Bagian 4: Meningkatkan Kemampuan Bahasa Tubuh

 Asas-Asas Berbahasa Tubuh

Sebagaimana dijelaskan dalam bagian sebelumnya bahwa berbahasa tubuh itu penting untuk dilakukan. Oleh sebab itu, dalam berbicara kita harus memiliki kecakapan berbahasa tubuh dengan sempurna. Nah, sebelum kita belajar jauh mengenai bahasa tubuh dan melatihnya, sebaiknya kita mengetahui apa itu asas-asas komunikasi.

Komunikasi adalah penyampaian pesan yang mengandung macam-macam keterangan dari seseorang kepada orang lain. Alam komunikasi itu sekaligus tercangkup penyalinan secara cermat gagasan dari seseorang ke dalam pikiran orang lain sehingga tercapai pengertian yang ditentukan atau menimbulkan tindakan-tindakan.

Agar pesan itu tersampaikan dan dapat dipahami maka disusunlah asas-asas dalam berbahasa tubuh yang meliputi hal-hal sebagai berikut ini:

A. Adanya Proses Simbolik

Pada proses simbolik ini maka penyampaian pesan menggunakan lambang-lambang atau simbol-simbol, baik dalam komunikasi verbal maupun non-verbal. Penggunaan simbol dalam komunikasi bisa sangat signifikan. Penggunaannya sudah ada sejak zaman nenek moyang. Pictograph yang terukir pada temuan dari zamn purbakala adalah bukti otentiknya.

Tentu saja penggunaan simbol mengalami banyak perubahan dari zamn ke zaman. Jika dulu manusia menggunakan hieroglyph sekarang kita menggunakan emoji.

Terdapat dua komponen penting dalam mempelajari symbolic communication yaitu tanda dan makna. Tanda adalah sesuatu yang bersifat fisik dan dapat dipersepsi oleh indera kita. Sementara itu, makna adalah hasil dari penandaan.

Makna bukanlah konsep yang mutlak dan statis sebab pemaknaan dapat berubah karena banyak faktor. Misalnya karena perbedaan konteks, perubahan zaman, latar belakang, pengalaman atau bahkan mood dari pemberi makna dan sebagainya. Contoh, warna merah dapat dimaknai sebagai amarah, dalam konteks yang berbeda, warna merah dapat berarti berani.

Kita menggunakan simbol dalam berkomunikasi agar pesan yang kita sampaikan jelas dan dapat ditangkap sepenuhnya oleh penerima pesan. Simbol-simbol ini dapat membuat penerima pesan memahami pesan yang disampaikan.

Dalam penyimbolan, komunikasi menggunakan lambang agar dapat dipahami orang lain. Ada beberapa lambang dalam komunikasi yang seperti diurai berikut ini.

  • Lambang Gerak
Lambang ini melibatkan gerak anggota badan. Contohnya menggelengkan kepada sebagai tanda tidak setuju, menyentuh kepala ketika merasa pusing dan menunjukkan ibu jari untuk memberikan pujian.

  • Lambang Suara
Merupakan lambang yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran, misalnya bunyi klakson, ketukan pintu, teriakan dan sebagainya.

  • Lambang Warna
Warna-warna tertentu juga digunakan untuk mewakili suatu makna. Misalnya warna pada lampu lalu lintas atau menggunakan warna hitam untuk menyimbolkan kedukaan dan warna putih sebagai simbol kesucian.

  • Lambang Gambar
Suatu pesan dapat secara jelas disampaikan menggunakan gambar-gambar tertentu. Saat dalam perjalanan kita dapat dengan mudah mengetahui lokasi restaurant atau SPBU dengan melihat rambu-rambu-rambu yang berupa gambar. Gambar-gambar yang digunakan dalam iklan pun memberikan makna khusus yang membantu kita untuk memahami maksud dari iklan tersebut.

  • Lambang Angka
Lambang angka kerap digunakan dalam alat ukur seperti penggaris dan timbangan. Nomor rumah, nomor sepatu dan kode telepon juga merupakan contoh dari lambang angka.

  • Lambang Bahasa
Setiap kata dalam Bahsa memiliki makna yang berbeda-beda. Lambang yang demikian merupakan lambang komunikasi yang menggunakan Bahasa. Lambang bahasa kerap digunakan secara lisan maupun tulisan.

  • Lambang Huruf
Setiap huruf yang kita gunakan dalam berkomunikasi adalah simbol huruf. Gabungan dari setiap huruf membentuk kata yang memiliki makna tersendiri.

Setiap hari kita menggunakan lambang-lambang tersebut dalam berinteraksi. Saat kita ingin mengkomunikasikan bahwa kita sedang senang, kita tidak harus mendeskripsikan perasaan kita lewat kata, kita bisa melakukannya cukup dengan mengirimkan emoji. dalam bahasa tubuh, lambang-lambang tersebut termanifestasi dalam gerak tubuh, ekspresi wajah dan lain sebagainya.

Lambang-lambang dalam komunikasi merujuk pada tanda yang menyatakan sesuatu hal atau mengandung maksud tertentu dan digunakan untuk menyampaikan pesan dalam proses komunikasi. Kita bisa menggabungkan jenis simbol yang berbeda tersebut untuk mengilustrasikan konsep yang kompleks dengan cepat dan mudah. Ungkapan sederhana seperti "Oh" dapat memiliki arti yang kompleks jika digabungkan dengan tone dan bahasa tubuh yang berbeda.

Namun perlu diperhatikan, perbedaan latar belakang budaya dapat membuat sebuah lambang memiliki makna yang berbeda. Sebuah simbol tidak mewakili sebuah makna dengan sendirinya. Manusialah yang memberikan pemaknaan terhadap simbol-simbol tersebut. Interprestasi terhadap sebuah simbol bisa berbeda trgantung dari konteks, subkonteks dan sejarah simbol tersebut dalam lingkungan tertentu.

B. Sikap dan Perilaku sebagai Potensi Komunikasi

Setiap sikap, perilaku, gerakan atau tindakan memiliki pesan secara non-verbal. Untuk itu, perlu dijaga sikap dan perilaku tersebut jangan samai menyinggung lawan bicara.

Hal terpenting dalam berkomunikasi adalah dengan melakukan kontak mata. Cara ini akan membantu meningkatkan ketrampilan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Saat berkomunikasi, Anda harus selalu menjaga kontak mata ketika berbicara dengan orang lain ataupun saat melakukan presentasi. Tentunya, kontak mata ini dilakukan secara wajar saja.

Mulailah dengan tersenyum saat Anda akan berbicara dengan orang lain sehingga mereka merasa nyaman saat berbicara dengan Anda. Menjaga kontak mata ternyata dapat meningkatkan kepercayaan orang lain terkait dengan pembahasan yang Anda bicarakan karena setiap kalimat yang diucapkan terdengar lebih meyakinkan.

C. Adanya Dimensi Isi dan Dimensi Hubungan

Dimensi isi menunjukkan muatan isi pesan komunikasi dan dimensi hubungan, yaitu bagaimana cara mengatakan dan mengisyaratkan hubungan para peserta komunikasi. Hal ini termasuk komunikasi non-verbal.

Komunikasi yang baik akan terjadi saat Anda memahami kondisi lawan bicara. Cara yang paling efektif untuk memahami yang dimaksudkan lawan bicara adalah dengan menempatkan diri sebagai orang yang Anda ajak bicara. Luangkanlah waktu untuk melihat lingkungan di sekitar Anda untuk membantu mengetahui cara yang efisien dalam berkomunikasi. 

Saat Anda membicarakan sesuatu yang dapat membangkitkan rasa emosional di dalam diri, Anda harus tetap mengatur emosi agar kondisi stabil. Saat emosi ikut larut dalam pembicaraan, tentunya kalimat yang diucapkan cenderung menjadi tidak jelas terdengar. Hal ini bukan berarti Anda tidak diperbolehkan memasukkan unsur perasaan saat berbicara karena yang terpenting adalah Anda tetap bisa mengontrolnya dengan baik. Jangan sampai emosi yang dikeluarkan malah mengendalikan pembicaraan sehingga komunikasi pun menjadi tidak baik.

D. Adanya Perencanaan

Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkatan kesenjangan, mulai dari yang tidak disengaja atau non-formal, sampai komunikasi yang dipersiapkan sungguh-sungguh atau formal. Adanya perencanaan akan memudahkan kita dalam melakukan komunikasi dengan santai.

Hal penting yang perlu diingat adalah kondisi gugup tidak akan menciptakan ruang komunikasi yang baik. Biasanya orang yang gugup cenderung akan bicara lebih cepat dan dengan suara pelan sehingga seringkali menyulitkan lawan bicara. Oleh karena itu, Anda harus selalu berbicara dengan santai sehingga orang yang diajak berbicara akan lebih mengerti apa yang dimaksud.

Kondisikan mental Anda dalam posisi yang santai dan tenang ketika berbicara. Pikirkanlah hal-hal positif saat akan berbicara. Gugup adalah suatu hal yang lumrah, terutama saat Anda akan berbicara di hadapan orang banyak. Lakukanlah cara mudah dengan menarik napas dalam-dalam beberapa kali untuk membuat Anda lebih rileks. Saat tenang, komunikasi pun akan lebih efektif sehingga orang lain dapat lebih mudah mengerti apa yang Anda bicarakan.

E. Adanya Ruang dan Waktu

Komunikasi terjadi pada ruang dan waktu tertentu. Alasannya karena ruang dan waktu ini sangat mempengaruhi efektifitas proses komunikasi.

Menempatkan diri Anda saat berbicara dengan orang lain adalah salah satu hal penting yang juga perlu diperhatikan. Ingat, Anda tidak bisa menyamakan setiap gaya berbicara kepada semua orang.

Tentunya, berbicara kepada atasan dan teman akan berbeda, termasuk juga kepada orang tua. Oleh karena itulah, Anda harus selalu bisa menyesuaikan lawan berbicara saat berkomunikasi.

F. Adanya Penafsiran Pesan

Pada penafsiran pesan, komunikator dan komunikan akan memperkirakan apa yang terjadi dari hasil komunikasinya. Penting bagi Anda untuk selalu berbicara dengan jelas.

Artikulasi dari setiap kata yang diucapkan harus jelas terdengar oleh lawan bicara Anda. Jangan sampai lawan bicara Anda hanya mendengar gumaman dan tidak mengerti yang Anda bicarakan. Jika Anda merasa hal ini sering dialami, mulailah untuk berlatih dalam mengucapkan kata-kata dengan tegas dan jelas. Anda bisa memulai latihan dengan melafalkan A-I-U-E-O.

G. Bersifat Sistematik

Dalam proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh sistem internal dan sistem eksternal dari masing-masing pelaku komunikasi. Sistem internal adalah keseluruhan nilai sistem yang dibawa oleh seorang individu pada saat ia berkomunikasi.

Sementara itu, sistem eksternal terdiri atas unsur-unsur dalam lingkungan di luar individu. Jika ada kesamaan latar belakang budaya antara komunikator dan komunikan, maka akan semakin efektif komunikasi tersebut.

H. Bersifat Sekuensial

Komunikasi dalam bahasa tubuh itu bukan dilakukan sendirian. Artinya proses komunikasi tidak berdasarkan pada unsur-unsur tertentu tetapi bersifat interaktif. Ada pembicara dan ada lawan bicara.

Dalam berbahasa tubuh, proses komunikasi bersifat sekuensial sehingga membutuhkan lawan bicara. Pembicara tidak akan bisa menyampaikan pesan apabila tidak memiliki lawan bicara. Maka dari itu berbahasa tubuh bersifat sekuensial.

I. Bersifat Irreversible

Sifat dalam komunikasi ini mengandaikan bahwa proses komunikasi tidak dapat diubah atau diganti. Masalahnya,masing-masing komunikator (pembicara dan lawan bicara) akan berbeda pengaruhnya dalam komunikasi jika diubah atau diganti.

Contoh yang bisa kita bayangkan adalah ketika Anda berbicara dengan suami Anda tentang "hubungan" Anda dengannya. Tidak mungkin dalam proses komunikasi itu suami Anda digantikan oleh orang lain dalam membicarakan "hubungan" Anda dengan suami Anda. Orang lain yang menggantikan suami Anda tidak mungkin bisa mengungkapkan latar belakang yang ada dalam pikiran dan memori suami Anda.

J. Bersifat Prosesual

Sifat prosesual dalam komunikasi ini mengandalkan suatu proses yang berlangsung antara komunikator (pembicara) dan komunikan (lawan bicara). Proses yang berlangsung ini hanya bisa dilakukan oleh minimal dua orang.

Dalam sifat prosesual ini menyatakan bahwa tidak mungkin terjadi proses komunikasi apabila dalam keadaan sendiri tanpa lawan bicara dan alat komunikasi yang menyambungkan dengan lawan bicara Anda. Oleh karena itu, paling tidak komunikasi akan bisa berlangsung apabila ada 2 orang yang masing-masing menjadi pembicara dan lawan bicara.

K. Bersifat Dinamis

Dalam komunikasi, sifat dinamis penting untuk diperhatikan. Sebab, komunikasi harus hidup dengan adanya perubahan pemikiran, perubahan gerak dan adanya respons. Komunikasi seperti ini tidak akan berakhir dengan "tragis". Artinyam semua pesan tersampaikan dan dapat dipahami masing-masing pihak.

Apabila komunikasi tidak bersifat dinamis maka yang terjadi adalah kesalahpahaman. Kesalahan paham seperti itu akan menimbulkan pertikaian satu sama lain. Akibatnya, hubungan antara kedua belah pihak menjadi berantakan. Oleh sebab itu, komunikasi mestinya bersifat dinamis agar mencapai kesepakatan pemahaman.

L. Bersifat Transaksional

Komunikasi itu bersifat transaksional. Sebab, pada dasarnya komunikasi itu adalah usaha untuk mencukupi kebutuhan masing-masing dengan cara yang beradab. Mengungkungi penyampaian pesan sendiri sehingga mengabaikan lawan bicara hanya akan membuat komunikasi menjadi hancur berantakan.

Itu artinya, komunikasi adalah proses saling tawar-menawar mengenai pesan yang disampaikan atau memeberi dan menerima pesan. Komunikasi hanyalah salah satu cara untuk menyelesaikan berbagai masalah atau mengonfirmasikan suatu masalah

Berdasarkan penjelasan asas-asas berbahasa tubuh di atas, kita dapat memahami bahwa struktur penyampaian pesan harus meliputi asas-asas tersebut agar pesan dapat dipahami dengan baik oleh lawan bicara. Asas-asas tersebut adalah sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat atau hukum dasar dalam berkomunikasi. Jika tidak meliputi itu maka komunikasi akan berlangsung tidak baik. Bisa jadi, pendengar atau lawan bicara tidak memahami maksud pesan yang disampaikan.

Dalam kajian bahasa tubuh, asas-asas tersebut juga menjadi hukum dasar dalam menyampaikan pesan. Oleh sebab itu, memahami asas-asas komunikasi yang disebutkan di atas menjadi bagian penting dalam mempelajari dan melatih bahasa tubuh kita.

Bentuk-bentuk Bahasa Tubuh

Sebagai bahasa non-verbal, bahasa tubuh memiliki bentuk-bentuk tersendiri sebagai simbol komunikasi. Dalam Kamus Komunikasi, Onong U.Effendy menjelaskan bahwa Konesic Communication atau komunikasi kial atau komunikasi kinesik adalah komunikasi yang dilakukan dengan gerakan anggota tubuh, yaitu salah satu jenis komunikasi non-verbal.

Dalam penggunaannya, bahasa tubuh seringkali digunakan sebagai isyarat pesan palsu untuk tujuan tertentu. Hal ini dapat dihindari dengan mengenal jenis-jenis bahasa tubuh yang ada. Bentuk dan tipe umum dari bahasa tubuh ada tiga, yaitu sebagai berikut:

A. Kontak Mata

Kontak mata mengacu pada suatu keadaan penglihatan secara langsung antar orang ketika sedang berbicara. Melalui kontak mata, seseorang dapat menceritakan kepada orang lain mengenai suatu pesan, sehingga orang akan memperhatikan kata demi kata melalui tatapan. Contoh yang bisa kita ambil adalah pandangan yang sayu, cemas, takut, terharu, dapat mewarnai latar belakang psikologis kita.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pendengar menggunakan kontak mata lebih sering daripada pembicara. Sejak kontak mata dilakukan, orang langsung dapat mengukur sejauh mana kemampuannya dalam melakukan komunikasi. Oleh sebab itu, pendengar lebih banyak menggunakan kontak mata daripada menggunakan komunikasi verbal untuk merespons pembicara.

B. Ekspresi Wajah

Ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang digunakan untuk berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Wajah setiap orang selalu menyatakan hati dan perasaannya. Wajah ibarat cermin dari pikiran dan perasaan. Melalui wajah, orang juga bisa membaca makna suatu pesan.

Ekspresi wajah juga dapat dilihat ketika memandang seseorang yang dianggap sebagai orang yang polos/lugu atau dianggap kejam/dingin. Hal ini didasari oleh adanya sebuah ekspresi wajah yang tampak pada seseorang tidak menunjukkan sebuah perubahan seperti yang dilakukan oleh orang lain ketika mendengar atau mengetahui suatu peristiwa, baik kesedihan maupun kegembiraan, keanehan atau kenormalan, kebaikan atau keburukan, dan lain sebagainya.

C. Gesture

Gesture atau gerak tubuh merupakan bentuk perilaku non-verbal pada gerakan tangan, bahu, jari-jari dan kaki. Seseorang sering menggunakan gerakan anggota tubuh secara sadar maupun tidak sadar untuk menekankan suatu pesan. Ketika seseorang berkata "Pohon itu tinggi" atau "Rumahnya dekat", maka orang tersebut pasti menggerakkan tangan untuk menggambarkan deskripsi verbalnya.

Lain halnya ketika seseorang berkata "Letakkan barang itu!" atau "Lihat saya!", maka yang bergerak adalah telunjuk yang menunjukkan arah. Ternyata manusia mempunyai banyak cara yang bervariasi dalam menggerakkan tubuh dan anggota tubuhnya ketika sedang berbicara. Orang yang cacat, bahkan berkomunikasi hanya dengan tangan saja.

Setiap gerakan tubuh mengkomunikasikan beberapa fungsi. Fungsi-fungsi tersebut dapat menyampaikan informasi yang jelas kepada lawan bicara. Gerakan tubuh dikategorikan oleh Ekman dan Friesen sebagai berikut:

  • Emblem
Dalam hal ini, emblem merupakan bentuk yang diproses melalui gerakan bagian tubuh. Misalnya, gerakan mata tertentu merupakan simbol yang dianggap memiliki kesetaraan dengan simbol verbal.

  • Ilustrator
Tanda-tanda non-verbal dalam komunikasi. Tanda ini mrupakan gerakan anggota tubuh yang menjelaskan atau menunjukkan sesuatu. Misalnya, seorang ayah yang melukiskan tinggi badan anaknya dengan menaikturunkan tangannya dari permukaan tanah.

Ilustrator ini memiliki delapan bentuk, yaitu sebagai berikut:
  • Batons. Batons adalah suatu gerakan yang menunjukkan tekanan tertentu pada pesan yang disampaikan.
  • Ideographs. Ideograph adalah gerakan membuat peta atau mengarahkan pikiran.
  • Deitic Movements. Deitic movements adalah gerakan untuk menunjukkan sesuatu.
  • Apatial Movements. Apatial movements adalah gerakan yang melukiskan besar atau kecilnya ruangan.
  • Kinetographs. Kinetographs adalah gerakan yang menggambarkan tindakan fisik.
  • Rhytmic Movements. Rhytmic movements adalah gerakan yang menunjukkan suatu irama tertentu.
  • Pictographs. Pictographs adalah gerakan yang menggambarkan sesuatu di udara.
  • Emblematic Movements. Emblematic movements adalah gerakan yang menggambarkan suatu pernyataan verbal tertentu.
Setiap bentuk ilustrator yang diuraikan di atas, memiliki penafsiran yang kurang jelas. Hal ini dikarenakan seseorang tidak hanya menggunakan satu bentuk ilustrator, tetapi beberapa bentuk sekaligus dalam berkomunikasi.

  • Adaptor
Gerakan anggota tubuh yang bersifat spesifik. Beberapa jenis adaptor, yaitu sebagai berikut:
  • Self adaptor, contohnya menggaruk kepala dan menunjukkan kebingungan.
  • Alter adaptor, contohnya mengusap kepala orang lain sebagai tanda kasih sayang.

  • Regulator
Gerakan yang berfungsi mengarahkan  mengawasi, mengkoordinasi interaksi dengan seksama. Misalnya, menggunakan kontak mata sebagai tanda untuk memperhatikan orang lain yang sedang berbicara dan mendengarkan orang lain.

  • Affect Display
Menggambarkan emosi dan perasaan. Wajah merupakan media yang digunakan dalam affect display untuk menunjukkan reaksi terhadap pesan yang direspons.

Selain tiga bentuk bahasa tubuh yang telah diuraikan di atas, terdapat beberapa jenis bahasa tubuh lainnya, seperti sentuhan, postur tubuh dan gaya berjalan, suara dan gerak isyarat. Barikut ini uraian mengenai bentuk bahasa tubuh lainnya:

1. Sentuhan

Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal yang bersifat spontan. Sentuhan dapat menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati, dan sebagainya.

2, Postur Tubuh dan Gaya Berjalan

Postur tubuh dan gaya berjalan mereflesikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatan seseorang. Dengan postur tubuh lawan bicara, orang akan mengenali bagaimana tingkat emosi, konsep diri dan lain sebagainya.

3. Suara

Bentuk suara seperti rintihan, menarik napas panjang, serta tangisan merupakan beberapa ungkapan perasaan dan pikiran seseorang. Ungkapan seperti ini menyampaikan pesan kepada lawan bicara dengan lebih detail.

4. Gerak Isyarat

Gerak isyarat yaitu yang dapat mempertegas pembicaraan. Dengan mengetahui bentuk dan jenis bahasa tubuh, memungkinkan seseorang mengetahui cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Komunikasi yang baik merupakan awal dari terciptanya suatu hubungan sosial yang baik pula.

Bahasa tubuh memerlukan pemahaman yang benar dan valid untuk bisa mempraktikkannya. Jika sudah memahami dengan benar, maka seseorang bahkan dapat mencuri hati dan menaklukkan orang lain dengan mudah. Seseorang bisa menjadi pemimpin yang andal dengan membangun komunikasi yang baik dengan orang lain melalui bahasa tubuh. Begitu pula, seseorang dapat menjalin hubungan dengan lawan jenisnya dengan kemampuan mengekspresikan diri melalui bahasa tubuh.

Selain itu, dengan memahami bahasa tubuh yang diberikan oleh orang lain, seseorang dapat terhindar dari isyarat pesan palsu yang akan merugikan. Apabila telah menyadari manfaat bahasa tubuh dalam berkomunikasi, maka seseorang akan mampu memonitor dirinya sendiri.

Bentuk-Bentuk Bahasa Tubuh pada Wajah

Ekspresi wajah merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui bagaimana keadaan emosi seseorang. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini yaitu mata seseorang. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan dengan bagian lain yang ada di wajah. Mata akan turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, dan terlihat tidak fokus ketika sedang berkhayal. Selain itu, mata akan menatap tajam jika penuh kecemburuan dan menatap sekitarnya ketika tidak sabar.

Agar dapat mengenal emosi seseorang lewat ekspresinya, berikut ini akan diuraikan beberapa tips mudah mengenal emosi seseorang:

A. Bagian Atas Wajah

Wajah atau muka adalah bagian depan dari kepala. Wajah pada manusia meliputi wilayah dari dahi hingga dagu, termasuk rambut, dahi, alis, mata, hidung, pipi, mulut, bibir, gigi, kulit dan dagu. Wajah terutama digunakan untuk ekspresi wajah, penampilan serta identitas.

Emosi yang palsu biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan emosi utama bisa dilihat dari bagian atas wajah, biasanya di sekitar mata. Bagian atas wajah akan menunjukkan kepada kita tentang kebenaran ekspresi seseorang. Apakah ia sedang marah, sedih, bahagia, jujur atau sedang berbohong sekalipun, dapat kita lihat dari ekspresi pada bagian atas wajah seseorang.

B. Mimik Wajah

Mimik wajah atau ekspresi wajah adalah hasil dari satu atau lebih gerakan atau posisi otot pada wajah. Ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi non-verbal, dan dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah merupakan salah satu cara penting dalam menyampaikan pesan sosial dalam kehidupan manusia, namun juga terjadi pada mamalia lain dan beberapa spesies hewan lainnya.

Orang dapat mengenali emosi melalui tanda-tanda yang terlihat di wajah. Ekspresi wajah tersebut dapat menunjukkan rasa gembira, jijik, marah, sedih, takut dan terkejut. Emosi-emosi ini dapat terlihat melalui gerakan-gerakan otot dari dahi, sekitar mata, hidung dan mulut. Beberapa bentuk emosi yang diekspresikan oleh wajah antara lain sebagai berikut:

  • Netral
Bentuk emosi yang bersifat netral ditunjukkan dengan hal berikut:
  • Seluruh otot wajah dalam kondisi rileks.
  • Kelopak mata bersinggungan dengan retina.
  • Bibir atas dan bawah saling bersentuhan.
  • Garis bibir berbentuk horizontal dan ujung bibir rata.
  • Mulut tertutup.
  • Gigi atas dan bawah saling bersentuhan.

  • Senang
Bentuk emosi yang memiliki sifat senang ditunjukkan dengan hal berikut:
  • Posisi alis mata rileks
  • Posisi mulut terbuka dan ujung mulut tertarik ke arah telinga.

  • Sedih
Bentuk emosi yang bersifat sedih ditunjukkan dengan hal berikut:

  • Posisi alis mata bagian dalam terangkat ke atas.
  • Mata agak terpejam.
  • Bentuk mulut rileks.

  • Marah
Bentuk emosi karena sifat marah ditunjukkan dengan hal berikut:
  • Posisi alis mata bagian dalam tertarik ke bawah.
  • Mata terbuka lebar.
  • Bibir atas dan bawah saling menekan atau terbuka lebar untuk memperlihatkan gigi.

  • Takut
Bentuk emosi karena sifat takut ditunjukkan dengan hal berikut:
  • Posisi alis mata terangkat ke atas dan bersama-sama, di mana bagian dalam alis cenderung lebih ke atas.
  • Mata tegang dan perhatian.

  • Jijik
Bentuk emosi yang bersifat jijik ditunjukkan dengan hal berikut:
  • Posisi alis mata dan kelopak mata rileks.
  • Mulut bagian atas terangkat dan melengkung.
C.Senyuman

Ekspresi wajah yang menyiratkan emosi terpendam dalam senyuman. Kendati senyuman kadang merupakan sebuah upaya berkomunikasi dengan orang lain untuk menunjukkan perasaan senang dan gembira, namun senyuman juga dapat berarti sebuah sinyal yang dilontarkan, bahwa seseorang tersebut tidak ingin mengambil satu sikap tertentu.

Hal lain yang tidak dapat dikesampingkan, bahwa senyuman erat kaitannya dengan budaya. Di Indonesia mungkin senyuman berarti perlambang rasa bahagia atau bisa jadi ekspresi untuk menutupi kemarahan, sementara itu di Jepang, Thailand, Cina dan Korea, tersenyum berarti sebuah ungkapan rasa bingung, malu bahkan kesedihan.

Senyuman kepada lawan jenis dapat diartikan sebagai bentuk undangan atau ajakan untuk bermain cinta. Apalagi jika disertai tatapan mata mengundang dan ujung lidah bergerak menjilat bibir atas secara perlahan. Meskipun demikian, dalam senyuman, ada beberapa dasar-dasar tertentu yang mungkin dapat dijadikan pedoman yang berlaku universal, antara lain sebagai berikut:

  • Senyum Palsu
Senyuman tanda gembira yang tidak disertai dengan mata yang tersenyum dan kadang-kadang, bahkan disertai dengan tatapan mata yang dingin dan keras, dapat dipastikan itu adalah sebuah senyuman yang palsu atau pura-pura.

  • Senyum Terpaksa
Seperti halnya senyuman pura-pura, begitu pula ada senyum yang terpaksa. Senyum yang tidak diikuti oleh otot mata yang bergerak, sehingga mata tampak kosong dan tanpa ekspresi, maka terimalah itu sebagai penghormatan dari seseorang. Seseorang tersebut hanya ingin menjaga perasaan Anda dan menyenangkan Anda serta tidak ingin Anda tersinggung, meskipun sesungguhnya lelucon Anda sama sekali tidak lucu.

  • Senyum Melecehkan
Senyum yang sudut kiri mulutnya sedikit melengkung ke atas, menyiratkan potensi suka melecehkan ketika dalam kemarahan. Senyumannya ini diartikan sebagai kombinasi yang kontras antara kelembutan yang tiada banding dengan sensualitas yang tanpa ampun.

Sebagian ekspresi wajah dapat diketahui maksudnya dengan mudah. Namun, beberapa ekspresi lainnya sulit diartikan, misalnya ketakutan dan kejijikan kadang sulit dibedakan. Selain itu, kadang-kadang suatu wajah dapat disalahartikan mengalami emosi tertentu, karena susunan otot-otot wajah orang tersebut secara alami menyerupai wajah seseorang yang mengalami ekspresi tertentu, misalnya wajah seseorang yang tampak selalu tersenyum.

Bahasa Tubuh pada Gerak Badan

Bahasa tubuh adalah bagian yang sangat penting dalam komunikasi sehari-hari kita dengan orang lain. Namun, kebanyakan dari kita hanya mengerti pemahaman bahasa tubuh dalam taraf paling sederhana yang pada kenyataannya bisa sangat bermanfaat.

Dengan kemampuan membaca bahasa tubuh, maka seseorang akan mampu mengetahui kapan seseorang berkata jujur dan kapan seseorang berbohong. Inti dari bahasa tubuh yaitu memperbolehkan seseorang untuk menilai seberapa nyamankah lawan bicara Anda.

Barulah dari tingkat kenyamanan ini seseorang menilai bagaimana kondisi psikologi dari lawan bicaranya. Oleh karena itu, lebih baik pada awal pembicaraan, seseorang membangun pembicaraan yang nyaman sebagai takaran awal dari tingkat kenyamanan lawan bicara Anda.

Bahasa tubuh bukanlah sebuah ilmu pasti. Membaca bahasa tubuh, sebenarnya hanya sedang melakukan perkiraan untuk memberikan gambaran atas apa yang mungkin sebenarnya sedang dipikirkan oleh lawan bicara Anda. Oleh karena itu, dalam membaca bahasa tubuh harus komplit, mulai dari bagian kepala, badan serta tangan dan kaki.

Badan manusia dimulai dari bahu, dada dan perut yaitu bagian dari ketahanan hidup yang sangat penting bagi semua manusia. Semua itu adalah tempat di mana organ manusia berada. Oleh karena itu, secara tidak sadar manusia akan terus berusaha melindungi bagian tubuh tersebut.

Jika seseorang sedang merasa nyaman, maka ia tidak akan ragu untuk menunjukkan badannya ke hal yang ia nyamani, termasuk lawan bicaranya. Sebaliknya, jika ia merasa tidak nyaman atau tidak percaya diri, seseorang akan berusaha melarikan diri dengan membalikkan tubuh atau mengarahkan tubuhnya sedikit ke samping.

Indikator seperti itu sangat dapat dilihat dalam komunikasi hubungan sosial. Itulah sebabnya mengapa banyak sekali gambaran, di mana jika seseorang sedang merasa marah, tidak nyaman atau tidak baik, maka ia akan membalikkan tubuhnya.

Dengan indikator-indikator yang dimunculkan oleh lawan bicara Anda, Anda dapat menarik sebuah kesimpulan tentang kebenaran dari apa yang ia sampaikan. Berikut ini akan diulas bagaimana menengarai makna dari gerak badan lawan bicara Anda melalui macam-macam gerak badan.

A. Mencondongkan Badan

Ketika tubuh Anda condong ke arah orang lain, orang lain tersebut pasti cenderung Anda sukai atau menarik bagi Anda. Akan tetapi, apabila tubuh Anda menjauh dari orang lain, maka orang lain tersebut cenderung tidak Anda sukai.

Ketika Anda sedang kencan, perhatikan arah tubuh pasangan Anda. Ketika tubuh pasangan Anda menjauh, sebaiknya jangan diartikan dahulu dia tidak menyukai Anda. Bisa jadi, hal itu mengindikasikan dia sedang menjaga jarak saja. Sebaliknya, condongkan tubuh Anda kepadanya.

Kemudian, lihat respons tubuhnya. Mungkin Anda akan melihat gerakan meniru secara halus, tubuhnya condong kepada Anda, itu artinya gerakan condong tubuh Anda membangun kepercayaan dia kepada Anda.

B. Berdiri dengan Kaki Terbuka

Posisi berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu menunjukkan dominasi dan kebulatan tekad. Ketika menegaskan sebuah argumentasi dalam sebuah diskusi, berdiri dengan postur ini berarti menunjukkan hal itu.

Untuk peningkatan ekstra dari kualitas berdiri dengan kaki terbuka, letakkan tangan di pinggul yang secara tradisional menyatakan kekuatan. Inilah posisi tubuh yang biasa digunakan orang untuk menaklukkan orang lain.

C. Memindahkan Berat Badan dari Satu Sisi ke Sisi Lain atau dari Depan ke Belakang

Terus-menerus memindahkan berat dari satu kaki ke kaki lain atau bergerak ke depan dan ke belakang adalah gerakan untuk membuat nyaman. Namun, gerakan tersebut menunjukkan Anda gelisah atau kecewa.

Untuk memanipulasi kegelisahan itu, Anda bisa mengimbangi gerakan beban badan ini dengan gerakan mengambil sesuatu. Atau Anda juga bisa memanipulasi dengan sedikit pijatan atau lainnya.

D. Cara Berjalan

Seseorang yang berjalan dengan gerakan cepat dinilai sebagai orang orang produktif dan kompeten. Gerakan berjalan cepat seakan mengesankan bahwa orang tersebut mempunyai sesuatu yang penting.Gerakan berjalan cepat menunjukkan energi yang penuh. Orang yang berjalan dengan penuh energi dianggap punya kepribadian optimis. Jika Anda ingin menunjukkan diri Anda sebagai orang yang berwibawa, maka langkah tersebut bisa Anda latih agar Anda mampu berjalan dengan cepat dan mantap.

E. Cara Duduk

Posisi duduk dengan kaki tidak rapat menunjukkan Anda adalah orang besar dan memimpin. Kewibawaan seseorang mungkin bisa dimanipulasi dengan posisi duduk seperti itu.

Orang yang duduk dengan kaki tidak merapat dapat mempengaruhi orang lain agar duduk lebih rapat. Dengan demikian, posisi duduk seperti itu dapat memberi pesan kepada orang lain bahwa mereka harus berada di bawah (bawahan) dari orang yang duduk dengan posisi kaki tidak rapat.

Membaca gerak badan merupakan bagian penting dalam membaca bahasa tubuh. Kemampuan membaca gerak badan lawam bicara, akan meningkatkan kualitas kesimpulan yang akan Anda ambil, yaitu apakah lawan bicara Anda sedang berbohong atau sedang berkata jujur.

Bahasa Tubuh, Tangan dan Kaki

Ketika sedang berbicara dengan orang lain, Anda mungkin melihat lawan bicara Anda selalu melakukan beberapa gerakan tangan dan kaki yang bermakna sebagai bagian dari bahasa tubuh. Bahasa tubuh merupakan sebuah bahasa yang kadang pelakunya sendiri tidak sadar telah melakukannya. Oleh karena itu, bahasa tubuh dianggap sebagai ekspresi paling jujur saat berkomunikasi dengan orang lain.

Ekspresi tangan dan kaki merupakan isyarat yang menunjukkan seperti apa sebenarnya lawan bicara Anda. Berikut ini ekspresi tangan dan kaki yang mungkin Anda temukan dalam berkomunikasi dengan orang lain.

A. Membuka atau Menutup Telapak Tangan

Gerakan membuka telapak tangan seperti sedang akan menyajikan makanan menyatakan keterbukaan. Jika kondisi gerakan tangan ini dilakukan ketika dalam suasana pertemuan atau rapat, artinya orang tersebut terbuka dengan ide yang dituangkan dalam forum tersebut. Sementara itu, jika posisi telapak tangan menghadap ke bawah atau mengepalkan tinju, artinya orang tersebut berada dalam posisi kuat. Makna lainnya yaitu orang tersebut tidak terlalu fleksibel.

B. Memainkan Lengan

Orang yang berbicara dengan memainkan lengan tertentu memiliki sifat  energik, ramah dan hangat. Sedangkan mereka yang bicara tanpa memainkan lengan, cenderung terlihat sebagai sosok logis dan senang menganalisa.

Memainkan lengan sebenarnya perlu dikontrol, karena bila saat berbicara lawan bicara menunjukkan permainan lengan yang berlebihan dan terlalu bersemangat, hal tersebut menunjukkan ia tidak bisa dipercaya dan tidak berdaya. Ketika takut atau khawatir, sangat memungkinkan permainan lengan lawan bicara Anda terlalu berlebihan.

C. Menyembunyikan Tangan

Menyembunyikan tangan di pangkuan, dalam kantong celana atau jaket, hal tiu bisa menunjukkan gerakan ketidakjujuran atau kebohongan. Lawan bicara Anda seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari Anda.

Orang yang bicara dengan gerakan tangan seperti ini sedang memberitahukan kepada Anda tentang sesuatu hal. Namun, dengan gerakan menyembunyikan tangan, artinya ia tidak sedang memberikan sesuatu secara utuh. Ada yang disembunyikannya.

D. Mencungkil atau Menggigit Kuku

Ketika sedang bicara dan lawan bicara Anda bermain-main dengan kukunya, hal ini menandakan bahwa lawan bicara Anda tidak percaya diri dan penakut. Jika kemudian ia melipat tangan dengan jari telunjuk diluruskan ke arah siku, maka ia sedang mengatasi rendah dirinya.

Jika menginginkan, Anda bisa melakukan proses motivasi kepada lawan bicara Anda agar dia tidak takut dan bisa percaya diri. Sebab, dalam proses komunikasi akan trasa hambar apabila lawan bicara kita tidak percaya diri.

E. Menggaruk Kepala

Gerakan tangan menggaruk kepala atau memegang kuping dan perilaku-perilaku ganjil lainnya merupakan tanda bahwa lawan bicara Anda sedang gelisah, karena menyembunyikan sesuatu dari Anda. Memegang leher juga bisa menjadi tanda kegelisahan. Para perempuan memegang leher bagian depan, sedangkan laki-laki memijat leher bagian belakang untuk menenangkan diri.

Gerakan-gerakan menggaruk kepala memungkinkan Anda memahami betapa respons lawan bicara Anda harus Anda perhatikan dengan benar. Jika Anda mengabaikannya maka Anda tidak akan mendapatkan komunikasi yang berkualitas.

F. Menjalin Jari-Jari Tangan

Ada dua bentuk jalinan jari tangan ini dan mempunyai arti yang berbeda-beda. Barangkali ketika melihat lawan bicara Anda menjlain jari-jarinya dan diletakkan di dagunya sebagai penopang sembari bibirnya tersenyum, Anda akan mendapatkan kesan bahwa orang tersebut mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Namun, sebenarnya tidaklah demikian.

Gerakan menjalin jari-jari ini dirinya diselimuti perasaan putus asa, frustrasi dan berpikiran negatif. Ketika terjadi gerak isyarat yang demikian, gejolak hatinya melayang-layang tak tentu arah, memikirkan sesuatu yang negatif dalam dirinya sendiri. Hatinya mencari jawaban dari masalah yang dihadapi dan dipendam.

G. Menggosok Jari Tangan dan Jempol Tangan

Semua isyarat atau bahasa tubuh memiliki arti yang penting untuk dipahami. Menggosok jari tangan dan jempol tangan juga mengindikasikan sesuatu yang mesti diwaspadai. Kewaspadaan penting dilakukan agar komunikasi yang efektif bisa Anda kendalikan.

Ketika kawan bicara Anda berbicara kepada Anda dan ia menggosok-gosokkan jempol ke ujung jari atau pada jari telunjuknya, gerak isyarat tangan ini merupakan pencerminan bahwa ia mengharapkan sesuatu. Hati-hati dengan gerakan seperti ini. Anda harus menemukan gerak isyarat kejujuran agar Anda tidak salah memberi keputusan, apakah harus memberikan sesuatu kepadanya atau tidak.

H. Mencengkeram Pergelangan Tangan, Lengan dan Bahu

Coba perhatikan penjaga keamanan yang berjalan mengawasi satu pameran atau pertunjukan, ia akan mengangkat kepalanya sedikit saja dan kedua tangannya di balik punggungnya, sementara jari-jari tangan kanannya mencengkeram pergelangan tangan kirinya. Gerakan seperti ini menandakan watak yang superior serta percaya kepada dirnya sendiri. Ia menanggap orang lain di sekitarnya mempunyai tingkatan yang lebih rendah dari dirinya.

Bahasa tubuh yang demikian juga mencerminkan, bahwa orang yang bersangkutan mempunyai keberanian penih, tidak merasa gentar, tidak merasa minder dan suasana batinnya yang aman. Apabila lawan bicara Anda melakukan seperti itu, maka ia menunjukkan perasaan pemberani dan aman.

I. Memperlihatkan Jempol Tangan

Jempol adalah bagian jari tangan yang paling besar di antara semua jari. Jempol juga dianggap sebagai ibu jari atau induk jari. Jempol menandakan watak egois, mau menang sendiri, dan seseorang yang berbicara sering menunjukkan jempolnya menandakan bahwa ia mempunyai watak yang agresif, superior dan dominan. Biasanya, orang seperti ini cenderung tidak pernah mau mengalah dan hanya mementingkan keuntungan pribadi.

Ketika lawan bicara Anda memperlihatkan ibu jari ketika berbicara, maka ia mempunyai harapan yang positif. Seorang anak muda ketika merayu pacarnya, sering kali memperlihatkan ibu jarinya ketika berbicara. Meskipun gerakan tersebut tanpa disadarinya, namun merupakan informasi bagaimana suasana hati dan jalan pikirannya. Hal ini mencerminkan bahwa ia ingin menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya dan agar dapat pengakuan dari orang lain.

J. Kaki Bergerak Terus

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa semua isyarat atau bahasa tubuh memiliki makna yang harus dipahami. Pemaknaan bisa saja berbeda dari latar belakang tertentu. Namun, inti dari pemaknaan bisa dikorelasikan antara satu bentuk bahasa tubuh ke bentuk lainnya.

Misalnya, pada bahasa tubuh yang berupa kaki yang terlihat bergerak-gerak terus-menerus, menunjukkan adanya suatu kegelisahan atau ketidaknyamanan. Lawan bicara Anda mungkin sudah tidak sabar untuk cepat-cepat pergi dari Anda. Jika Anda menginginkan, buatlah dia nyaman terlebih dahulu, baru kemudian kembali membicarakan apa yang Anda inginkan.

K. Posisi Kaki Tertutup dan Terbuka

Jika ingin tahu apakah seseorang sedang gugup, berbohong atau menyukai lawan jenisnya, lihatlah kakinya. Kaki adalah bagian tubuh yang sering terlewatkan dari pandangan mata, padahal dari kaki pesan tubuh bisa dibaca dengan lebih jelas. Jika Anda menyukai seorang pria dan sedang tertawa, kaki Anda akan bergerak dan membuat postur kaki terbuka, tapi jika Anda tidak tertarik kepada seseorang, kaki Anda biasanya secara otomatis akan menyilang.

Sementara itu, orang yang sedang berbohong cenderung membuat postur kaki yang tidak biasa untuk mengalihkan dan mengganggu pembicaraan dengan lawan bicaranya. Sedangkan orang arogan umumnya memiliki kaki yang kaku dan tetap pada tempatnya berdiri.

Dulu pakar bahasa tubuh mengatakan bahwa kontak bisa membawa sebuah pesan kepada orang lain, namun sekarang tidak hanya mata, tetapi juga tangan dan kaki. Melalui tangan dan kaki, pikiran dan perasaan seseorang bisa terlihat. Tangan dan kaki bisa mengatakan apa yang sedang dibicarakan dan dirasakan oleh seseorang.

Membaca pikiran lawan bicara lewat gerak tangan dan kaki merupakan cara untuk mengungkapkan apa yang tersimpan dalam pikiran lawan bicara. Melalui gerak tangan dan kaki tersebut, maka Anda sudah dapat memahami apa yang akan Anda lakukan selanjutnya.

Kendalikan Bahasa Tubuh

Dalam ilmu bahasa tubuh, gerak tubuh dapat digunakan untuk menyatakan hubungan seseorang dengan orang lain atau tanggap terhadap lingkungan. Umumnya, orang sadar bahwa sikap tubuh akan memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap tindakan dan keputusan yang akan diambil oleh orang lain.

Seringkali ditemukan sikap orang dalam ketidakpastian, seperti perasaan yang dalam. Ketegangan mudah terlihat dari tubuh. Ketika tegang, urat-urat menjadi terlalu kuat, biasanya bahu maju ke depan dan bisa juga seseorang mengalami getaran urat tidak sadar di daerah muka atau bahu.

Jika Anda memiliki kemampuan memprediksi, maka akan mudah mengungkapkan bentuk pola sikap yang muncul dan dilakukan secara bersamaan dalam situasi tertentu. Gerak tubuh digunakan untuk menunjukkan pemikiran, isyarat dan keingintahuan lebih jauh tentang pendapat, gagasan, tindakan dan perilaku pihak lain yang berseberangan.

Gerakan tubuh berbicara tentang orang yang melakukannya. Gerakan tubuh adalah pintu menuju pembelajaran. Gerakan membangkitkan dan mengaktifkan kapasitas mental. Gerakan menyatukan dan menarik informasi baru ke dalam jaringan neuron. Gerakan sangat vital bagi semua tindakan untuk mewujudkan dan mengungkapkan pembelajaran, pemahaman dan eksistensi diri.

Gerakan tubuh dapat membantu pendengar untuk membuat visualisasi kata-kata Anda. Oleh karena itu, gerakan-gerakan perlu dicocokkan dengan kata-kata. Apabila ingin mulai berbicara untuk memotivasi orang lain dengan kuat, gerakan akan menjadi kuat juga. Jika Anda ingin menyatakan keraguan dengan kata-kata, gerakan juga menjadi lebih mutlak.

Gerakan tubuh tidak harus terlihat seperti gelisah. Gerakan yang tidak tentu arah biasanya tidak memberikan hal yang baik dalam hal memancarkan kepribadian. Sering kali seseorang belum selesai dengan gerakan tubuh, kemudian berhenti.

Hal seperti ini dapat muncul dalam diri seseorang yang sebelumnya tidak sadar dengan gerakan yang dilakukannya. Kemudian setelah sadar, ia menjadi malu dengan gerakan tubuhnya. Misalnya seseorang berbicara dengan telapak tangan di depan mulut.

Bahasa tubuh tidak selalu bermakna tunggal, misalnya membalik rambut dengan tangan secara cepat dan keras, mungkin merasa tidak enak. Misalnya siswa di kelas berubah dari yang semula duduk maju ke depan dengan kedua lengan di atas meja, menjadi menarik tubuh ke belakang dan menyilangkan tangan di dada, mungkin dia tidak cocok dengan kata-kata Anda atau merasa sepertinya Anda menyerangnya.

Jangan Lakukan Bahasa Tubuh yang Buruk

Segala yang Anda tampilkan ketika berhadapan dengan seseorang, baik itu suara maupun bahasa tubuh, adalah bentuk komunikasi. Oleh karena itu, menampilkan bahasa tubuh yang baik menjadi penting. Demikian pula menghindari bahasa tubuh yang kontraproduktif adalah menjadi sebuah keharusan.

Langkah pertama dalam menampilkan bahasa tubuh yang tepat adalah dengan memiliki keyakinan dan kepercayaan diri ketika tampil. Selanjutnya, Anda dapat meninggalkan bahasa tubuh yang buruk yang akan diuraikan berikut ini:

A. Tangan di Saku

Ketika Anda memasukkan tangan ke saku, Anda tampak kurang terbuka. Seolah-olah ada yang ingin Anda sembunyikan. Hindari melakukan hal ini. Segera keluarkan tangan Anda setiap kali Anda sadar telah memasukkan tangan ke dalam saku celana.

B. Tangan di Belakang

Bentuk lain dari bahasa tubuh yang kurang terbuka adalah menaruh tangan Anda di belakang pinggang. Sama seperti memasukkan tangan di saku, hal ini menunjukkan kurangnya keterbukaan.

C. Berdiri dengan Bertumpu pada Satu Kaki

Tidak jarang seseorang tampil dengan bertopang pada satu kaki. Kaki yang satu menahan bobot tubuh, sedangkan kaki yang lain lebih santai. Cara ini menunjukkan Anda tampil seperti orang malas dan tidak serius dalam menjalin komunikasi.

D. Menggaruk Hidung atau Kepala

Menggaruk hidung atau menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal terjadi karena kurang percaya diri. Jika Anda memiliki kebiasaan ini, hilangkan segera.

Bahasa tubuh mengidentifikasikan seseorang, apakah ia menarik untuk dilanjutkan hubungannya atau tidak. Jika Anda pernah melakukan hal-hal di atas, segera tinggalkan. Latih diri Anda agar bisa menggunakan bahasa tubuh dengan tepat. Latihan diperlukan untuk membiasakan agar Anda terlihat natural dengan bahasa tubuh Anda.

Bagaimana Menggunakan Bahasa Tubuh yang Baik

Penggunaan bahasa tubuh dalam berkomunikasi biasa disebut sebagai komunikasi non-verbal. Siapapun Anda dan apapun profesi Anda, harus mengetahui cara menggunakan bahasa tubuh sebagai cara penekanan ekspresi pesan yang akan disampaikan. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya distorsi informasi.

Ketika berkomunikasi dengan  menggunakan bahasa verbal, orang sering menggunakan bantuan gerak-gerik anggota tubuh, seperti mata, tangan, kepala dan lain-lain. Kemampuan memanfaatkan anggota tubuh merupakan aset komunikasi dan bukan sekadar tampilan fisik.

Apabila digunakan secara tepat dan benar, bahasa tubuh akan menimbulkan rasa tenteram bagi diri sendiri atau pendengar, memperjelas bahasa ujaran, dan sekaligus akan menghasilkan dampak positif yang mungkin tidak diduga. Sebagai contoh, cara berdiri, bergerak, menatap, dan tersenyum yang dimanipulasikan sedemikian rupa akan memberi nuansa komunikatif terhadap penampilan kata-kata.

Beberapa teknik dasar yang dapat digunakan, antara lain sebagai berikut:

A. Kontak Mata

Lakukan tatapan mata setiap saat pada individu atau kelompok tertentu untuk memperoleh keyakinan, bahwa mereka memperhatikan konten yang sedang dibicarakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri sebagai pembicara. Jika keberanian untuk melakukan hal ini belum ada, layangkan selalu tatapan mata ke bagian pendengar di barisan belakang.

Kekhawatiran tersebut akan terkikis sedikit demi sedikit selama berbicara, sehingga akhirnya timbul keberanian menatap pada satu arah pendengar tertentu. Jangan lupa memberi keseimbangan tatapan, berganti arah. Jangan sekali-kali menatap ke bahan tertulis konten pembicaraan/menunduk selama berbicara.

B. Gerak Tangan

Gunakan bahasa tangan untuk mengilustrasikan poin-poin ujaran yang disampaikan. Jika tidak terbiasa menggunakan gerakan tangan sebagai aksentuasi, silangkan saja di bagian punggung, jika bicara sambil berdiri, atau di balik podium, jika berdiri di mimbar.

Jangan sekali-kali menggunakan gerakan tangan yang menunjukkan kegelisahan atau sebaliknya, membuat gerakan yang membuat pendengar menjadi tidak tenteram. Misalnya, memutar-mutar pulpen dengan tangan atau mengetuk-ngetukkannya di meja selama berbicara.

C. Gerakan Santai

Bergerak santai jika bicara sambil berdiri. Tapi jangan mondar-mandir dari satu sisi ke sisi yang lain terlalu cepat, seperti orang sedang adu lari atau terlalu diatur, sehingga terkesan seperti peragawati.

Jika Anda menyadari posisi gerak tubuh Anda, sebaiknya lakukan gerakan yang santai. Kendalikan emosi Anda agar Anda bisa melakukan gerakan santai. Caranya adalah dengan merelaksasi dahulu sebagaimana telah dijelaskan pada bagian lain buku ini.

D. Tidak Tegang

Dalam menggunakan bahasa tubuh, sikap rileks dan santai sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dapat menunjang kualitas komunikasi yang sedang Anda lakukan. Jangan tegang. Sebab ketegangan hanya akan merusak kualitas komunikasi.

Bukankah komunikasi itu untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan? Maka, dalam berkomunikasi Anda harus menghindari rasa beban. Kalau tidak, akan terjadi ketegangan dan ketidakteraturan berbicara. Dengan demikian, interaksi komunikasi yang positif tidak terjadi.

E. Senyuman

Senyum dan senyum akan menimbulkan keyakinan pada diri sendiri dan rasa akrab bagi pendengar. Selalu tersenyum sambil menceritakan suatu anekdot atau humor yang terkait dengan bahan pembicaraan, akan membuat pendengar benar-benar menikmati humor dan anekdot tersebut.

Paling tidak untuk sopan santun, mereka akan ikut tertawa juga. Hal ini penting untuk pembicara. Sebab, jika humor tidak bersambut, akan mengakibatkan hilang kontrol dan percaya diri pembicara juga akan hilang.

Apapun konten pembicaraan yang akan disampaikan, maka keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan menggabungkan unsur isi pembicaraan, pengungkapanya dalam bahasa ujaran and aksentuasinya dalam bentuk non-ujaran atau bahasa tubuh. Semua harus bersifat sinergis. Kemampuan  menggunakan bahasa tubuh yang baik, akan menunjukkan kualitas pribadi seseorang. Demikian pula ketika Anda memahami teknik dasar menggunakan bahasa tubuh, Anda dapat dengan mudah menangkap bahasa tubuh orang lain.

Meningkatkan Kelancaran Bahasa Tubuh

Komunikasi, baik verbal maupun non-verbal, akan berjalan sesuai yang direncanakan dan pesan dapat tersampaikan dan dipahami lawan bicara apabila asas-asas komunikasi menjadi pegangan dalam komunikasi. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memperlancar komunikasi dan ada pula yang menghambat komunikasi.

Dalam kajian bahasa tubuh, faktor-faktor, baik penghambat atau pelancar komunikasi, pada dasarnya sama dengan kajian komunikasi secara umum. Sebab, faktor-faktor tersebutlah yang memang menghambat atau memperlancar (mendukung) komunikasi bahasa tubuh.

Berikut ini detail faktor-faktor tersebut, baik dari sisi komunikator (pembicara) maupun komunikan (pendengar):

A. Faktor-Faktor Pendukung Komunikasi dari Segi Komunikator

Komunikator atau pembicara menjadi titik kunci keberhasilan komunikasi. Jika komunikator mampu menyampaikan pesan dengan pendukung komunikasi yang lengkap maka komunikasi akan berlangsung dengan sempurna. Berikut ini faktor-faktor yang memperlancar komunikasi agar pesan tersampaikan dengan baik.

  • Kepandaian Mengirim Pesan
Komunikator yang menguasai teknik bicara dan menulis surat memilih simbol atau lambang yang tepat, yang dapat membangkitkan minat pendengar, pembaca sehingga dapat memberikan keterangan-keterangan secara sistematis dan mudah ditangkap. Untuk itu, perlu adanya kesamaan reference antara komunikator dan komunikan agar dalam proses komunikasi berjalan lancar. Sebagaimana diungkapkan oleh teori Ogdem dan Richard bahwa reference diperlukan untuk menerjemahkan lambang dengan kenyataan atau wujud yang sebenarnya.

  • Sikap Komunikator
Sikap ini secara khusus dipelajari dalam kajian bahasa tubuh karena memang merupakan bagian dari hal tersebut. Komunikator yang bersikap sombong dan angkuh menyebabkan pendengar tidak senang dan menolak uraian dari komunikator.

  • Pengetahuan Komunikator
Komunikator yang berpengetahuan dan menguasai persoalan yang akan disampaikan akan lebih mudah menyampaikan uraian-uraian. Selain itu, juga akan mudah menemukan contoh-contoh sehingga komunikasi akan lebih berhasil.

  • Lahiriah Komunikator yang Normal
Sikap lahiriah ini dimaksudkan juga ada dalam kajian bahasa tubuh, terutama dalam komunikasi lisan. Misalnya, suara yang mantap, ucapan yang jelas, sikap yang baik serta bahasa tubuh atau gerakan tangan yang tepat dapat mendukung pembicaraan.

B. Faktor-Faktor Pendukung Komunikasi dari Segi Komunikan

Tidak kalah penting dari komunikator, komunikan juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang mendukung lancarnya komunikasi. Berikut ini faktor-faktor pendukung komunikasi yang harus dikuasai komunikan (pendengar):

  • Kecakapan Berkomunikasi Reseptor
Reseptor dalam hal ini adalah komunikan, orang yang mendengar dan merespons pesan. Kecakapan ini terutama kecakapan membaca dan mendengarkan. Walaupun komunikator memenuhi persyaratan, jika reseptor kurang cakap mendengarkan dan membaca, maka hasil komunikasi kurang baik.

  • Sikap Reseptor
Kadang-kadang reseptor telah curiga terhadap pembaca (prejudice) atau kadang-kadang bersikap apriori dan sebagainya.

  • Pengetahuan Reseptor
Dengan pengetahuan yang luas pendengar akan cepat menangkap pembicaraan karena ia mudah menafsirkan maksud dari pembicaraan.

  • Sistem Sosial
Reseptor harus membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan pembicara. Dengan kata lain, pendengaran harus menyesuaikan diri terhadap sistem sosial pembicara.

  • Keadaan Lahiriah Reseptor
Dalam kajian bahasa tubuh ini juga dipelajari dan perlu dilatih. Sebab, respons reseptor atas pesan yang kita sampaikan secara gerak dan isyarat akan menambah pengetahuan kita untuk menguatkan pesan atau mencukupkan penyampaian pesan. Pendengaran, penglihatan dan indera lain harus sempurna. Indra yang tidak sempurna akan menyebabkan tanggapan yang kurang jelas.

C. Faktor-Faktor Penghambat dari Komunikator dan Komunikan

Setelah kita memahami faktor-faktor pendukung komunikasi, baik dari pihak komunikator maupun komunikan, maka kita akan mempelajari faktor-faktor penghambat komunikasi. Kali ini tidak ada pembedaan faktor, sebab kedua pihak bisa menjadi penyebab terhambatnya komunikasi yang sama. Diantara faktor-faktor itu yakni:

  • Kurang Cakap
Kurang cakap berbicara dan mendengarkan sesuatu merupakan hambatan atau rintangan dalam komunikasi. Umumnya, kegiatan-kegiatan tersebut telah dapat dilaksanakan, tetapi belum banyak yang dapat melakukannya dengan baik dan efektif.

  • Sikap yang Salah
Untuk dapat mengatasi hal ini, perlu memperdalam hubungan kemanusiaan dan mempelajari etiket.

  • Kurang Pengetahuan
Jika pengetahuan si pembaca atau penulis luas, maka dalam penyajiannya harus berusaha menyesuaikan pembicaraannya dengan para pendengar dan menggunakan contoh-contoh konkret dan cerita yang dapat diambil hikmahnya.

  • Kurang Memahami Sistem Sosial
Jika pembicara kurang memahami sistem sosial, maka pembicaraan tidak tepat. Begitu pula sebaliknya, jika pendengar kurang memahami pembicara, maka pendengar tidak akan bisa menangkap dengan tepat isi pembicaraan.

  • Adanya Prasangka (Prejudice)
Bagi masyarakat yang kurang terpelajar memungkinkan akan mudah timbul prasangka yang tidak mendasar pada pikiran yang sehat. Kadang-kadang prasangka itu tidak benar atau bersifat negatif.

  • Kesalahan Penggunaan Bahasa
Sering terjadi penafsiran yang keliru disebabkan oleh perbedaan artinya dari suatu istilah. Kesalahan semacam ini disebut kesalahan semantik.

  • Jarak Komunikator dengan Penerima
Jarak yang terlalu jauh, baik secara lahiriah maupun batiniah akan membawa dampak tidak efektifnya komunikasi.

  • Indra yang Rusak
Indra yang rusak atau sakit akan mengganggu proses komunikasi, terutama dalam bidang komunikasi bahasa tubuh.

  • Berlebihan dalam Berkomunikasi
Kadang-kadang komunikasi tidak lancar disebabkan karena terlalu banyak penjelasan sehingga mengaburkan isi atau maksud komunikasi yang sebenarnya.

  • Komunikasi Satu Arah
Pendengar tidak diberi kesempatan untuk menanyakan atau menyampaikan saran-saran sehingga apa yang ia terima tidak jelas.

Mengetahui dengan benar apa saja faktor pendukung dan penghambat komunikasi akan menambah kemampuan kita dalam berkomunikasi secara efektif dan efisien, pesan tersampaikan dan dapat dipahami lawan bicara. Dalam kajian bahasa tubuh, faktor-faktor itu menjadi dasar dan diterapkan dalam komunikasi. Manfaatnya jelas bahwa komunikasi yang lancar akan memudahkan orang lain memahami pesan.

Bahasa Tubuh dalam Pergaulan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak akan trlepas dari ekspresi yang muncul dari gerak tubuh. Ketika seseorang dibangunkan dari tidur, ekspresi yang muncul pertama kali adalah ekspresi menstabilkan antara fisik dan psikis. Bentuk ekspresi ini bisa bermacam-macam, tergantung dari hubungan antara orang yang membangunkan dan orang yang dibangunkan. Selain itu, juga tergantung dari situasi dan kondisi ketika seseorang dibangunkan dari tidur. Bentuknya akan berbeda mengikuti hal-hal tersebut.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk bahasa tubuh yang diharapkan dapat memperkaya wawasan kita mengenai bahasa tubuh:
1. Apabila Anda sedang berbicara dengan seseorang dan lawan bicara kita tampak melakukan hal-hal seperti berikut ini:
  • Berbicara dan tidak berani bertatapan mata, biasanya setelah terjadi kontak mata sebentar, langsung mengalihkan pandangan ke arah lain. Artinya: pada dasarnya, dia tidak mau diketahui maksud hatinya yang sesungguhnya, kemungkinan juga ada rahasia yang disembunyikan.
  • Berbicara sambil memegang-megang ujung hidung atau daun telinga dan biasanya tidak berani menatap mata kita. Artinya : kemungkinan besar dia sedang berbohong.
2. Apabila berbicara pada posisi berdiri dan dia tidak menghadapkan tubuhnya persis ke arah Anda.
Artinya : dia tidak begitu berminat berbicara dengan Anda, bahkan meremehkan Anda.

3. Berbicara sambil melihat ke sekeliling.
Artinya : dia sedang mencari seseorang atau sedang mencari perhatian orang-orang di sekitar.

4. Berbicara sambil mengangkat salah satu kakinya dan diletakkan di atas kaki yang lain.
Artinya : dia berusaha menunjukkan statusnya.

5. Berbicara sambil kedua tangan saling meremas atau salah satu tangan mengelus-elus tangan yang lain dan badan agak membungkuk.
Artinya : dia sedang berusaha memperoleh rasa belas kasihan Anda.

6. Mendengarkan Anda sambil memegang dagu dan mengelus-elusnya.
Artinya : dia sedang berusaha menilai Anda dan apa yang Anda bicarakan.

7. Mendengarkan Anda sambil menopang dagu dengan tangannya.
Artinya : dia sedang memperhatikan Anda dan apa yang Anda bicarakan.

8. Apabila dia bersikap seperti itu sambil mencibir dan sedikit mendongakkan kepala dan alis mengernyit.
Artinya: dia sedang berpikir keras memahami pembicaraan Anda atau ada isi pembicaraan yang tidak sesuai dengan pemikirannya.

9. Mendengarkan dengan salah satu tangan menopang kepala dengan jari telunjuk menyentuh pelipis.
Artinya : dia sedang berpikir atau berusaha menunjukkan bahwa sedang menyimak pembicaraan Anda.

10. Mendengarkan Anda sambil mengelus-elu lehernya, terkadang memandang ke arah lain.
Artinya : dia sudah bosan berbicara dengan Anda atau dengan topik pembicaraanya.

11. Mendengarkan Anda sambil garuk-garuk kepala.
Artinya : dia terpaksa mendengarkan pembicaraan Anda atau terpaksa bertemu dengan Anda.

12. Mendengarkan Anda, tapi kedua telapak tangan ditekankan di atas paha atau lutut.
Artinya : dia sudah ingin mengakhiri pembicaraan dan ingin meninggalkan tempat tersebut.

13. Mendengarkan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Artinya : dia sedang tidak fokus dengan pembicaraan dan suka minta perhatian orang atau sedang mencari seseorang.

14. Mendengarkan Anda dengan kedua mata terbuka lebar menatap Anda.
Artinya : dia berminat dengan Anda atau pembicaraan Anda.

15. Mendengarkan sambil kedua tangan bersedekap di dada dan/atau kedua kaki disilangkan.
Artinya : apabila tatapannya tajam, maka hati-hati ada pembicaraan Anda yang agak bertentangan dengannya atau cara Anda berbicara yang tidak disukainya. Apabila dia sering menoleh ke arah lain, tampaknya dia kurang berminat untuk berbicara (sedang ingin diam atau sendiri).

16. Apabila dia tamu Anda dan dia sering berdehem-dehem sambil menelan air liur atau membasahi bibir dengan lidah, kemungkinan besar dia sedang haus dan Anda harus segera menawarkan minuman kepadanya.

17. Apabila dia sering menatap ke cangkir atau gelas di depannya.
Artinya : dia menunggu dipersilahkan minum oleh Anda atau meminta tambahan air.

18. Apabila Anda sedang berkumpul dan mengobrol dengan beberapa orang, maka perhatikanlah hal-hal seperti berikut ini:
  • Apabila selama pembicaraan Anda jarang ditoleh dan disapa.
Artinya : Anda tidak diharapkan ikut di dalam pembicaraan tersebut atau pendapat Anda tidak dibutuhkan oleh mereka.

  • Perhatikan dada teman-teman bicara Anda di sebelah kanan maupun kiri, apabila cenderung mengarah kepada Anda, berarti Anda tetap diharapkan ikut dalam pembicaraan tersebut.
  • Pembicaraan Anda disela dan dipotong, lalu teman-teman Anda berbicara sesama mereka. Artinya : Sebaiknya Anda pergi, karena kehadiran Anda benar-benar tidak diharapkan.
  • Apabila dalam posisi berdiri, arah salah satu telapak kaki teman-teman Anda menuju ke arah Anda. Artinya : mereka berminat berbicara dengan Anda.

19. Apabila Anda seorang pria dan di depan Anda ada seorang wanita yang belum dikenal.
  • Dia sering melihat ke arah Anda. Artinya : dia berminat terhadap Anda.
  • Dia menghadapkan duduknya ke arah Anda. Artinya : dia benar-benar menunjukkan minatnya kepada Anda.
  • Dia tersenyum lebih dulu kepada Anda. Artinya : dia mengharap disapa oleh Anda.
  • Dia memain-mainkan rambutnya sambil sesekali melirik ke arah Anda. Artinya : dia mencoba menarik perhatian Anda.
  • Dia mengelus-elus bagian tubuhnya seperti tangan, leher atau dada. Artinya : dia mencoba menarik perhatian Anda secara seksual dengan menunjukkan kecantikannya.
  • Dia duduk dengan mengangkat salah satu kakinya dan diletakkan di atas kaki yang lain. Artinya : dia sedang menunjukkan status sosialnya. Apabila dia memperlihatkan betisnya, berarti dia juga berusaha menunjukkan kecantikannya.
  • Dia menatap ke arah lantai sambil memainkan bagian pakaiannya atau menggoyang-goyangkan kakinya dengan sudut matanya mencuri-curi pandang ke arah Anda. Artinya: dia benar-benar mengharapkan Anda segera mendekatinya, menyapanya dan memulai perkenalan.
  • Dia menggeser duduknya atau mencari tempat duduk baru yang ada ruang kosong di sampingnya. Artinya : dia mempersilahkan Anda untuk pindah di sampingnya.
  • Dia mengedipkan sebelah matanya kepada Anda. Artinya : dia membuka peluang untuk suatu hubungan intim.
20. Apabila Anda seorang pria dan sedang berbicara dengan seorang wanita.
  • Dia mendengarkan sambil menatap Anda dengan mulut agak terbuka dan membasahi bibirnya dengan lidah. Artinya : dia akan bersedia bila dicium.
  • Dia mendengarkan sambil menatap Anda dengan mencondongkan dadanya. Artinya : dia akan bersedia bila dipeluk.
  • Dia berbicara sambil kedua tangan bersedekap di dada. Artinya : dia mempertegas bahwa dia hanya seorang teman bicara atau diskusi.
  • Dia tidak menarik tangannya ketika disentuh jarinya. Artinya : dia membuka kesempatan untuk membina hubungan lebih dekat.
  • Dia tidak menarik tangannya ketika disentuh bagian siku. Artinya : dia tidak akan menolak apabila diajak kencan. Pada umumnya, semakin dekat suatu sentuhan dengan tubuh bagian dalam (dada dan perut), maka semakin intim suatu hubungan.
  • Apabila didekati oleh Anda, dia mengambil sedikit langkah mundur. Artinya : dia menunjukkan sikap defensif. Jadi Anda harus berhati-hati dan jangan keliru bersikap.
  • Apabila dia secara atraktif mencubit atau menepuk tangan Anda atau membersihkan debu atau kotoran di baju Anda dan biasanya diikuti lirikan ke sekeliling. Artinya : dia berusaha menunjukkan kepada orang lain di sekitar, bahwa dia akrab atau intim dengan Anda.
21. Apabila Anda seorang wanita dan di depan Anda ada seorang pria yang belum kenal.
  • Dia tersenyum kepada Anda. Artinya : Anda sesuai dengan seleranya.
  • Dia menggaruk-garuk lehernya dan menatap ke atas maupun ke kanan kiri. Artinya : dia gugup dan salah tingkah.
  • Dia memalingkan wajah ke arah lain, tapi sering melirik ke arah Anda. Artinya : dia tidak berani mendekati Anda atau karena ada pria lain di samping Anda yang diduganya adalah pasangan Anda.
22. Apabila Anda seorang wanita dan sedang berbicara dengan seorang pria.
  • Sambil berdiri dan salah satu tangannya memegang tangan yang lain di depan pinggangnya. Artinya : dia adalah pria yang sangat sopan.
  • Sambil berdiri dan salah satu atau kedua tangannya ada di saku celananya. Artinya : dia merasa lebih berkuasa dari Anda.
  • Sambil berdiri dan dia meletakkan salah satu tangannya ke dinding tempat Anda bersandar. Artinya : dia merasa bisa menguasai Anda.
  • Sambil berdiri dan dia berbicara dengan terus-menerus menatap mata Anda. Artinya : dia sedang menunjukkan perasaannya kepada Anda.
  • Sambil berdiri dan dia sering melihat ke dada Anda atau bagian tubuh lainnya. Artinya : dia menyukai bagian-bagian yang dilihatnya tersebut.
  • Sambil duduk dan jari jemari kedua tangannya disilangkan seperti orang berdoa dan diletakkan di depan mulutnya. Artinya : dia sedang bingung untuk mengambil keputusan.
  • Sambil duduk dia mendengarkan Anda berbicara dengan salah satu atau kedua telapak tangannya menopang pipinya. Artinya : dia bosan dengan pembicaraan atau bosan dengan duduk-duduk saja atau sedang mengantuk.
  • Sambil duduk dia melingkarkan tangannya ke bahu Anda atau sandaran kursi di belakang Anda. Artinya : dia ingin memeluk Anda dan memberi kesan melindungi Anda.
  • Ketika hal itu dilakukan di hadapan orang lain. Artinya : dia ingin menunjukkan kepada orang lain, bahwa dialah pemilik diri Anda.
23. Apabila Anda sedang berada dalam situasi jual beli.
  • Penjual yang akan mengambil untung sangat besar dari Anda, biasanya tidak berani menatap mata Anda ketika tawar-menawar, saling mencuri-curi pandang dengan temannya sesama pedagang, dan ketika Anda sedang mempertimbangkan harga yang ditawarkannya, dia kemudian pergi menjauh dan pura-pura sibuk, lalu melirik Anda sambil berharap Anda menerima tawaran tersebut.
  • Penjual yang berbohong tentang keaslian suatu barang, biasanya tidak berani menatap mata Anda ketika tawar-menawar dan berkesan tidak mau banyak bicara untuk menjelaskan spesifikasi barang tersebut, dan tidak mau berlama-lama tawar-menawar.
  • Pembeli yang memegang-megang banyak barang. Artinya : dia tidak benar-benar berniat membelinya satu pun.
  • Pembeli yang memegang satu macam barang dan dengan serius menanyakannya kepada Anda (penjual). Artinya : dia benar-benar berniat membelinya.
  • Pembeli yang kehilangan senyumannya setelah Anda memberitahukan harganya. Artinya : dia sedang mempertimbangkan untuk menawar harganya atau tidak jadi membelinya.
  • Pembeli yang pergi menjauh namun matanya masih melirik barang yang tidak jadi dibelinya. Artinya :: dia benar-benar berminat terhadap barang itu.
Bentuk-bentuk bahasa tubuh dan makna yang disajikan di atas tidak mutlak. Kajian bahasa tubuh harus mengikuti kebiasaan atau kebudayaan yang melatarbelakangi pelakunya. Oleh karena itu, di awal telah disebutkan bahwa bentuk-bentuk bahasa tubuh di atas adalah sebagai pengenalan semata. Kalaupun ada kesamaan dengan budaya dan kebiasaan di Indonesia, tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang menyertai. Artinya, dalam menarik makna dari bentuk bahasa tubuh harus menyeluruh, agar menemukan makna yang sesungguhnya.

Comments