LANGKAH 3 : JANGAN LAKUKAN KEBIASAAN-KEBIASAAN BURUK
JANGAN SUKA BERPIKIR NEGATIF
Orang yang cenderung berpikir negatif akan melihat dunia seisinya gelap gulita dan menyengsarakan. Misalnya saja, ketika Anda mau membeli beras. Ketika Anda berpikir negatif, Anda akan kebingungan mencari warung penjual beras yang baik. Ketika melihat beras yang agak berwarna keruh, Anda berpikir beras itu beras lama dan rasanya tidak enak. Ketika Anda melihat beras berwarna putih bersih, Anda berpikir beras itu dicampuri pemutih yang dapat merusak kesehatan.
Akhirnya Anda tidak jadi beli beras di warung, tapi ke pusat perbelanjaan yang menjual beras lebih mahal daripada di warung. Anda ke sana kemari mencari warung beras yang sesuai dengan harapan dan akhirnya menemukan beras mahal yang kualitasnya tidak jauh berbeda dengan beras di warung-warung beras.
Bisa jadi pikiran mengenai beras-beras yang sudah Anda lihat diwarung-warung sebelumnya itu tidak sepenuhnya benar. Anda tidak pernah membuktikan kualitas beras tersebut. Anda hanya berprasangka bahwa penjual beras akan menipu dengan beras berkualitas rendah.
Cobalah untuk menghilangkan dan mengabaikan pikiran yang negatif. Gantikan pikiran yang negatif dengan pikiran-pikiran yang membangun. Ganti pikiran: "Saya tidak bisa melakukan hal ini" dengan "Saya bisa melakukan hal ini dengan lebih baik setiap saat saya memohon penyertaan Tuhan dan mencoba melakukannya."
Jika Anda ingin menghancurkan kebiasaan berpikir negatif, berikut ini kebiasaan-kebiasaan hebat yang bisa Anda lakukan setiap saat dan setiap waktu.
1. JANGAN MEMBAYANGKAN YANG BURUK
Sebelum melakukan sesuatu, jangan bayangkan sebuah kegagalan, tapi bayangkanlah keberhasilan yang kita akan dapat setelah melakukan sesuatu hal tersebut. Jika kita membayangkannya dengan sungguh-sungguh dan penuh iman, kita akan terheran-heran dengan apa yang terjadi nantinya.
2. JANGAN BERLEBIHAN
Cobalah untuk tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Sering kali kita terjebak untuk terlalu banyak berpikir dan menghabiskan banyak waktu untuk menimbang-nimbang atau memikirkan apa yang orang lain mungkin pikirkan tentang diri kita. Hal itu akan membuat kita tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kita.
3. SELALU BERPIKIR POSITIF
Biarkan pikiran kita dipenuhi dengan kebahagiaan, kekuatan dan keberhasilan. Apapun situasi yang kita hadapi, carilah dan isilah pikiran kita dengan sisi positif dari situasi tersebut.
Dalam segala sesuatu, sisi positif dan negatif selalu ada. Seburuk apapun situasi yang kita alami, pasti ada sisi positif yang terkandung dalam situasi itu. Mungkin sulit untuk melihat sisi positif dari apa yang kita alami, tapi cobalah lihat lebih dalam, sisi positif itu pasti ada.
Pikiran positif sangat menunjang kemajuan dan kesuksesan seseorang. Jika kita ingin sukses dalam kehidupan ini, maka putuskan untuk berpikir positif mulai sekarang. Hancurkan pikiran-pikiran yang negatif. Tidak ada kata terlambat untuk mulai berpikir positif dan kita akan segera mengalami hal-hal yang lebih baik daripada sebelumnya.
JANGAN SOMBONG
Orang berpengetahuan tinggi di dunia ini mengert prinsip untuk bersikap rendah hati terhadap orang lain. Namun, bukan tidak mungkin mereka memiliki sifat sombong. Walaupun Anda adalah orang yang memiliki bakat yang menonjol, tetapi Anda merasa sombong karena memiliki kemampuan, dan tiada henti-hentinya menyombongkan diri, maka kemampuan yang Anda miliki itu hanya bisa membawa kesedihan bagi diri Anda sendiri.
Seseorang yang hanya membual untuk menarik kepercayaan dari orang lain, tidak peduli dia memiliki kemampuan yang sesungguhnya atau tidak, juga tidak peduli dia memiliki keduduka yang seberapa tinggi, pada akhirnya juga akan mengungkapkan kekurangan dirinya sendiri karena over acting-nya itu. Itulah mengapa, sombong dapat merugikan diri sendiri.
Sombong merupakan sifat ang mengacu pada "perasaan" meningkatnya status seseorang. Sombong juga sebuah ungkapan perasaan puas diri terhadap sikap yang dipilihnya atau terhadap pihak lain. Seseorang yang sombong menunjukkan kepuasan yang diarahkan sendiri untuk memenuhi tujuan pribadinya sendiri.
Seseorang yang memiliki sikap sombong, selalu memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain. Sifat sombong itu dibangun atas keinginan mendapatkan pujian dari orang lain.
Cantik, ganteng kaya, pintar dan seabreg keunggulan lain, bisa membahayakan diri jika hanya untuk dijadikan bahan untuk sombong. Semua itu tidak ada gunanya dan memang harus dihancurkan dengan menumbuhkan kebiasaan hebat.
1. RENDAH HATI
Sangat sulit bagi kita untuk memposisikan diri kita pada posisi yang rendah hati apabila dalam batin kita masih bercokol keinginan untuk dipuji. Sombong sama juga tinggi hati yang tidak bisa menerima sesuatu yang lain lebih tinggi statusnya dan posisinya dari diri kita. Padahal, di atas langit masih ada langit.
Bersikap apa adanya akan menumbuhkan sifat rendah hati ini. Setiap ada masalah dan kesulitan, ceritakan dan mintalah bantuan kepada orang lain. Temukan orang yang menyayangi kita tanpa syarat. Dengan begitu, kita akan terbiasa menganggap orang lain sangat bernilai bagi diri kita.
2. MENGHARGAI ORANG LAIN
Setiap orang ingin dihargai. Tetapi, tidak banyak orang yang bisa menghargai orang lain karena ada sifat sombong yang mendominasi. Jika Anda ingin dihargai orang lain, jalan yang bisa ditempuh adalah dengan menghargai orang lain. Hal tersebut merupakan hukum sebab akibat yang tidak bisa kita tolak.
Salah satu contoh untuk melatih diri dalam menghargai orang lain, misalnya, dengan Anda menghargai teman Anda. Ia mungkin tidak selalu baik kepadamu, tetapi pilihlah beberap sikap baiknya kepadamu.
Apakah dia pernah menolong Anda walaupun pertolongannya sangat kecil nilainya, itu tidak perlu dipikirkan. Yang penting, ketika dia sudah menolong Anda, itu artinya ada sikap baik yang bisa Anda ambil untuk menghargai apa yang telah dilakukannya. Dengan demikian, Anda bisa menghargai dirinya.
3. MENGAKUI KEKURANGAN DIRI
Kesombongan itu hanya akan menjatuhkan kita pada posisi yang buruk. Orang lain tidak akan senang bergaul maupun bekerja sama dengan orang yang sombong. Mengakui kekurangan, bijak dalam menyadari kelemahan, mengakui bahwa kita memerlukan bantuan, dan ikut memberi nilai pada diri orang lain adalah hal terindah yang bisa kita lakukan untuk menutup kesombongan diri.
Kita tidak perlu waswas ketika kekurangan kita diketahui orang lain. Nyatanya, oran glain juga memiliki kekurangan. Jadi, dengan mengakui kekurangan diri dan kelemahan diri, akan membuat kita bisa berendah hati, sekaligus mampu menghargai orang lain.
Kesombongan adalah pikiran negatif yang menghasilkan skap buruk dan dapat merugikan diri sendiri. Kesombongan membuat orang lain mentertawakan kita ketika kita jatuh pada posisi yang rendah. Kesombongan juga membuat hidup kita sama sekali tidak nyaman karena selalu ingin dinomorsatukan oleh orang lain. Dengan demikian, tiga kebiasaan hebat di atas memang patut kita praktekkan agar dalam diri kita kesombongan tidka mendominasi.
JANGAN BERSIKAP EGOIS
Kecenderungan manusia untuk mementingkan diri sendiri memang lebih dalam. Apalagi di zaman yang serba cepat dan instan ini. Orang berharap hanya bisa memenuhi kebutuhan sendiri dibanding memenuhi kebutuhan bersama.
Kecenderungan mementingkan diri sendiri pada akhirnya cenderung meremehkan dan mengabaikan orang lain. Ketika hal buruk itu terus dibiasakan, maka akan tumbuh kesombongan dan keangkuhan karena rindu sanjungan orang lain.
Uang kadang kala bisa membutakan mata orang serta mnghalalkan gaya hidup. Semua orang terlahir dengan sifat alami yang baik, tetapi lingkungan dan keadaan membentuk tingkah laku yang jauh berbeda, serta pengajaran orang tua yang beda membuat individu bertumbuh dengan sifat yang jauh berbeda.
Egois merupakan sikap seseorang yang mementingkan diri sendiri atau mementingkan kebutuhannya tanpa mempedulikan orang lain. Mereka yang egois terlalu berlebihan mementingkan diri sendiri. Sikap egois memiliki dampak negatif, salah satunya adalah ditinggalkan oleh teman, pasangan maupun mitra dalam bekerja dan berbisnis. Oleh sebab itu, kebiasaan mementingkan diri sendiri harus dihancurkan dengan kebiasaan hebat berikut ini.
1. GEMAR INTROSPEKSI
Setiap orang memiliki kesalahan dan kekurangan. Itu mutlak. Tidak ada orang yang sempurna dalam hidup ini. Kesalahan dapat diperbaiki, kekurangan akan dapat dilengkapi asal kita mau berintrospeksi.
Membiasakan introspeksi dapat membantu kita untuk beranjak dari sikap mementingkan diri sendiri. Introspeksi dapat membantu meningkatkan sikap menghargai dan menganggap orang lain penting dalam hidup kita. Dengan begitu, kita akan lebih mudah menaklukkan egoisme dalam diri kita.
2. MENUMBUHKAN KERAMAHAN
Keramahan merupakan bentuk penghargaan kita kepada orang lain. Bersikap ramah juga merupakan cara berkomunikasi yang efektif dengan orang-orang di sekitar kita. Ketika kita mementingkan diri sendiri, sikap ramah itu hilang dari diri kita, oleh sebab itu, untuk menghancurkan sikap egois adalah dengan menumbuhkan keramahan.
Menumbuhkan keramahan itu mudah. Mulailah dari tersenyum, kemudian menyapa, kemudian berbincang hal ringan. Hilangkan rasa kekhawatiran bahwa orang lain akan merebut apa yang kita miliki. Dengan begitu, kita akan mudah membangun keramahan dengan orang lain.
3. BELAJAR BERBAGI
Pada dasarnya sikap egois berasal dari sifat serakah. Meskipun tidak selalu nampak bahwa itu serakah, tapi sikap egois cenderung membawa seseorang untuk serakah. Orang yang egois sebetulnya menyimpan ketakutan dan kekhawatiran akan kehilangan apa yang menjadi miliknya atau haknya.
Belajar berbagi akan melemahkan sifat serakah sehingga sikap kita cenderung bisa lebih alturis atau bersimpati kepada orang lain. Ketika Alturisme tumbuh dalam diri kita, hidup kita akan merasa ringan dan tidak takut kehilangan apa yang sudah kita bagikan kepada orang lain.
Egoisme adalah sikap yang tidak benar dan jika dilakukan akan menjadi kebiasaan yang buruk. Orang egois dihindari oleh orang lain. Bahkan orang lain tidak mau berurusan dengan orang yang egois. Dengan demikian, sikap egois dapat menghancurkan harapan seseorang untuk mencapai kesuksesan.
JANGAN TAKUT MENGHADAPI MASALAH
Orang yang sukses adalah orang yang memiliki keberanian yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak berpikir pada kesuksesan. Keberanian yang dimiliki orang sukses menjadikannya hidup dalam kemudahan. Jika ada orang yang berada pada masa awal membangun bisnis dan memiliki keberanian yang melebihi dari rekan bisnisnya, maka kemungkinan mencapai kesuksesan akan lebih mudah baginya.
Keberanian jelas berbeda dengan nekad. Meski sama-sama dapat meraih kesuksesan, namun kesuksesan orang dengan keberanian kualitasnya berbeda dengan kualitas kesuksesan orang yang nekad. Keberanian orang yang memiliki potensi untuk menjadi kaya adalah keberanian yang selalu tepat sasaran.
Setiap orang pasti menghadapi masalah. Tidak peduli ia adalah petani, tentara atau polisi, maupun pebisnis atau pekerja seperti kita. Permasalahan adalah seni hidup. Jika kita objektif dalam menghadapinya, maka permasalahan yang menimpa kita itu akan membuat kita semakin sukses dan semakin bijaksana dalam menjalani hidup ini.
Sebuah permasalahan akan terasa besar dan sangat besar untuk diselesaikan jika kita hanya melihatnya saja. Alih-alih bersuara untuk mengomentari dan mengeluh, maka tidak kunjung bergerak untuk menyelesaikannya.
Apa yang terbayang seolah masalah itu begitu rumit, karena kita tidak segera mulai menganalisis untuk menyelesaikannya. Dalam menyelesaikan masalah, sesungguhnya bukan seberapa besar atau kecil masalah itu, tapi bagaimana kita berani menyelesaikannya, meskipun dengan langkah-langkah kecil. Menyelesaikan setahap demi setahap.
Agar kita tidak takut lagi dalam menghadapi masalah, berikut ini disajikan cara untuk memecahkan sebuah masalah. Namun, pada bagian ini akan dipaparkan secara khusus cara menyelesaikan masalah seperti terurai berikut ini.
1. RUMUSKAN PERMASALAHAN
Ketika bertemu dengan masalah, langkah yang harus kita lakukan adalah memperjelas masalahnya apa dan kemudian merumuskan masalah tersebut. Lakukan pelaksanaan perumusan masalah ini dengan pikiran objektif. Dengan demikian, kita bisa membuat keputusan yang baik untuk semua pihak.
2. IDENTIFIKASI SOLUSINYA
Ketika masalah sudah dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah mengkaji sejauh mana masalah itu membutuhkan solusi. Ketika itu pula, kita harus mengidentifikasi.
Temukan beberapa solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ketika sudah mendapatkan beberapa solusi, pilih salah satu solusi yang kita anggap potensial untuk dieksekusi. Solusi dianggap potensial jika memenuhi syarat, yaitu mudah dilaksanakan, efektif dan efisien dari segi waktu dan biaya, dan tidak memiliki dampak buruk.
3. EKSEKUSI
Sebuah solusi yang memenuhi syarat bisa langsung dieksekusi sekarang juga. Tentu saja, ketika kita memiliki masalah dan sudah yakin dengan solusinya, maka segera lakukan eksekusinya. Tidak perlu buang waktu, biaya dan tenaga. Pastikan kita mengeksekusi dengan tegas. Semakin cepat menyelesaikan masalah akan semakin baik.
Setelah solusi dijalankan, maka saatnya kita mempertanggungjawabkan atas eksekusi itu. Jika eksekusi berhasil mengatasi masalah, maka kita akan mendapat kesuksesan. Namun, jika eksekusi tidak berhasil mengatasi masalah, maka segera ambil solusi yang lain dan segera eksekusi sehingga masalah tidak berlarut-larut.
Keberanian dalam menghadapi masalah akan memunculkan kreativitas kita yang tersembunyi. Jika masalah yang kita hadapi itu seolah besar, maka jangan tertipu. Tidak ada yang besar jika kita membaginya menjadi beberapa bagian yang kecil-kecil.
Keberanian terlahir dari optimisme. Optimisme adalah kunci dalam menghadapi masalah. Optimisme melahirkan kerja nyata dan melahirkan kreativitas. Optimisme adalah bagian dari kemenangan yang membuat kita yakin bisa menyelesaikan semuanya.
JANGAN TAKUT MENGAMBIL KEPUTUSAN
Tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Semuanya akan datang menghampiri jalan yang kita tempuh. Sekali kita memahaminya, maka kita harus mengusahakannya menghampiri jalan tersebut dengan usaha kita sendiri.
Mereka yang berhasil dalam hidupnya percaya bahwa kebahagiaan tidak berasal dari tercapainya tujuan-tujuan mereka, namun ia berasal dari apa yang mereka kerjakan, semua hal sepele yang harus dilakukan oleh mereka untuk membuatya menjadi nyata. Memutuskan bagaimana caranya mati bukanlah sebuah pilihan. akan tetapi memilih bagaimana caranya hidup, itu baru sebuah pilihan. Kehidupan bukanlah seberapa lama kita hidup, akan tetapi seberapa banyak yang telah kita kerjakan.
Tidak ada yang dapat mencegah keinginan manusia. Keinginan itu bisa menggoyahkan tujuan yang telah dibuatnya. Kesenangan harus dihindari jika rasa sakit yang lebih besar menjadi konsekuensinya. Dan rasa sakit harus didambakan jika kesenangan yang lebih besar adalah akhirnya.
Takut mengambil keputusan adalah penyakit yang dapat merugikan diri kita sendiri. Ketakutan mengambil keputusan lebih didasari oleh perasaan khawatir atau ketidaksanggupan dalam menghadapi kenyataan. Padahal, tanpa berbuat apa-apa pun kita harus menghadapi kenyataan, kan?
Maka, menghancurkan kebiasaan buruk ini harus kita lakukan. Diniatkan dengan benar lalu dilaksanakan dengan cara menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan hebat seperti diuraikan berikut ini.
1. BELAJAR MENERIMA KENYATAAN
Ketika Anda membaca kalimat ini, inilah kenyataan yang sedang Anda hadapi, bukan fiksi, pun bukan lamunan. Sebelum kenyataan ini, Anda sudah melewati kenyataan-kenyataan lain yang berkaitan dengan kenyataan saat ini. Kenyataan-kenyataan lain sebelum saat ini adalah buah dari keputusan Anda. Positif atau negatif keputusan yang Anda ambil, akan menjadi kenyataan baru.
Dengan demikian, sesungguhnya Anda bukanlah orang yang tidak bisa menerima kenyataan. Hanya saja, terkadang Anda memang memiliki berbagai macam peristiwa yang Anda hadapi dan sulit untuk menerima peristiwa tersebut. Seperti, ketika melihat orang yang Anda cinta berjalan-jalan dengan orang lain, tentu akan membuat Anda tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Tentunya pedih.
Tetapi, bagaimanapun juga kenyataan itu telah terjadi. Anda terima atau tidak, kenyataan itu tidak bisa Anda ulang kembali. Anda hanya bisa "memperbaiki". Nah, "memperbaiki" inilah yang disebut proses melaksanakan keputusan. Keputusannya bisa menjadi dua opsi: pertama, memutuskan hubungan dengan menjalin hubungan baru dengan orang lain, dan kedua, Anda semakin aktif mencintainya agar si dia tidak jatuh ke pelukan orang lain.
Kedua keputusan itu tentu memiliki konsekuensinya masing-masing. Namun, konsekuensi adalah kenyataan lain yang harus Anda hadapi pula. Jadi, tak perlu takut. Kalaupun sakit tidak seberapa lama harus kita pilih, tentu kesenangan yang selamanya adalah penawarnya.
2. MULAI DARI KEPUTUSAN KECIL
Belajarlah mengambil keputusan dari persoalan kecil. Misalnya, menaruh bolpoin di saku tas dalam paling depan. Keputusan kecil ini akan memudahkan Anda untuk menemukan dengan cepat ketika Anda membutuhkan bolpoin tersebut.
Berbeda jika Anda tidak memiliki keputusan dalam menaruh bolpoin, Anda akan sembarangan menaruhnya, asal masuk ke dalam tas. Nah, pada saat Anda membutuhkan bolpoin tersebut, Anda akan membuka seluruh saku tas untuk menemukannya.
Keputusan kecil seperti ini sangat berharga di waktu-waktu terdesak atau terburu-buru. Dengan membiasakan membuat keputusan kecil ini, Anda juga akan terbiasa membuat keputusan besar. Tentunya, Anda tidak takut lagi membuat keputusan.
3. BERPIKIR POSITIF
Kebiasaan berpikir positif sebenarnya bukan persoalan yang berat. Namun, karena tidak biasa, atau karena masih sering berpikir negatif, kita jadi kesulitan berpikir positif. Padahal, jika kita biasakan berpikir positif, hidup kita menjadi terasa lebi mudah dan lebih menyenangkan.
Fakta tersebut tidak bisa kita tolak, karena kenyataannya memang demikian. Coba saja Anda bandingkan ketika Anda selalu mengkhawatirkan sesuatu. Misalnya, Anda ingin pergi ke mall untuk belanja. Pertama, Anda khawatir kalau pakai motor nanti terjatuh atau tertabrak orang lain. Kedua, Anda khawatir kalau naik angkutan umum ada copet dan Anda kecopetan. Ketiga, Anda khawatir kalau meminta bantuan orang lain bakal merepotkan.
Duh, melihat daftar kekhawatiran tersebut, Anda jadi mengurungkan niat pergi ke mall untuk belanja. Demikian pula ketika Anda harus mengambil keputusan, ketika pikiran negatif melulu, maka Anda hanya akan mengambil keputusan yang salah; tidak jadi belanja ke mall.
Ketakutan mengambil keputusan membuat seseorang hidup dalam kemunduran. Ia tidak dapat menikmati zaman yang terus melaju. Pada akhirnya, ia akan terpuruk dalam penyesalan yang dalam. Ketika penyesalan sudah semakin dalam, susah rasanya untuk bangkit. Maka keputusasaan mengikat dirnya dalam penderitaan.
Sudah pernahkah Anda membuat keputusan yang buruk seperti itu? Jika sudah pernah, segeralah bangun. Bangun adalah sebuah keputusan yang membutuhkan konsekuensi-konsekuensi. Tidak perlu mengkhawatirkan konsekuensi, karena jika Anda mengkhawatirkannya Anda tidak akan pernah terlepas dari penderitaan. Bangun dan majulah!
JANGAN SUKA MENGELUH
Orang paing menyedihkan di dunia adalah orang yang suka mengeluh. Ada bintik kecil di wajahnya-mengeluh, rambut rontok satu-mengeluh, kulitnya terkena sinar matahari-mengeluh, dan seabrek keluhan-keluhan lain yang kontraproduktif. Mengeluh jelas kontraproduktif, menjadikan pelakunya tidak mampu berbuat apa-apa dan bahkan tidak mendapatkan apa-apa.
Semestinya, orang itu tidak mengeluh, sebab bersyukur jauh lebih baik daripada mengeluh. Bersyukur itu berkaitan dengan persoalan pikiran dan hati kita. Persoalan rohaniah. Namun, persoalan rohaniah ini akan mempengaruhi perjalanan hidup kita. Itu artinya, jika hati dan pikiran kita selalu baik, maka dalam kehidupan kita akan hadir hal-hal yang baik pula.
Bersyukur itu sikap positif yang akan membawa kebaikan. Tanpa bersyukur, orang akan kehilangan rasa bertanggung jawab atas apa yang telah diterimanya. Ia akan menghambur-hamburkan karunia itu untuk hal-hal yang tidak penting dan bahkan tidak bermanfaat. Pada akhirnya, harta yang dimiliki akan terkuras demi memenuhi nafsu belaka.
Hati dan pikiran kita harus dikendalikan agar tidak menjadi orang yang pandai mengeluh. Seseorang yang pandai bersyukur akan melakukan tindakan-tindakan yang bermanfaat, Orientasi tindakannya bukan semata demi uang saja. Akan tetapi, orientasi pada kebermanfaatan yang hakiki.
Orang dalam kekurangan yang mensyukuri nikmat yang diterimanya, maka hidupnya akan meraih kenyamanan dan ketenangan. Hati dan pikirannya dikendalikan pada hal-hal baik. Ia tidak berusaha mencuri untuk mencukupi kebutuhannya. Ia tidak berusaha curang untuk memenuhi keinginannya.
Jika tidak pandai bersyukur, orang yang memiliki kekayaan berlimpah akan merasakan segala macam kekurangan yang terus menggelayuti pikirannya. Pada akhirnya, hidupnya selalu gelisah, merasa paling sengsara dan penuh dengan penderitaan. Kenyataan harta berlimpah tidak akan cukup untuk membeli kenyamanan dan kesejahteraan.
Itulah masalah-masalah yang didapat bagi orang yang suka mengeluh dan tak pandai bersyukur, Maka dari itu, mari menghancurkan kebiasaan mengeluh kita dengan kebiasaan hebat berikut ini.
1. TERIMA KENYATAAN
Kenyataan tidak akan bisa kita ingkari. Bahkan lari ke ujung dunia pun, kenyataan akan tetap menjadi kenyataan. Tidak menerima kenyataan membuat sikap kita menjadi pengeluh. Setelah itu, kita tidak mampu mengambil sisi positif dari kenyataan tersebut. Dan, pada akhirnya kita akan menjadi orang yang konyol, stres berkepanjangan dan mengganggu kejiwaan.
Terimalah kenyataan dengan lapang dada. Ada hal-hal yang tidak mampu kita lakukan, tidak mampu kita jangkau. Dan, ada tangan-tangan gaib yang telah mengatur kenyataan untuk kita hadapi. Oleh sebab itu, merasionalkan bahwa kenyataan harus kita terima dan kita ikhlaskan adalah sebuah keharusan.
2. FOKUS PADA APA YANG KITA MILIKI
Agar kita menjadi orang kaya yang bahagia, maka kita harus fokus pada apa yang kita miliki. Karena itulah cara agar kita senantiasa bersyukur. Dengan fokus pada apa yang kita miliki, walaupun kita sebenarnya dalam kesulitan kita akan merasa tetap bahagia.
Dengan bersyukur kita akan mendapatkan nikmat yang lebih besar. Dengan bersyukur, maka Tuhan akan menambah anugerah nikmat-Nya pada kita. Sekecil apapun nikmat itu harus kita terima dan kita syukuri. Selanjutnya, rasa syukur itu kita buktikan dengan perbuatan, yaitu dengan menggunakan nikmat tersebut untuk mengabdi pada yang Maha Memberi dan untuk melakukan kebaikan pada sesama manusia.
3. MEMBIASAKAN BERSYUKUR
Sesungguhnya orang kaya itu bukan orang yang sekadar memiliki banyak uang. Akan tetapi, orang kaya adalah orang yang pandai bersyukur dan bisa menikmati apa yang mereka miliki. Dengan demikian, rasa syukur bukan hanya menciptakan suasana yang tenteram dan nyaman, tetapi juga telah menyelamatkan mereka dari kegelisahan dan penderitaan.
Banyak sekali manfaat yang akan dirasakan oleh pribadi yang pandai bersyukur. Dengan bersyukur, sesulit apapun kehidupan yang kita lewati akan tetap terasa indah. Dengan bersyukur, sesuap nasi bertabur garam yang kita telan akan terasa begitu nikmat. Dengan bersyukur, gubuk rapuh yang kita diami akan terasa nyaman laksana istana.
Setiap hari mungkin kita lebih banyak mengeluh daripada bersyukur. Padahal syukur akan membuat hati kita tenteram. Sebaliknya, dengan mengeluh akan membuat hati kita semakin resah dan gelisah. Kesuksesan pun akan sulit kita dapat apabila kita selalu mengeluh.
JANGAN RAGU
Penghambat internal yang harus kita hadapi adalah self-doubt atau rasa ragu pada diri sendiri. Banyak orang sukses memiliki keraguan dan kegelisahan yang parah. Mereka tetap terus berusaha mengatasinya.
Keraguan adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Keraguan membuat penderitanya bersembunyi di kolong tempat tidur untuk tidak berbuat apa-apa. Orang-orang sukses bukanlah orang-orang yang tanpa keraguan. Namun, mereka mampu mengatasi persoalan itu dengan cara yang cerdas.
Ragu-ragu akan menjerumuskan orang pada kegagalan. Jika kita ragu-ragu mengambil keputusan, maka kita akan kehilangan kesempatan. Jika kita ragu-ragu dalam mengeksekusi solusi atas masalah tertentu, maka masalah tersebut tidak akan terselesaikan. Demikian pula, jika kita ragu-ragu pada saat mau memulai bisnis, pada akhirnya kita hanya menjadi si pengkhayal.
Ragu-ragu harus diatasi agar kita tumbuh maju untuk meraih kegemilangan kesuksesan. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang digunakan orang-orang sukses dalam mengatasi keraguan.
1. LIHAT KEMBALI KESUKSESAN ANDA
Ketika keraguan ada dalam diri, lihatlah sejenak keberhasilan dan kesuksesan yang pernah kita capai sebelumnya. Jangan berpikir terlalu lama, cukup melihat kembali kejadian yang serupa dimana kita telah berhasil.
Tiger Woods mempraktekkan langkah ini dan berhasil. Ia berkata bahwa ketika ia harus menghadapi suatu pukulan yang sangat menegangkan, "Yang selalu kupikirkan adalah 'Anda telah melakukan pukulan semacam ini beribu-ribu kali. Melangkahlah dan rileks, dan pukullah bola tersebut."
Diana Bean, senior wakil presiden bidang pengembangan bisnis Manulife, berkata, "Ini adalah tentang pengalaman. Pada awalnya, Anda akan berpikir, 'Aduh, aku tidak tahi apa-apa. Aku juga mengacauakn semuanya.' Dan kemudian, Anda belajar mencari jalan keluarnya, dan Anda terus melangkah ke tahap selanjutnya. Setelah beberapa waktu, Anda akan menyadari bahwa meskipun Anda tidak mengerti apapun tentang suatu hal, Anda akan mengetahuinya nanti, dan kemudian bisa mengatasinya."
2. MELAKUKAN LEBIH CEPAT DARIPADA KERAGUAN
Mengatasi keraguan adalah dengan cara melakukan lebih cepat daripada keraguan itu bekerja. Ketika kita lebih cepat daripada keraguan, maka kita akan melaju kencang hingga akhirnya jauh meniinggalkan keraguan.
Penulis novel terkenal, Stephen King, menggunakan strategi ini. Ia berkata, "Banyak sekali peluang bagi keraguan diri untuk menyerang. Tetapi jika aku menulis dengan cepat, menuangkan cerita sesuai dengan apa yang muncul di benakku.....aku bisa berhasil menjaga antusiasme orisinalku, dan pada saat yang sama, meninggalkan keraguan diri yang selalu mencari celah untuk masuk."
3. PERCAYA DIRI
Seimbangkan keraguan dengan sikap percaya diri. Musisi pemenang Grammy Award, Gary Burton menggambarkan strategi ini dengan baik: "Menurutku, setiap seniman terbentur antara perasaan 'aku hebat' dan 'aku payah'. Ada momen-momen dimana kita merasa, 'Ya ampun, aku beruntung bisa sampai ke tahap ini.' Kemudian, Anda berganti haluan dan melakukan sesuatu yang membuat Anda gembira, dan Anda akan berpikir, 'Ini sungguh hebat!"
Keraguan-raguan akan memupuskan harapan kita dalam mencapai kesuksesan. Bahkan, keragu-raguan akan membunuh kemampuan kita untuk memulai sebuah usaha yang hasilnya sudah kita impi-impikan. Pada akhirnya kita akan menjadi pecundang di antara orang-orang yang berhasil meraih kesuksesan.
JANGAN MUDAH BINGUNG
Ketika seseorang mengalami ketidakjelasan, maka orang tersebut akan merasa bingung dengan tujuan hidupnya. Hal semacam ini bisa mengakibatkan orang menjadi stres dan depresi. Masalah ekonomi memang banyak membuat orang menjadi bingung. Bahkan tidak hanya sekadar itu, masalah finansial juga dapat menjadikan seseorang untuk bertindak kriminal.
Tuntutan kesempurnaan hasil kerja dari atasan dan kesulitan, mengimplementasikan rencana kerja dapat menjadi pemicu munculnya stres pada seseorang. Timbul rasa bingung karena hubungan personal. Biasanya berupa lemahnya kejiwaan, mudah berprasangka buruk, mudah tersinggung, merasa tertindas dan merasa tersaingi.
1. RELAKSASI
Cobalah untuk melakukan relaksasi dengan cara olah pernapasan dan sedikit melakukan pemanasan tubuh, karena cara ini bisa membuat pikiran menjadi lebih tenang.
2. NIKMATI JALAN HIDUP KITA
Berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain. Membandingkan diri kita dengan orang lain hanya akan menguras energi dan mental kita. Kita memiliki jalan sendiri yang harus kita lalui. Daripada selalu membandingkan diri kita dengan orang lain, lebih baik fokus melakukan hal-hal terbaik yang dapat kita lakukan.
3. YAKIN
Kita harus percaya bahwa sesuatu akan kembali baik pada akhirnya. Tidak peduli seberapa buruk keadaannya saat ini, kita harus berusaha dan berdoa ditambah keyakinan bahwa kita bisa mengakhiri keadaan buruk itu. Memiliki keyakinan akan menghilangkan banyak kekhawatiran di dalam hidup kita dan hal itu tentu saja akan memberikan ketenangan dan kedamaian.
Orang yang mudah bingung akan mengalami masalah besar. Ia tidak mampu memecahkan kebingungannya sehingga menciptakan masalah-masalah baru. Orang sukses adalah orang yang memiliki kemampuan untuk membuat keputusan strategis. Oleh sebab itu, kebingungan harus dihancurkan.
BIASAKAN TEPAT WAKTU
Kebiasaan yang menjadi penyakit buruk adalah tidak tepat waktu, sering datang terlambat, dan mengabaikan waktu yang kita miliki. Apabila kita adalah siswa, mahasiswa atau pekerja, datang ke sekolah, ke kampus dan ke tempat kerja tidak tepat waktu, maka akan kita terima konsekuensi logis dari perbuatan itu.
Datang terlambat adalah salah satu penghambat kesuksesan seseorang, karena kebiasaan ini seringkali merugikan kita. Sikap ini terjadi karena kurang disiplinnya kita dalam mengatur waktu. Bagi sebagian orang, terlambat merupakan hal yang biasa dalam kehidupan mereka. Namun, sebenarnya kebiasaan ini justru berdampak buruk bagi kehidupan mereka.
Hampir setiap hari, bisa dipastikan ada siswa, mahasiswa, atau pekerja yang terlambat datang dengan berbagai macam alasan. Begadang adalah salah satu penyebab keterlambatan karena akan membuat bangun kesiangan. Jika demikian, maka kedatangan kita pun akan menjadi terlambat.
Karena sama sekali tidak positif, kebiasaan datang tidak tepat waktu harus kita hancurkan. Beberapa kebiasaan hebat ini dapat mengatasi keterlambatan tersebut.
1. TIDUR LEBIH AWAL DAN BANGUN LEBIH AWAL
Sebaiknya tidur paling lambat pukul 9 malam. Tidur membuat otak bekerja dan meningkatkan daya ingat. Ketika kita tidur lebih awal, maka kita akan mudah bangun lebih awal. Dengan demikian, kita akan datang di tempat pemberhentian bus lebih awal.
2. KETAHUI CUACA
Hujan tidak dapat dihindari. Namun, jika pertanda hujan sudah tampak, maka bisa diantisipasi dengan berangkat lebih awal. Jika perlu, persiapkan jas hujan, bagi Anda yang mengendarai motor sendiri. Atau siapkan payung, bagi Anda yang menumpang angkutan umum.
3. HARGAI ORANG LAIN
Menghargai orang lain akan membuat kita sungkan untuk datang terlambat, baik di tempat kerja, di sekolah, maupun di tempat kita janjian dengan orang tersebut. Sikap penghargaan kepada orang lain akan membangun diri kita untuk pintar mengatur jadwal kegiatan. Dengan demikian, kita terhindarkan untuk tidak tepat waktu.
Semua yang ada di bumi ini butuh keteraturan. Jika tidak ada keteraturan, maka akan terjadi miskoneksi atau juga menimbulkan kegagalan-kegagalan. Orang yang biasa terlambat cenderung merasa tidak bersalah. Rasa tidak bersalah ini akan menghancurkan kehidupannya sendiri. Sebab, ia tidak mampu berintrospeksi dan membangun dirinya untuk lebih sempurna. Pada akhirnya, tidak ada kesuksesan yang datang kepadanya.
JANGAN PERNAH INGKAR JANJI
Anda boleh berutang janji selama Anda 100% yakin Anda bisa menepatinya. Pada intinya, orang boleh saja berjanji macam-macam asal ia seratus persen yakin bisa menepati janji, kecuali terjadi hal-hal yang tidak bisa dicegah. Itu adalah takdir Tuhan.
Jika Anda tidak yakin, Anda tidak perlu berjanji muluk-muluk. Jauh lebih baik apabila Anda memberi surprise dengan tidak mengatakan pada orang lain tentang rencana Anda. Jika ternyata tidak bisa dilakukan, itu tidak akan membuat kecewa karena Anda tidak pernah berjanji sebelumnya.
Kepercayaan adalah sesuatu yang sulit sekali diciptakan kembali ketika Anda sudah menghilangkannya. Masalah sekecil apapun, apabila Anda tidak bersikap jujur, bisa menjadi masalah besar. Sekali Anda ingkar janji, orang lain akan menjadi lebih mudah curiga saat Anda melakukan sesuatu.
Oleh karena itu, kebiasaan ingkar janji ini nyata-nyata harus dihancurkan. Berikut ini beberapa kebiasaan hebat yang bisa membuat kebiasaan buruk Anda dalam ingkar janji bisa hancur luluh lantak.
1. BIASA MENAKAR KEMAMPUAN
Kemampuan Anda saat ini akan sangat berbeda dengan kemampuan Anda di masa mendatang. Bisa jadi lebih baik, bisa jadi lebih lemah. Agar janji yang Anda buat tidak Anda ingkari, sebaiknya biasakan menakar kemampuan Anda. Misalnya, ketika Anda berjanji bertemu seseorang pukul 11 malam, Anda harus bisa memperkirakan apakah jam segitu Anda masih kuat menahan kantuk setelah seharian bekerja keras.
2. BERKATA DENGAN TEGAS
Ketika Anda sudah bisa menakar kemampuan Anda, maka lanjutkan untuk berkata dengan tegas apa yang Anda yakini. Misalnya, teman Anda mengajak bertemu pukul 11 malam, dan Anda memperkirakan hal itu tidak mungkin Anda lakukan karena Anda sudah kecapean. Untuk itu, katakan dengan tegas bahwa Anda tidak bisa bertemu pada jam segitu. Mengatakan dengan jujur dan tegas itu lebih baik daripada mengecewakan teman Anda.
3. HIDUPKAN KASIH SAYANG
Kasih sayang akan menjadikan orang hidup dalam kebaikan. Ia tidak akan tega mengecewakan orang lain. Kasih saja belum cukup. Harus dilengkapi dengan rasa sayang. Kasih tanpa sayang itu ibarat memberi tanpa memikirkan faktor risiko pada pemberiannya. Misalnya, Anda adalah seorang ibu, dan anak Anda yang masih kecil suka dengan permen, setiap hari Anda memberinya permen. Apakah itu bagus? Tidak, itu buruk sekali bagi kesehatan buah hati Anda.
Ingkar janji adalah sikap yang buruk dan harus dimusnahkan dari diri kita. Ingkar janji, walaupun tidak disengaja, maksudnya karena kondisi yang tidak memungkinkan, tetap saja berpeluang mengecewakan orang lain, apalagi ingkar janji yang disengaja. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi agar kita tidak ingkar janji, maka kita bisa menghancurkan kebiasaan buruk tersebut dengan menumbuhkan kebiasaan hebat sebagaimana diuraikan di atas.
JANGAN SUKA BERBOHONG
Kepribadian seseorang yang unggul dan berpengaruh dibangun atas integritas yang menyeluruh. Apa yang akan membuat orang lain memberi pekerjaan atau tanggung jawab kepada kita adalah sebab kepercayaan. Bos yang mempekerjakan kita percaya bahwa kita mampu mengerjakan pekerjaan yang diberikannya sesuai dengan keinginannya. Perusahaan kita bisa bermitra dengan perusahaan lain juga karena adanya kepercayaan.
Orang yang suka berbohong tidak akan ada harganya. Secerdas apa pun ia, jika tidak dapat dipercaya, maka akan dijauhi orang lain. Jika selalu dijauhi orang, maka kesempatan menjadi orang sukses pun hilang. Karena dapat membahayakan diri sendiri, maka kebiasaan berbohong harus kita hancurkan dengan menumbuhkan kebiasaan hebat berikut ini.
1. BELAJAR JUJUR
Belum banyak orang yang berpikir tentang bagaimana menjadi pribadi yang dipercaya. Padahal, kita telah menyaksikan sulitnya menemukan orang yang bisa dipercaya namun kita sendiri jauh dari sikap bisa dipercaya.
Kepercayaan itu berkaitan erat dengan kejujuran yang tertunaikan. Seseorang yang jujur akan lebih mudah mendapat peluang daripada orang yang tidak jujur.
2. BIASA BERTANGGUNG JAWAB
Ketika kita berusaha menyelesaikan sebuah tugas, dan kita mempertanggung-jawabkannya, maka kita tidak perlu berbohong. Orang berbohong biasanya dipicu oleh ketidak muan mempertanggungjawabkan kewajibannya. Padahal, seseorang yang bertanggung jawab akan lebih mudah mendapatkan kesempatan daripada orang yang tidak bertanggung jawab.
3. MENABUNG KEPERCAYAAN
Kepercayaan itu ibarat buku tabungan. Ketika kita menyetorkan uang ke bank, maka pihak bank akan mencatat saldo kita. Ketika saldo kita meumpuk, maka kita akan menjadi kaya. Tetapi, jika setoran kita lebih sedikit daripada penarikan, maka saldo kita bisa jadi minus.
Demikian juga dengan kepercayaan. Kepercayaan tidak muncul dengan sendirinya. Kita harus memupuknya sedikit demi sedikit. Semakin besar tabungan kepercayaan yang kita setor kepada seseorang, maka semakin besar pula kesempatan kita untuk merebut kemakmuran.
Kegemaran berbohong pada akhirnya akan merugikan diri sendiri. Sebab, berbohong dapat membunuh rasa percaya orang lain kepada diri kita. Apa yang harus kita lakukan adalah menjadi pribadi yang dipercayai dan bisa merawat kepercayaan tersebut. Mulailah segala aktivitas dengan meraih kepercayaan orang kepada diri kita. Orang-orang yang rajin menabung kepercayaan pada akhirnya ia akan merasa berat untuk berbuat curang. Sebab, menjadi pribadi yang terpercaya itu lebih menguntungkan daripada menjadi pribadi yang tidak bisa dipercaya.
BIASAKAN BERTANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab itu memang berat. Tapi, orang yang tidak bertanggung jawab adalah orang yang menyengsarakan dirinya sendiri. Kenapa bisa begitu? Sebab, ketika kita tidak bertanggung jawab pada pekerjaan tertentu, orang lain akan khawatir memberi kita kepercayaan atau tanggung jawab. Pada akhirnya, kita akan menjadi orang yang merugi karena tidak bisa dipercaya.
Mengingat betapa buruk akibat kebiasaan tidak bertanggung jawab ini, maka seyogyanya kita menghancurkan kebiasaan buruk itu. Hal-hal berikut ini akan membantu kita menumbuhkan kebiasaan hebat yang dapat menghancurkan kebiasaan buruk tersebut.
1. BERINTEGRITAS
Kepribadian berintegritas adalah gambaran orang-orang yang memiliki kompetensi unggul, teliti dalam berpikir dan bekerja sehingga dapat dipercaya oleh mitra bisnis maupun calon pasangan. Keadilan yang menyeluruh adalah prinsip baginya dalam memperlakukan orang lain.
2. HILANGKAN EGO
Egoisme adalah keburukan yang baginya harus diredam tanpa ampun. Diri menjadi entitas yang tidak terlepas dengan orang lain sehingga tidak bersikap seenaknya sendiri kepada orang lain. Menjadikannya bagian yang tak terpisahkan sehingga empati tumbuh kuat dalam kepribadian ini.
3. SELALU BERTUMBUH
Orang yang bertanggung jawab memiliki kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang optimal. Target pekerjaan tercapai bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga mencapai kualitas yang diinginkan. Dengan demikian, ia adalah orang yang selalu berorientasi pada pertumbuhan dan peningkatan.
Bertanggung jawab adalah upaya dan hasil. Bukan hanya mengenai hasil baik atau hasil buruk, tetapi bagaimana kita mengkomunikasikan hasil tersebut dengan pertanggunjawaban yang penuh. Ketika kita mampu bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan, maka walaupun hasilnya buruk, orang lain akan tetap memberi kepercayaannya kepada kita. Sebab, dalam diri orang yang bertanggung jawab, selalu ada semangat untuk bertumbuh, semangat untuk memperbaiki diri.
JANGAN LARI DARI MASALAH
Orang yang tidak bertanggung jawab lebih suka lari dari masalah. Padahal, ketika kita lari dari masalah, di depan sana masalah yang lebih besar akan menghadang diri kita. Masalah ada dimana-mana, baik di rumah gedongan ataupun di gubug reyot. Masalah dialami oleh semua orang tanpa memandang usia, sehingga seringkali orang banyak menilai bahwa setiap satu kepala memiliki lebih dari satu masalahnya sendiri.
Masalah itu bisa muncul dari dalam diri sendiri. Ia muncul dari cara berpikir, ketidaktahuan, keserakahan dan bahkan dari kesombongan. Jangan pernah menyerah karena kita sedang ada masalah. Jangan putus asa karena menghadapi masalah.
Adanya permasalah itu artinya kita masih hidup. Adanya masalah berarti adanya tantangan untuk diselesaikan yang membuka kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri sendiri. Menabung banyak uang di bank itu boleh dan sangat dianjurkan, tapi menabung banyak masalah itu sangat tidak disarankan. Oleh karena itu, kita harus menghancurkan kebiasaan buruk tersebut dengan menumbuhkan kebiasaan hebat berikut ini.
1. JANGAN PANIK
Satu fenomena yang sering terjadi adalah begitu kita meniatkan tekad untuk memperbaiki kehidupan kita, kita justru mendapat hantaman masalah bertubi-tubi. Segala kesulitan hidup seakan mendadak muncul untuk mengucapkan salam kenalnya kepada kita. Pada akhirnya, kita merasa bingung dan ragu akan sebuah solusi yang membawa masalah baru.
Ketika masalah datang, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menenangkan diri. Tanpa dipanggil pun masalah akan datang sendiri. Masalah tidak perlu diundang akan hadir sendiri tanpa memandang waktu dan tempat. Tidak perlu panik. Ambil napas panjang dan sediakan waku untuk mengelola dan mengalahkan masalah.
2. TERIMA MASALAH TERSEBUT
Masalah bisa berupa ketakutan akan ketinggian. Ketika berada pada tempat yang tinggi, langkah kita akan tertahan dan tidak beranjak ke lokasi lain. Masalah bisa berupa ketakutan akan tempat yang gelap. Masalah bisa berupa ketakutan akan tempat yang sepi.
Masalah juga bisa berupa ketakutan akan adanya perubahan, akan adanya hal baru yang mungkin memaksa dan melibatkan diri untuk berubah juga sesuai keadaan. Coba terima dan jalani perubahan sedikit demi sedikit, ulangi dan nikmati setiap perubahan hingga terbiasa.
3. BERPIKIR DAN BERTINDAK POSITIF
Hidup telah memberi pelajaran kepada kita. Jika kita akan berkembang menjadi lebih besar, maka masalah yang muncul semakin besar. Agar dapat mendamaikan diri, maka kita harus berpikir dan bertindak positif. Sikap seperti itu akan mencairkan kebekuan persoalan, membantu kita dalam menyelesaikan masalah.
Pikiran positif sangat membantu saat menghadapi masalah. Kita harus percaya dan yakin mampu menemukan solusi untuk mengalahkan masalah yang sedang dihadapi. Selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah, jika kita memiliki kemauan untuk menyelesaikan masalah itu.
Masalah bukan untuk dihindari, tapi dihadapi dan diselesaikan. Jangan pernah lari dari masalah. Pada setiap pilihan hidup, pada setiap jawaban dari pilihan yang diambil, akan ada masalah lain untuk dihadapi. Jangan kaget. Jangan khawatir. Jalani dan nikmati setiap masalah. Kesusahan sehari cukup untuk sehari. Hari esok memiliki kesusahannya sendiri.
BIASAKAN DISIPLIN
Ketidakdisiplinan adalah sikap dan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Ketidakdisiplinan dapat melemahkan tekad mencapai kesuksesan. Oleh sebab itu, tindakan tidak disiplin termasuk dalam kebiasaan buruk.
Kerjakanlah pekerjaan yang paling sulit terlebih dahulu yang membutuhkan banyak perhatian. Jangan yang mudah didahulukan. Karena jika kalian mengerjakan yang mudah dulu ketika kalian mau mengerjakan yang sulit sudah kehabisan energi. Maka prioritaskan yang terpenting!
Karena tidak disiplin adalah kebiasaan buruk, maka kita harus menghancurkannya. Berikut ini kita akan menumbuhkan kebiasaan hebat untuk menghancurkan sikap dan tindakan tidak disiplin tersebut.
1. KONSISTEN
Walaupun terkadang berat untuk mendisiplinkan diri, namun disiplin ini harus selalu dilakukan secara konsisten dan terus menerus. Jika mood sedang tidak bagus, maka ini adalah sebuah tantangan bahwa disiplin memang dibentuk dari aktivitas yang dilakukan secara terus menerus.
2. APA YANG ANDA PIKIRKAN ADALAH BAKAL TERJADI
Semua yang kita alami dan kita lakukan adalah buah dari pemikiran kita. Dengan pemikiran bahwa "Saya bisa melakukan", maka secara otomatis otak kita akan selalu melakukannya dan terbentuklah budaya disiplin. Stimulus pikiran Anda untuk disiplin setiap hari dengan menulis motivasi-motivasi tentang kedisiplinan dan hasil dari kedisiplinan.
3. BUANG JAUH ALASAN UNTUK TIDAK DISIPLIN
Terkadang akan ada banyak alasan untuk tidak konsisten menjalankan disiplin, justru alasan ini akan mengganggu. Misalnya, karena badan capek, maka kita "meliburkan" sikap disiplin. Alasan tersebut tentu saja akan membuat kita lengah. Maka dari itu, cobalah buang jauh-jauh semua alasan-alasan yang bisa membuat kita jadi malas untuk menjalankan disiplin.
Mendisiplinkan diri memang kadang tidak mudah bagi sebagian orang. Meski langkah diatas sudah komprehensif, tetapi tidak serta merta bisa kita praktiekkan. Cobalah untuk selalu terbuka menerima saran dan nasihat dari orang terdekat atau orang lain. Tidak selamanya nasehat itu berarti mencampuri urusan kita.
Ikhlaslah melakukan kedisiplinan. Tanpa keikhlasan terhadap apa yang kita kerjakan, maka yang ada adalah tekanan atau malah seperti penderitaan. Tanamkan dalam diri kita bahwa kedisiplinan bisa membawa kita ke puncak kesuksesan.
JANGAN MALAS MENINGKATKAN KUALIFIKASI
Ilmu dan teknologi telah berkembang sangat pesat pada era ini. Persaingan semakin ketat dalam berbagai segi, baik ekonomi, politik dan lain sebagainya. Apalagi, MEA, perdagangan bebas, yang sudah diketok sejak 2014 memudahkan orang luar negeri bekerja di negeri kita.
Kita sudah mahfum, bahwa ada banyak tenaga kerja yang diimpor dari luar negeri untuk menangani berbagai pekerjaan infrastruktur yang sedang dibangun di Indonesia. Kita hanya bisa marah-marah kepada presiden dan pemerintah atas kejadian itu. Padahal, sudah jauh hari kita diperingatkan bahwa perdaganan bebas tidak dapat ditolak negara manapun.
Negara yang maju tidak hanya mengandalkan pada kekuatan sumber daya alam. Akan tetapi juga sumber daya manusia sangat menentukan. Persaingan akan semakin ketat, yang tidak ahli di bidangnya dan tidak punya spesialisasi, maka akan tersingkir.
Sertifikasi keahlian tertentu, sudah marak dilakukan pemerintah maupun pihak-pihak yang terkait. Kita tidak perlu lagi sinis dan nyinyir dengan program semacam itu. Kenyataan tidak bisa kita tolak. Kita harus tahu dari sekarang apa spesialisasi yang kita tekuni.
Kenyataan tersebut menantang kita untuk mempersiapkan diri. Jangan kita lengah dengan kebiasaan buruk tidak mau meningkatkan kualifikasi. Oleh sebab itu, mari kita hancurkan dengan menumbuhkan kebiasaan hebat berikut ini.
1. KETAHUI BIDANG KEAHLIAN ANDA
Bidang apa yang Anda minati, itu tidak masalah. Apa yang terpenting, putuskan untuk menjadi setahu mungkin. Tekuni agar seahli mungkin. Ini penting dan sangat vital untuk masa depan kita. Ketahuilah bahwa, orang-orang yang ahli akan mendapat tempat yang prestisius. Mereka juga mendapatkan keuntungan-keuntungan lain, baik material maupun spiritual.
2. INVESTASIKAN KEAHLIAN ANDA
Kalau kita memiliki warisan yang banyak, investasi kita adalah harta benda. Tetapi, kalau kita hanya memiliki sedikit warisan, investasi kita adalah keahlian itu sendiri. Dan, ketika kita memiliki investasi berupa spesialisasi dalam bidang tertentu, maka akan mendatangkan kebaikan bagi kehidupan materiil dan spiritual kita.
3. TEKUN
Bukan masalah kemampuan apa yang kita miliki, tetapi apakah kita menekuni dan ahli dalam bidang itu? Kalau saat ini kita menjadi seorang sopir, jadilah sopir yang andal. Mampu mengendalikan kendaraan yang kita kendarai dan mampu mengendalikan emosi kita saat mengendarai kendaraan tersebut.
Ijazah, sertifikat dan pengakuan formal lainnya bukan merupakan faktor utama untuk menggapai sebuah kesuksesan. Hanya keahlianlah yang patut kita prioritaskan. Kesuksesan akan mudah kita raih apabila kita mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri kita. Karakter dan kepribadian yang kuat, tentu akan lebih makmur dan sejahtera dari orang yang berkarakter lemah.
JANGAN MALAS KERJA KERAS
Kadangkala, jika Anda sedang kerja dengan sangat keras, Anda tidak tahan untuk berpikir, "Andai aku lahir dengan bakat yang lebih, aku tidak harus bekerja sekeras ini." Well, mungkin ini bisa meyakinkan Anda bahwa yang benar-benar membuat orang menjadi hebat bukanlah bakat, melainkan kerja.
Professor Michael Howe dan rekan-rekan kerjanya di Universitas Exeter meneliti prestasi-prestasi terbaik di berbagai area, dan tidak bisa menemukan seorang pun yang bisa mencapai level tertinggi tanpa ratusan jam kerja dan latihan, baik itu di bidang musik, matematika, catur atau olahraga lainnya.
Malas bekerja keras menjadi penyakit yang tidak hanya merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh sebab itu, mari kita hancurkan dengan cara menumbuhkan kebiasaan hebat berikut ini.
1. KEMBANGKAN BAKAT MELALUI HOBI
Beberapa orang yang tampaknya berbakat di usia muda tidak tumbuh menjadi orang-orang hebat. Mereka pikir bakat mereka akan membawa mereka ke sana, sehingga mereka tidak mengutamakan kerja keras dalam usaha untuk meraih kesuksesan.
2. BEKERJA LEBIH DARI 10 JAM SEHARI
Mozart, seorang komposer dunia, sejak kecil orang tahu bahwa ia memiliki bakat yang cemerlang. Tetapi ia masih harus bekerja selama 12 jam sehari selama lebih dari satu dekade guna menghasilkan karya masterpiece-nya yang pertama.
3. JANGAN MALAS
Michael Jordan, ketika ia mulai bermain basket untuk universitasnya, permainannya mengendur, sehingga pelatihnya mengeluarkannya dari tim. Hal tersebut menyadarkannya bahwa kalau ia malas dan bergantung pada keahlian semata, maka ia akan hancur. Dan, kemudian ia menjadi salah satu pemain basket yang bekerja paling keras. Ia bahkan menggertak pemain-pemain lain jika mereka tidak cukup mengerahkan kemampuannya.
Kerja keras adalah yang utama. Kita terlalu memuja bakat, dan memandang rendah kerja keras karena kita tidak melihat segala usaha di balik suatu kesuksesan. Yang kita lihat adalah ketenaran selama 15 menit dari seorang penari "berbakat", dan bukannya usaha selama 15 tahun untuk meraihnya. Kita melihat nilai sempurna 10 dari seorang pesenam "berbakat", dan bukan sepuluh tahun perjuangan untuk meraihnya. Kita melihat 200 halaman buku, dan bukan 20.000 jam penuh keringat yang dihabiskan si penulis "berbakat".
Comments
Post a Comment