakan kesehatan dan hubungan kita dengan orang lain.

Menjaga emosi adalah tantangan yang menantang untuk ditaklukkan. Ada 10 saran untuk mengendalikan kemarahan agar tak meledak-ledak. Berikut pemaparan cara mengendalikan kemarahan.

1. INGAT WAKTU BERHENTI

Menghitung sampai 10 bukan hanya untuk anak-anak. Sebelum bereaksi terhadap situasi tegang, mengambil beberapa saat untuk bernapas dalam-dalam dan menghitung sampai 10 dapat membantu meredakan emosi kita. Jika perlu menyingkir dari orang atau situasi sampai frustrasi kita berkurang sedikit.

2. EKSPRESIKA KEMARAHAN

Segera setelah dapat berpikir jernih, ekpresikan rasa marah kita dengan cara yang tegas tapi tak konfrotatif.Nyatakan kekhawatiran dan kebutuhan kita dengan jelas dan langsung tanpa menyakiti orang lain atau mencoba untuk mengendalikan mereka.

3. LAKUKAN OLAH FISIK

Aktifitas fisik dapat memberikan manfaat positif untuk emosi kita, terutama jika kemarahan kita akan meledak. Jika kita merasa kemarahan meningkat, pergilah ke luar rumah untuk jalan cepat atau lari, atau pergilah untuk menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan fisik lainnya. Aktifitas fisik merangsang berbagai bahan kimia otak yang dapat membuat kita merasa lebih bahagia dan lebih santai dari sebelumnya.

4. BERPIKIRLAH SEBELUM BICARA

Dalam kondisi "panas", sangat mudah untuk mengatakan sesuatu yang nantinya justru membuat kita menyesal. Pikirkan sebelum berkata apapun dan membiarkan orang lain yang terlibat dalam situasi untuk melakukan hal yang sama.

5. IDENTIFIKASI SOLUSI

Alih-alih berfokus pada apa yang membuat kita marah, berupayalah untuk menyelesaikan maslah itu. Apakah kamar yang berantakan membuat kita "gila"? Segeralah tutup pintu dan membenahinya. Apakah pasangan kita terlambat untuk makan malam setiap malam? Jadwalkan late dinner di malam-malam tertentu atau buat perjanjianuntuk boleh makan sendiri. Ingatkan diri kita bahwa kemarahan tidak akan memperbaiki apapun dan hanya mungkin membuatnya lebih buruk.

6. FOKUSLAH PADA "SAYA" DAN BUKAN "ANDA"

Untuk menghindari mengkritik atau menyalahkan orang lain yang mungkin hanya meningkatkan ketegangan, gunakan pernyataan "saya" untuk menggambarkan masalah. Sebagai contoh, katakanlah, "Saya marah karena Anda meninggalkan meja tanpa menawarkan untuk membantu membereskan piring". Bukan mengatakan, "Anda tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga!"

7. JANGAN MENYIMPAN DENDAM

Memaafkan adalah alat yang ampuh untuk mendamaikan hati. Jika kita membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya menutupi perasaan positif, kita mungkin menemukan diri kita ditelan oleh kepahitan sendiri atau rasa ketidakadilan. Tapi, jika kita dapat memaafkan seseorang yang membuat kita marah, kita mungkin belajar lebih baik dari situasi. Tidak realistis untuk mengharapkan semua orang untuk berperilaku persis seperti yang kita inginkan setiap saat.

8. GUNAKAN HUMOR

Humor ringan dapat membantu mengatasi ketegangan. Jangan gunakan sarkasme karena bagaimanapun bisa melukai perasaan orang lain dan membuat hal-hal buruk terjadi.

9. LAKUKAN RELAKSASI

Ketika marah, cobalah lakukan relaksasi. Praktek latihan pernapasan, membayangkan adegan santai, atau mengulangi kata atau frase yang menenangkan, seperti, "Tenang saja" sangat membantu. Kita juga bisa menyingkir sejenak untuk mendengarkan musik, menulis atau melakukan yoga atau apapun yang diperlukan untuk mendorong relaksasi.

10. TAHU SAAT MENCARI BANTUAN

Belajar mengendalikan kemarahan adalah tantangan bagi semua orang. Pertimbangkan untuk mencari bantuan jika kemarahan kita tampaknya di luar kendali, menyebabkan kita melakukan hal-hal yang kita sesali di kemudian hari atau membuat sakit orang-orang di sekitar kita. Dengan bantuan profesional, kita dapat mempelajari apa itu kemarahan, mengidentifikasi apa yang memicu kemarahan kita, mengenali tanda-tanda bahwa kita bakal marah, belajar untuk menanggapi frsutrasi dan kemarahan dengan cara terkontrol dan sehat, serta menjelajahi perasaan yang mendasarinya, seperti kesedihan atau depresi.

Kemampuan menguasai emosi, seringkali dianggap remeh. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup mengantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru, pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penentu kesuksesan hidup seseorang. Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam menganalisis, menyiasati dan menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga kompleks.

Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan lebih baik dan membuat keputusan dengan bijak. Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya. Orang yang memiliki sikap seperti itu, tentu sangat menarik dan memikat orang lain.


KENDALIKAN PIKIRAN DAN PERASAAN

Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita dikontrol oleh pikiran. Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada "hati" untuk menentukan suasana yang diinginkan.

Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.

Instruksi akan diteruskan ke "hati" melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal-hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.

Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetail sebelum dimasukkan ke "hati". Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam "hati" apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Ketika seorang laki-laki melihat kekasihnya duduk berduaan dengan lelaki lain dan tidak ia kenal, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam "hati" untuk diolah. Karena "hati"-nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan marah. Begitulah jika dia orang yang sensitif.

Jika dia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke "hati". Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Jika kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih positif sehingga memungkinkan dia untuk mendekati mereka dan mencari tahu hal sebenarnya.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar dan sukar mengendalikan diri.

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Kita juga dapat menyembunyikan ketidaksukaan agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran".

Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.

Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir. 

Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Persepsikan kenyataan secara positif. Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi ketidaksukaan pada apapun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan ikut tertawa meski ada yang tidak kita sukai.

Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.

Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada sesuatu yang tidak kita sukai, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan. Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari apa yang tengah dihadapi.


BERSIKAP RAMAH

Orang lain adalah bagian kehidupan kita. Kita tidak bisa melepaskan diri dari berinteraksi sosial kapanpun juga. Apalagi, jika kita memiliki mimpi untuk sukses dan bahagia, maka kita tidak bisa menghindar dari orang lain.

Tuntutan ketika kita berinteraksi dengan orang lain adalah keramahan. Ramah adalah sikap bersahabat dan merasa senang saat berjumpa dengan orang lain. Bersikap ramah akan membuka jalan hubungan yang lebih erat dan akrab. 

Sikap ramah sungguh banyak manfaatnya. Dengan bersikap ramah, kita akan memperoleh banyak teman, ikatan persaudaraan menjadi lebih kuat, menumbuhkan rasa saling menyayangi dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Orang yang ramah lebih banyak disenangi orang ketimbang orang yang judes. Sikap ramah ini penting dalam hubungan sosial. Oleh sebab itu, ketika kita ingin menjalin hubungan dengan seseorang maka dibutuhkan keramahan.

Sikap ramah bisa kita tunjukkan dengan senyuman yang tulus, memberi sapaan hangat, menjawab pertanyaan yang diajukan, dan bahkan menawarkan bantuan kepadanya. Jika kita mampu bersikap ramah ketika bertemu seseorang pertama kali, ini akan menciptakan kesan yang tak terlupakan baginya.

Jika kita termasuk orang yang cuek, sikap ramah ini perlu dilatih dan dibiasakan. Keramahan bisa dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi karakter pribadi. Jika kita berhasil mempraktekkannya maka kita akan lebih disukai dalam pergaulan.

Apa yang paling sulit dari bersikap ramah ini biasanya terkait dengan prinsip tertentu. Jika apa yang dibicarakan lawan bicara berbeda dengan prinsip kita, kadang-kadang menciptakan sikap tidak setuju. Perbedaan pandangan memang lebih sering menggagalkan suatu hubungan.

Ketika terjadi perbedaan pandangan, sikap ramah kita sebenarnya sedang diuji. Tidak ada salahnya merespons positif pandangan yang berbeda, prinsip yang tidak sama. Usahakan tetap menghargai pandangannya dan jangan menyangkal.

Perbedaan pandangan ini akan terkesan keras jika kita menyangkal. Akan tetapi, jika kita merespons positif maka yang terjadi bisa sebaliknya. Kita bisa memberi pandangan lain sehingga terjadi diskusi yang bermanfaat.

Pembicaraan yang bermanfaat tersebut hanya akan kita dapatkan jika kita bisa benar-benar mempraktekkan sikap ramah. Keramahan yang tulus adalah memperhatikan perasaan orang lain dan menekan perasaan kita sendiri. Hal ini karena sikap ramah itu menuntut kita untuk bisa menyesuaikan diri, beradaptasi dengan hal baru.

Seperti dijelaskan, interaksi dengan orang lain itu tidak terhindarkan. Jalan untuk berinteraksi dengan nyaman adalah dengan bersikap ramah. Keramahan itu menekan perasaan kita dan mengutamakan perasaan orang lain. Dengan sikap ramah kepada orang lain, maka orang lain akan nyaman. Jika orang lain nyaman maka ia dapat membantu kita mencapai kesuksesan kita.

Comments