LANGKAH 2 : BENTUK KARAKTER ANDA
CIPTAKAN KEPRIBADIAN UNGGUL
Manusia adalah makhluk Tuhan yang dianugerahi kepuasan dan ketidakpuasan. Kedua hal itu, menuntut manusia selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhannya agar tercapai kepuasan yang diinginkannya. Dalam hal itu, manusia menjadi bergairah untuk menjalani kehidupan ini.
Dalam proses pencapaian kepuasan, manusia akan menunjukkan gejala-gejala tertentu. Gejala-gejala tertentu tersebut adalah bagian dari kepuasan dan ketidakpuasan yang dipengaruhi oleh kerja pikiran yang menyerap informasi dari lingkungan, pengalaman, belajar, dan lain sebagainya. Gejala-gejala tertentu itu disebut kepribadian.
Ketika merasakan kepuasan, orang akan senang. Gejala yang dapat dilihat adalah lebih banyak tersenyum, wajahnya ceria, ramah dan lain sebagainya. Ketika merasakan ketidakpuasan, orang akan sedih. Gejala yang dapat dilihat adalah murung, mudah tersinggung, dan lain sebagainya.
Orang saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan fisik dan naluriah tersebut adalah faktor yang mendasari segala bentuk aktivitasnya.
Namun, karena ada pikiran maka tingkah laku orang tidak hanya ditentukan oleh dorongan kebutuhan-kebutuhannya. Ketika orang memiliki kebutuhan makan, misalnya, tidak lantas membuat orang memakan makanan apa saja. Orang akan mempertimbangkan soal rasa makanan, hak kepemilikan makanan, dan lain sebagainya.
Pertimbangan-pertimbangan tersebut berkaitan dengan tatanan dan kaidah-kaidah nilai yang dimiliki manusia dalam menentukan tingkah laku kepribadiannya. Tatanan dan kaidah-kaidah nilai inilah yang menentukan perilaku atau sikap seseorang. Mereka tidak sembarangan dalam memenuhi kebutuhannya, tetapi melakukan upaya dengan tetap tunduk pada tatanan dan kaidah nilai.
Pikiran manusia mengolah tatanan dan kaidah nilai tersebut untuk membedakan yang baik dan yang buruk, mana perbuatan baik dan mana yang buruk, dan lain sebagainya. Setelah memahaminya, orang akan menunjukkkan gejala-gejala tertentu, baik dan buruk dalam bersikap.
Keinginan orang dalam memperbaiki diri, baik mental maupun perilaku adalah upaya untuk membentuk kepribadian yang sesuai dengan tatanan dan kaidah nilai yang ada dalam kelompok masyarakatnya. Jika kepribadian seseorang tertata sesuai kaidah nilai yang berlaku, maka bisa dipastikan citra dirinya akan meningkat dan kesejahteraan hidupnya lebih baik daripada orang lain.
Kepribadian adalah bentuk-bentuk mental dan perilaku yang memberi ciri khas bagi seseorang sehingga membedakannya dengan orang lain. Wujud kepribadian seseorang bisa nampak dari luar, yakni berupa perilaku-perilaku fisik maupun sikap-sikap mental yang diperlihatkan secara konsisten dalam kehidupannya.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa kepribadian bisa memperlihatkan corak, warna, model karakter seseorang. Corak, warna dan model karakter seseorang itulah yang menciptakan daya tarik positif dan negatif bagi orang yang melihatnya.
Corak, warna dan model karakter itu juga membuat orang lain dapat merasakan kenikmatan dan kepuasan atau kesengsaraan dan ketidakpuasan jika memandang, bertemu, berinteraksi dengan pemilik corak, warna dan model karakter tersebut. Oleh sebab itu, kepribadian dapat menentukan apakah seseorang itu berpengaruh dan memikat bagi orang lain atau tidak.
Proses membangun kepribadian diri yang unggul dan tangguh membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Malas, bosan, stres dan lain-lain adalah bagian dari perjuangan yang harus ditaklukkan untuk mendapatkan kepribadian menarik. Oleh sebab itu, ketika seseorang berhasil mendapatkan kepribadian yang unggul dan tangguh maka ia akan mudah mempengaruhi dan memikat orang lain sehingga mudah pula mendapatkan kesuksesan-kesuksesan lainnya.
Kepribadian yang unggul dan tangguh memiliki prinsip-prinsip yang mutlak harus dilakukan. Prinsip-prinsip tersebut merupakan kaidah dasar agar menjadi orang yangbaik. Dengan menjadi orang yang baik maka Anda akan memiliki kepribadian yang baik.
Prinsip-prinsip untuk menjadi pribadi yang baik adalah berpikir, merasa, mengerti, memahami, melakukan dan berperilaku sesuai dengan norma dan tata nilai yang berlaku. Jdi, prinsip kepribadian yang baik itu berkaitan dengan mental dan spiritual serta fisik dan laku. Jika apa yang kita pikirkan, rasakan, mengerti, pahami, lakukan telah sesuai dengan norma dan tata nilai yang ada, maka otomatis kita akan menjadi pribadi yang baik.
Kepribadian yang baik akan membuat Anda disukai dan dipercaya oleh orang lain. Walaupun untuk membangun kepribadian itu tidak mudah, namun kita harus tetap mengupayakannya agar kehidupan kita menjadi lebih baik. Dengan kepribadian yang baik kita dapat menemukan kesempatan untuk membahagiakan diri dan sesama.
PIKIRAN POSITIF MEMBENTUK KEPRIBADIAN TANGGUH DAN MEMIKAT
Kepribadian yang tangguh dan memikat salah satunya dibangun dari cara berpikir kita. Cara berpikir yang sembarangan, seenaknya sendiri dan cara berpikir yang buruk lainnya, akan memunculkan bentuk kepribadian yang tidak baik. Sebaliknya, cara berpikir yang positif, akan memunculkan bentuk kepribadian yang unggul.
Orang yang mampu berpikir positif menunjukkan bahwa dia memiliki kesehatan jiwa yang baik. Namun, berpikir positif itu tidak mudah. Banyak sekali godaan yang menyambangi pikiran kita sehingga pikiran kita menjadi negatif. Orang yang sering berpikir negatif memiliki kecenderungan kesehatan jiwanya terganggu.
Kesehatan jiwa itu penting untuk membangun kepribadian yang unggul dan tangguh. Orang yang sehat jiwanya akan lebih menarik untuk diajak berbincang, bertukar pikiran, berbisnis dan lain sebagainya. Dengan demikian, orang yang memiliki kepribadian unggul dan tangguh adalah orang yang lebih mempengaruhi dan memikat orang lain sehingga mudah mendapatkan peluang dan meraih keberhasilan.
Namun, untuk memiliki pikiran positif kita harus berlatih, praktik dan menjadikan pikiran positif sebagai jalan hidup kita. Agar dapat berpikir positif, berikut ini akan dipaparkan cara-cara membangun pikiran positif.
1. KUASAI PIKIRAN
Pikiran kita harus kita kuasai dengan penuh keyakinan. Dengan begitu, kita akan berada pada jalur pikiran positif. Setiap orang yang normal pada prinsipnya memiliki kekuatan untuk meraih semua keinginannya. Termasuk apa saja yang diinginkan dan telah diraih oleh orang lain.
Kita memiliki kekuasaan untuk mengarahkan semangat, emosi, naluri, kecenderungan, perasaan, suasana hati, sikap dan perilaku kita menuju sebuah hasil akhir yang sempurna. Semua itu akan kita dapatkan jika kita mampu menguasai pikiran kita.
2. VISUALISASIKAN KEINGINAN
Orang lebih sering mendeskripsikan apa yang dipikirkan dengan ujaran kata-kata. Akan tetapi, untuk hal-hal yang bersifat motivasional, kita harus bisa mendeskripsikan apa yang kita pikirkan dalam bentuk gambar. Dengan demikian, gambar adalah cara berpikir paling awal dan paling kuat.
Memvisualisasikan keinginan dalam bentuk gambar-gambar harus dilatih sejak dini. Pikiran kita harus diarahkan untuk meujudkan apa yang kita inginkan. Jika kita menginginkan memiliki pikiran positif, maka jangan biarkan sesuatu yang berbau negatif ada dalam pikiran kita.
3. SUGESTI POSITIF
Pikiran positif dapat dilatih dengan sugesti positif. Sugesti merupakan stimulus tertentu yang dikirimkan menuju otak kita lewat kelima indera. Kelima indera itu akan menjadi sarana unsur-unsur eksternal untuk mempengaruhi pikiran.
Akan tetapi, proses sugesti ini harus dikontrol. Kontrol dilakukan agar apa yang tertransfer lewat kelima indera kita adalah sesuatu yang positif. Dengan demikian, kita akan mendapatkan manfaat dan kebahagiaan.
4. MANTAPKAN TUJUAN
Dalam keinginan apapun, kita harus memiliki tujuan. Tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu agar langkah-langkah konkret untuk mendapatkan apa yang kita inginkan bisa kita capai.
Tujuan yang sudah ditetapkan, akan menjaga pikiran kita tetap berada pada hal yang kita inginkan dan menjauhkan pikiran kita dari hal-hal yang negatif. Buatlah perencanaan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, kemudian ubahlah rencana tersebut menjadi sebuah tindakan nyata.
5. INTROSPEKSI DIRI
Pikiran negatif mempengaruhi orang dengan cara yang sangat halus sampai orang tersebut tidak menyadari bahwa dia sedang berpikir negatif. Oleh sebab itu, kesadaran untuk berusaha memeriksa pikiran, tindakan dan reaksi kita terhadap sesuatu itu penting sekali dilakukan. Jangan hanya bermodal "merasa baik", tetapi lihat dari berbagai sisi apakah ada hal tidak baiknya.
Introspeksi adalah jalan untuk membersihkan pikiran kita dari pikiran-pikiran negatif. Ketika kita tidak pernah melakukan introspeksi, maka pikiran kita akan cenderung negatif. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali mengabaikan pikiran negatif yang menyusup ke dalam pikiran kita. Singkirkan dari pikiran kita, jangan diberi hati.
6 BERBAHAGIALAH!
Kebahagiaan adalah kunci bagi pikiran positif. Walaupun sering berkelindan, apakah pikiran positif yang menyebabkan kebahagiaan atau kebahaigaan yang menyebabkan pikiran positif, namun kalau kita ingin berpikir positif salah satu caranya adalah berbahagia terlebih dahulu.
Agar merasa bahagia, bertingkahlah seperti orang bahagia. Kebahagiaan orang lain juga akan menular ke dalam diri kita dan berbuah menjadi pikiran positif. Oleh sebab itu, mulailah dengan berbahagia. Berbahagialah!
7. BERPIKIR TERBUKA
Berharap orang lain bisa seperti yang kita harapkan adalah tindakan konyol. Terimalah mereka dengan pikiran terbuka. Jangan paksakan diri untuk memaksa mereka sama seperti kita.
Pikiran seperti itu akan menimbulkan pikiran negatif, kita akan mencaci mereka, menggosipkan mereka dan tindakan buruk lainnya. Dan, semua tindakan buruk itu akan menghilangkan pikiran positif kita digantikan dengan pikiran negatif.
8. TIMBAL BALIK ATAU TIDAK TIMBAL BALIK
Perlakukan orang lain sebaik mungkin seperti kita ingin diperlakukan olehnya. Sebaliknya, jangan memperlakukan orang lain dengan buruk jika kita tidak ingin diperlakukan demikian. Carilah hal-hal baik pada setiap orang dan setiap situasi secara konsisten.
9. MANFAATKAN DOA
Ketika kita berdoa, percayalah pada apa yang kita minta akan sampai di tangan kita. Dalam setiap kegelisahan, jiwa kita akan mendapat perlindungan dari sebuah doa. Doa adalah sebuah naungan yang amat teduh. Ia akan melindungi kita dari keserakahan. Ia akan melindungi kita dari penderitaan.
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pikiran positif itu bisa dibentuk. Mari kita melatih diri dengan melakukan apa yang bisa kita lakukan terlebih dahulu. Lakukan setahap demi setahap. Berpikir dan bertindak positif dibentuk melalui suatu aktivitas yang berulang-ulang dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan.
BENTUK KEPRIBADIAN YANG OPTIMIS
Dalam kehidupan ini, kita tidak bisa menghindari cobaan, ujian, godaan dan rintangan. Selalu saja ada hal-hal yang menghalangi atau mengganggu langkah hidup kita. Begitulah hidup, selalu ada hitam dan selalu ada putih. Selalu ada kemenangan, selalu ada kekalahan.
Kedinamisan itu mengandalkan kehidupan yang penuh makna jika kita mampu melampauinya. Siapa yang mampu melewati semua itu maka akan menjadi pribadi yang kuat. Rintangan menjadikan kita sebagai orang dengan kepribadian yang unggul dan tangguh.
Jika kita ingin dapat melampauinya, maka kita harus memiliki optimisme. Optimisme menjadikan rintangan mudah untuk dilalui, kesedihan mudah dihapuskan dan kelemahan berubah menjadi semangat. Optimisme adalah suatu sikap yang lahir dari dalam diri. Ia merupakan sikap positif terhadap masalah yang sedang dihadapi.
Optimisme adalah pilihan yang muncul dari pemikiran positif seseorang dalam mempersepsikan sebuah masalah tertentu. Sikap optimis dinegasikan dengan sikap pesimis yang berorientasi pada pikiran yang egatif. Jika optimis kita maju, maka jika pesimis kita mundur dan bangkrut.
Tekanan hidup bertubi-tubi yang harus dialami seseorang cenderung membuatnya mengalami kondisi tertekan dan bahkan frustrasi. Beban pekerjaan yang berat menjadi sebab orang mengalami stres. Masalah yang tidak terselesaikan juga dapat menjatuhkan mental seseorang.
Problematika lainnya, baik bencana alam ataupun kematian orang terdekat, juga dapat menciptakan depresi dalam diri. Hanya orang berpikir optimistis yang mampu mengelola tekanan hidup sehari-hari sehingga jauh dari frustrasi dan pesimistis.
Optimisme adalah sebuah kekuatan terbesar manusia. Optimisme memebrikan energi dan arah pada tujuan yang lahir sebelum aksi nyata. Orang-orang sukses semacam Bill Gates dan Steve Jobs telah mengubah dunia dengan kemampuan mengubah pesimistis menjadi optimisme.
Kejadian buruk dan masa lalu yang tidak mengenakan menjadi bagian proses hidup yang tidak dapat mereka hindari. Namun, berkat optimisme, mereka mampu menggerakkan dunia dalam genggaman. Optimisme telah melahirkan kesuksesan yang tiada lain sebagai bagian dari hidup mereka yang penuh makna.
Tidak dapat dipungkiri, saat mereka mulai ke puncak kesuksesannya, amat banyak tantangan yang harus mereka tundukkan. Mereka terus berjalan di jalan yang telah mereka pilih. Orang mungkin hanya tahu keberhasilannya, sedangkan ratusan bahkan ribuan ketidakberhasilannya tak dihiraukan lagi. Begitulah hasil pola pikir optimis.
Optimisme terlahir dari pikiran positif. Ia adalah sebuah formula, sebuah paradigma, sebuah kerangka pikir, dan sebuah sistem cara berpikir dalam memandang sesuatu dari sisi positif. Ia menjadikan diri menjadi pribadi yang unggul dan tangguh.
Sebuah mangga matang yang sudah membusuk, bagi kebanyakan orang dibuang ke tempat sampah karena hanya akan menimbulkan penyakit. Namun, bagi orang yang optimis, ia memanfaatkan buah mangga busuk itu untuk difermentasi menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tumbuhan lainnya.
Optimisme membuat orang cenderung dapat mencapai apa yang ia inginkan. Orang pesimis adalah orang yang gagal bahkan sejak di dalam pikiran. Orang optimis adalah orang yang berhasil bahkan sebelum ia memulai pekerjaannya.
Orang yang hidup dalam lingkungan udara yang pesimis tidak ada harapan untuk maju. Tidak ada harapan untuk hidup bahagia. Hidup terasa tidak bermakna. Seperti mengunyah tebu yang tiada airnya, manisnya tiada tercecap, hanya hampa yang ada.
Sebagian besar orang terjebak dalam paradigmanya sendiri. Paradigma yang jauh dari kenyataan semesta. Paradigma itu diam-diam meracuni pikiran orang dengan racun yang mematikan dan dapat membunuh semangat mreka dengan cara yang paling sadis, yaitu stres. Paradigma dapat menjadi obat bagi kesakitan apabila kita memenuhi wacana kita dengan pikiran-pikiran positif.
Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapanbaik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, seseorang yang optimis tidak menganggap sebagai harga mati. Ia menerima dan memeriksa masalah yang menjadi penyebab kegagalan lalu bertindak untuk mengubah atau memperbaiki keadaan.
Orang yang pesimistis akan menganggap kegagalan dari sisi yang negatif. Kemudian ia menyalahkan diri sendiri atas kesengsaraanya. Ia juga menganggap bahwa kemalangan bersifat permanen, tidak bisa diubah lagi. Ia percaya nasib, kebodohan, ketidakmampuan dan keburukan lainnya. Akibatnya, ia pasrah dan tidak mau berupaya.
Optimisme tidak akan muncul dengan mudah dalam diri seseorang. Optimisme adalah kombinasi dari pikiran positif, pikiran logis, kecerdasan yang membumi serta ketekunan dan kerja keras yang tidak mudah layu. Ia harus digali sejak kecil dengan bacaan-bacaan, eksperimen-eksperimen serta dengan ketekunan atas usaha yang dilakukan. Disinilah mengapa orang yang optimis itu memiliki kepribadian yang unggul dan tangguh.
Bagi orang yang optimis, hasil adalah perjuangan mencapai tujuan yang penuh makna dan tidak pernah terlupakan. Oleh sebab itu, setiap optimsime akan berbuah kehidupan yang lebih sehat dan lebih memuaskan. Optimisme akan membuat seseorang menghadapi situasi tidak menyenangkan dengan cara postif dan produktif. Optimisme menjadikan orang berkepribadian unggul, tangguh, berpengaruh dan memikat.
CIPTAKAN KEPERCAYAAN DIRI
Kepribadian adalah kunci utama bagi seseorang untuk tampil sempurna. Kepribadian yang sempurna dapat mengatasi segala bentuk kelemahan diri. Hal itu karena orang yang berkepribadian sempurna adalah orang yang percaya diri. Kepercayaan diri seseorang mampu mengatasi kelemahan yang membuatnya gagal dan meningkatkan kemampuannya.
Dengan kemampuan itu orang percaya diri akan meraih kesuksesan yang luar biasa. Tidak demikian dengan orang yang rendah diri. Ia selalu berkutat pada keluh kesah yang pada akhirnya menjerumuskannya pada jurang kemiskinan. Ketika sampai pada titik kemiskinan pun, ia tidak pernah mencoba bangkit untuk lebih maju.
Merasa tidak percaya diri sebenarnya pernah dialami oleh siapapun. Namun, bagaimana mengatasi rasa rendah diri itulah yang menentukan sukses tidaknya seseorang. Percaya diri sesungguhnya bisa dibangun dan dikembangkan. Secara khusus, bagaimana cara membangunnnya akan dipaparkan berikut ini.
1. PERGAULAN YANG MEMBANGUN
Orang percaya bahwa lingkungan akan membawa pengaruh besar pada kehidupan dan perilaku seseorang. Jika kita terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rencah diri, pengeluh dan pesimis, maka perlahan-lahan akan mengikis kepercayaan diri kita.
Segera tinggalkan orang yang seperti itu. Segera beralih untuk bergaul dengan orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri. Dengan demikian, akan tercipta atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri kita.
2. BERLATIH PERCAYA DIRI
Rasa percaya diri itu bisa dilatih. Latihan yang dilakukan sesering mungkin akan menghasilkan kepercayaan diri yang lebih baik. Latihan bisa dilakukan di depan cermin, untuk tahap awal. Kemudian, latihanlah di depan saudara atau teman. Ketika kita sudah bisa mengatasi rendah diri, selanjutnya kita berlatih di hadapan orang yang asing bagi kita. Dengan latihan yang baik, maka kepercayaan diri akan dapat kita tunjukkan kepada orang-orang.
3. POSTUR TUBUH YANG MANTAP
Postur tubuh, yaitu bagaimana sikap berdiri atau duduk kita, akan mengirimkan pesan kepada orang yang ada di sekeliling kita. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, kita akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain. Dengan demikian, hal ini akan memperbesar rasa percaya diri kita.
Bacalah buku-buku yang membahas tentang bahasa tubuh. Kita akan menemukan bagaimana postur yang baik saat berdiri. Kita akan tahu, bahwa sedikit membusungkan dada itu akan menampilkan kesan yang macho. Kita juga akan tahu banyak hal bagaimana seharusnya postur tubuh kita itu agar kita lebih percaya diri.
4. KEMBALI PADA SAAT PERCAYA DIRI
Percaya diri adalah manifestasi dari perasaan. Oleh sebab itu, kalau kita pernah merasakan percaya diri meski hanya sekali, tidak mustahil kita dapat merasakannya lagi.
Kembali mengingat saat-saat kita merasa percaya diri dan dalam kondisi yang terkontrol maka akan membuat kita mengalami lagi perasaan itu. Mengingat kembali juga akan membantu meletakkan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran kita.
5. SAYANGI DIRI
Menyayangi diri sendiri akan memunculkan kebahagiaan. Dari Kebahagiaan itu akan muncul rasa percaya diri. Ketika kita salah, tegurlah diri kita dengan baik. Jangan mengkritik diri sendiri dengan keras. Hal itu akan membuat nyali kita menjadi ciut dan diri kita merasa rendah.
6. BERANI AMBIL RISIKO
Rasa rendah diri mempengaruhi kita agar tidak mengambil risiko yang semestinya dapat kita lampaui. Agar menjadi percaya diri, pikirkan dengan jernih apa yang harus kita lakukan. Ambil risiko yang mungkin dapat membuat kita malu sekalipun. Jika kita berhasil melampaui risiko itu maka kita akan merasa lebih baik dan lebih percaya diri.
Percaya diri dapat meningkatkan kualitas diri seseorang. Kualitas diri seseorang akan membawa dampak positif sehingga dapat mempengaruhi dan memikat orang lain. Oleh sebab itu, tidak berlebihan bila disimpulkan bahwa orang yang percaya diri lebih dekat dengan kesuksesan. Jika sekarang kita masih merasa rendah diri, tinggalkan sikap negatif itu sekarang juga. Bangkitlah untuk lebih maju dan menjadi pemenang!
BUAT ORANG PERCAYA PADA ANDA
Kepribadian yang unggul dan tangguh dibangun atas integritas yang menyeluruh. Apa yang akan membuat orang lain memberi pekerjaan atau tanggung jawab kepada kita adalah sebab kepercayaan. Bos yang mempekerjakan kita percaya bahwa kita mampu mengerjakan pekerjaan yang diberikannya sesuai dengan keinginannya. Perusahaan kita bisa bermitra dengan perusahaan lain juga karena adanya kepercayaan.
Orang yang tidak dapat dipercaya itu tidak akan ada harganya. Secerdas apapun ia, jika ia tidak dapat dipercaya, maka akan dijauhi orang lain. Jika selalu dijauhi orang, maka kesempatan menjadi orang sukses pun hilang.
Bagaimana tidak? Ketika kita menawarkan sebuah baju, misalnya, calon pembeli buru-buru mengabaikan penawaran kita dan memilih membeli baju dari pedagang lain karena calon pembeli itu tidak mempercayai kita.
Kepercayaan adalah sesuatu yang benar-benar mahal harganya. Keberadaan lembaga kepolisian, kejaksaan, kehakiman dan lain sebagainya adalah bentuk kegagalan manusia dalam membentuk diri menjadi pribadi yang dipercaya.
Belum banyak orang yang berpikir tentang bagaimana menjadi pribadi yang dipercaya. Padahal, kita telah menyaksikan sulitnya menemukan orang yang bisa dipercaya namun kita sendiri jauh dari sikap bisa dipercaya.
Kepercayaan itu berkaitan erat dengan kejujuran dan tanggung jawab yang tertunaikan. Seseorang yang jujur akan lebih mudah mendapat peluang daripada orang yang tidak jujur. Seorang yang bertanggung jawab akan lebih mudah mendapatkan kesempatan daripada orang yang tidak bertanggung jawab.
Lembaga pendidikan yang ada di negara kita saling berpacu menelorkan lulusan yang cerdas. Namun, tidak ada satupun lembaga yang mengedepankan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam program kependidikannya.
Sedemikian mahalnya orang yang bisa dipercaya, maka siapapun yang berhasil meraihnya akan mendapatkan kehormatan. Derajat itu sangat sulit diraih karena membutuhkan integritas yang diakui.
Kepercayaan itu ibarat buku tabungan. Ketika kita menyetorkan uang ke bank, maka pihak bank akan mencatat saldo kita. Ketika saldo kita menumpuk, maka kita akan menjadi kaya. Tetapi, jika setoran kita lebih sedikit daripada penarikan, maka saldo kita bisa jadi minus.
Demikian juga dengan kepercayaan. Kepercayaan tidak muncul dengan sendirinya. Kita harus memupuknya sedikit demi sedikit. Semakin besar tabungan kepercayaan yang kita setor kepada seseorang, maka semakin besar pula kesempatan kita untuk merebut kemakmuran.
Kepercayaan yang sudah kita raih,bisa kita gunakan apa saja. Sama halnya dengan uang tabungan kita yang sudah banyak, bisa kita belanjakan untuk membeli apa saja. Jika orang lain sudah mempercayai kita, maka pilihannya adalah apakah akan kita manfaatkan untuk kebaikan bersama atau untuk kebaikan diri sendiri saja?
Jika pilihan pertama yang kita pilih maka kita harus mempertahankan kepercayaan itu dengan selalu memperbaiki diri dan sikap sehingga kepercayaan itu tidak runtuh. Namun, jika pilihan kedua yang kita pilih, kita akan bisa merebut peluang emas dari orang yang mempercayai kita dalam sekejap.
Arti sekejap bukan hanya proses mendapatkan peluangnya, tetapi juga apa yang kita peroleh itu hanya sekejap kita miliki. Jika berpikir jangka panjang, maka seharusnya kita memilih pilihan pertama bahwa kepercayaan itu kita manfaatkan untuk kebaikan dan kemajuan bersama.
Apa yang harus kita lakukan adalah menjadi pribadi yang dipercayai dan bisa merawat kepercayaan tersebut. Mulailah segala aktivitas dengan meraih kepercayaan orang kepada diri kita. Orang-orang yang rajin menabung kepercayaan itu, pada akhirnya ia akan merasa berat untuk berbuat curang. Sebab, menjadi pribadi yang terpercaya itu lebih menguntungkan, daripada menjadi pribadi yang tidak bisa dipercaya.
CIPTAKAN INTEGRITAS YANG KUAT
Banyak orang menginginkan kepribadian semacam ini untuk membentuk karakter unggul, tangguh dan memikat. Kepribadian berintegritas memang dapat memicu kesuksesan dalam bidang apapun. Namun, tidak banyak orang yang mau dan mampu melewati proses menjadi pribadi yang berintegritas.
Integritas sejatinya adalah sempurna dan tanpa cacat. Apa yang kita ucapkan sama dengan apa yang kita pikirkan. Pribadi seperti ini dituntut bersikap sabar dan bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai walaupun dalam keadaan paling sulit sekalipun.
Dalam bahasa agama, pribadi seperti ini amat dekat dengan sifat dan sikap Rasulullah Muhammad saw., yaitu siddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Kecerdasannya membuat Rasulullah dapat menyampaikan sesuatu dengan benar dan terpercaya.
Pribadi yang berintegritas menunjukkan keteguhan sikap, menyatunya perbuatan dan nilai-nilai moral yang dianutnya. Godaan dan cobaan tidak akan menggoyahkan keyakinan sehingga berusaha mengkhianati nilai-nilai moral. Ia mengutamakan kejujuran dan etika, baik dalam perkataan maupun tindakan.
Kepribadian berintegritas sesungguhnya bukan soal sifat dan keyakinan saja. Ia adalah gambaran orang-orang yang memiliki kompetensi unggul, teliti dalam berpikir dan bekerja sehingga dapat dipercaya oleh mitra bisnis maupun calon pasangan. Keadilan yang menyeluruh adalah prinsip baginya dalam memperlakukan orang lain.
Egoisme adalah keburukan yang baginya harus diredam tanpa ampun. Diri menjadi entitas yang tidak terlepas dengan orang lain sehingga tidak bersikap seenaknya sendiri kepada orang lain. Menjadikannya bagian yang tak terpisahkan sehingga empati tumbuh kuat dalam kepribadian ini.
Kepribadian ini juga memiliki kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang optimal. Target pekerjaan tercapai bukan hanya soal kuantitas, tetpai juga mencapai kualitas yang diinginkan. Dengan demikian, ia adalah pribadi yang selalu berorientasi pada pertumbuhan dan peningkatan.
Ada enam prinsip penting yang dipegang oleh orang yang berintegritas. Prinsip-prinsip tersebut dipaparkan berikut ini,
1. MEMILIKI PEDOMAN HIDUP YANG KUAT
Prinsip pertama yang dipegang oleh orang-orang berintegritas adalah kebenaran dan keadilan. Orang berintegritas meyakini bahwa kejujuran dan kebenaran akan menciptakan keadilan, sehingga ketiga hal itu menjadi rujukan ketika mengambil keputusan.
Tidak ada keputusan yang diambil berdasarkan subjektivitas. Orang-orang ini selalu menggunakan akal sehat untuk mencapai kesejahteraan. Dengan demikian, keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang dapat merugikan banyak pihak, dan sebisa mungkin menghindarkan itu.
2. MENGEDEPANKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL
Proses "menjadi" bagi orang yang berintegritas ibarat bibit yang ditanam sejak dari benih. Bibit itu dirawat sedemikian rupa sehingga berbunga dan menjadi buah kelak di masa depan. Semakin baik perawatannya maka semakin baik kualitas pertumbuhan dan hasilnya.
3. TERPATRI DALAM DIRI
Konsep integritas harus benar-benar terpatri dalam diri. Integritas dibangun dan dilestarikan sepanjang hidupnya sebagai manifestasi dari kejernihan hati dan pikiran. Jika terjadi kerusakan sedikit saja, maka segera dibenahi.
Maintenance integritas akan dilakukan setiap saat sehingga kualitas diri benar-benar disesuaikan dengan standar yang tidak tergoyahkan.
4. SELALU MEMPERBAIKI KETRAMPILAN DAN KEMAMPUAN
Keterampilan dan kemampuan menjadi dasar orang-orang yang berintegritas untuk mencapai kebaikan. Keterampilan dan kemampuan harus dilatih terus-menerus. Tidak ada waktu luang tanpa introspeksi dan kemudian melatih ketrampilan menjadi kemampuan yang tidak terkalahkan.
Orang yang mencapai kesuksesan, pasti memiliki prinsip-prinsip integritas yang tersebut diatas. Orang-orang tersebut membangun integritasnya dengan cara membangun konsep diriyang positif sehingga selalu optimis dalam kondisi apapun. Kemampuan ini membuatnya pintar memecahkan masalah tanpa mengakibatkan masalah yang baru.
Keyakinan penting dalam mencapai kesuksesan bagi orang berintegritas adalah tidak ada kesuksesan yang diraih secara instan. Sukses hanyalah dimiliki orang-orang yang mau dan mampu melewati setiap tahap kehidupan. Rasa sakit adalah ujian yang harus ditaklukkan demi kesuksesan di masa mendatang.
Comments
Post a Comment