Bagian 3 : The Power of Body Language
Apa Itu Bahasa Tubuh?
Dalam kajian ilmu komunikasi, terdapat dua bentuk komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal biasanya dilakukan melalui penuturan lisan dan tulisan. Sementara itu, komunikasi non-verbal dilakukan melalui bahasa tubuh. Kedua bentuk komunikasi ini seringkali dilakukan bersamaan untuk saling menguatkan.
Bahasa tubuh (body language) adalah komunikasi pesan non-verbal (tanpa kata-kata). Bahasa tubuh adalah jenis komunikasi non-verbal berupa perilaku fisik (anggota tubuh), bukan kata-kata. Komunikasi model ini digunakan untuk mengungkapkan atau menyampaikan informasi. Dalam sebuah penelitian bahkan disebutkan bahwa persentase dalam sebuah proses komunikasi yang berupa bahasa tubuh sebanyak 70%. Artinya, kata-kata verbal hanya 20% dalam sebuah proses komunikasi.
Menurut pakar komunikasi, Richard E.Potter dan Larry A.Samoval dalam Intercultural Communication: A Reader, bahasa tubuh adalah proses pertukaran pikiran dan gagasan dengan penyampaian pesan berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artefak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh. Dalam pandangan, Muhammad Adam Hussein mengatakan bahwa bahasa tubuh di definisikan sebagai cara bereaksi dengan gerak gerik tubuh seseorang dalam mengambil sikap dan tindakan baik secara spontan maupun tidak. Bahasa tubuh dapat diartikan pula sebagai cermin isi perasaan dalam merespons seseorang.
Bahasa tubuh adalah bahasa yang "diucapkan" oleh tubuh kita, bisa dilakukan secara sadar (terkendali), bisa pula dilakukan tanpa disadari (tak terkendalikan). Bahasa tubuh yang dilakukan secara sadar bisa dan mudah dimanipulasi, disesuaikan dengan apa yang diucapkan. Sebaliknya, bahasa tubuh yang terucap tanpa disadari dapat mengungkapkan makna rahasia yang tak terlontar dari mulut.
Allan dan Barbara Pease menjelaskan bahwa ketika Anda melihat mengambil posisi lengan menyilang, hal itu untuk menyatakan bahwa Anda mungkin telah mengatakan sesuatu yang orang lain tidak setuju. Sehingga, ada baiknya melanjutkan argumen Anda meskipun orang tersebut secara lisan bisa setuju dengan Anda. Dengan demikian, faktanya, bahasa tubuh lebih jujur daripada kata-kata.
Dalam sebuah riset yang dilakukan di tahun 1989 terhadap 1500 mahasiswa untuk mengikuti sebuah kuliah. Mahasiswa dibagi dalam 2 kelompok. Dimana kelompok satu saat mengikuti kuliah diminta untuk tidak melipat tangan dan kaki dan duduk rileks. Sedangkan kelompok dua, sepanjang kuliah diminta untuk melipat tangan dan kaki. Hasilnya ternyata kelompok yang melipat tangan menangkap 38% lebih sedikit materi kuliah dibandingkan dengan kelompok yang tidak melipat tangannya.
Buku yang berpengaruh secara teknis mengenai bahasa tubuh sebelum abad ke 20 adalah karya Charles Darwin (1872) yang berjudul The Expression of The Emotions in Man and Animals. dari buku ini muncul kajian tentang makna ekspresi wajah, bahasa tubuh dan gagasan lainnya berkaitan dengan isyarat dan simbol. Saat menyebut pemahaman (perceptive) atau intuisi (intuitive) akan mengacu pada kemampuan seseorang dalam membaca berbagai simbol non-verbal, kemudian membandingkannya dengan simbol verbal. Hal ini disebut kesadaran pendengar atau cara berhubungan dengan suatu kelompok.
Bahasa tubuh mengacu pada teknik komunikasi diam atau non-verbal bahwa semua orang secara sadar atau tidak sadar melaksanakan dalam semua aspek hubungan dengan orang lain di sekitar kita. Bahasa tubuh meliputi tingkah laku seseorang, gerak tubuh, dan gerakan fisik lainnya, baik secara sadar atau tidak sadar yang dilakukan oleh individu.
Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh. Ini adalah sesuatu yang sangat mirip dengan cermin yang membuat kita tahu apa yang dipikirkan orang lain dan pengalaman dalam menanggapi atau sebagai akibat dari apa yang kita katakan atau lakukan.
Kita mungkin tidak sadar tapi dalam situasi kehidupan nyata, sebagian besar pesan dari kita yang dikomunikasikan dengan orang lain yang disampaikan melalui bahasa tubuh dan hanya 7% sebenarnya ditularkan melalui kata-kata (saluran verbal) komunikasi. Sisanya terdiri dari bahasa tubuh kita (55%) dan nada suara (38%).
Meskipun hal ini bergantung pada bagaimana terjadinya percakapan seperti melalui telepon, e-mail atau pesan teks. Bahwa menyampaikan fakta yang sangat penting yang dihadapi interaksi bahasa tubuh tetap menjadi kompone vital dalam komunikasi.
Bahasa Tubuh Sebagai Bagian Komunikasi Non-Verbal
Sebelum kita memasuki bahasa tubuh secara esensial, sebaiknya kita paham dahulu apa itu komunikasi non-verbal. Komunikasi memiliki beberapa pengertian, antara lain merupakan sebuah proses interaksi sosial antara dua atau lebih individu yang mencoba saling mempengaruhi dalam hal ide, sikap, pengetahuan, dan tingkah laku. Selain itu komunikasi juga didefinisikansebagai proses memberitahukan dan menyebarkan pikiran-pikiran, nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi, agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik bersama.
Seperti yang telah kita ketahui, komunikasi terdiri atas dua jenis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi vrbal merupakan proses komunikasi melalui bahasa dan kata-kata yang diucapkan.
Para ahli di bidang komunikasi non-verbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi non-lisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi non-verbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi non-verbal. Komunikasi non-verbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal atau non-verbal.
Lembaga komunikasi adalah suatu proses penyampaian atau suatu proses pengoperan lambang-lambang. Misalnya seseorang (komunikator) mengoperkan lambang-lambang yang mempunyai pengertian kepada orang lain (komunikan). Lambang yang mempunyai pengertian tersebut disebut message atau pesan.
Komunikasi non-verbal dapat diartikan sebagai komunikasi yang tidak menggunakan bahasa lisan maupun tertulis melainkan menggunakan bahasa tubuh (body language). Bahasa tubuh disini dapat berupa gerakan anggota tubuh, ekspresi wajah, mimik wajah atau penampilan. Saat melakukan konfirmasi kepada calon pembeli selain dapat dilakukan komunikasi verbal juga dapat dilakukan komunikasi non-verbal.
Pesan biasanya terdiri atas beberapa bentuk yang membangun dan membentuk pesan itu sendiri. Beberapa macam bentuk pesan antara lain sebagai berikut.
A. Sound Message
Bentuk pesan yang pertama adalah sound message. Sound message adalah pesan melalui suara yang diterima dengan telinga tau pendengaran. Bentuk pesan sound message dalam komunikasi vrbal contohnya adlah telepon, rekaman, telepon seluler dan lain-lain. Sementara itu, bentuk pesan sound message dalam komunikasi non-verbal contohnya adalah bel, klakson mobil dan trompet.
B. Visual Message
Bentuk pesan yang kedua adalah visual message. Visual message adalah pesan yang dapat dilihat atau dapat ditangkap dengan penglihatan. Bentuk pesan visual message dalam komunikasi verbal contohnya adalah semua yang tertulis, dicetak, diketik, laporan, teleks, telegram atau fax dan lain sebagainya. Sementara itu, bentuk pesan visual message dalam komunikasi non-verbal contohnya adalah gambar-gambar peta, karikatur dan lain sebagainya.
C. Audio-Visual Message
Bentuk pesan yang ketiga adalah audio-visual message. Audio-visual message adalah pesan yang dapat dilihat dan didengar. Bentuk pesan audio-visual message dalam komunikasi verbal dan sekaligus non-verbal contohnya adalah berbicara langsung bertatap muka dan televisi.
D. Touch Message
Bentuk pesan yang keempat adalah touch message. Touch message adalah pesan yang diterima oleh rasa. Bentuk pesan touch message biasanya hanya dilakukan dalam komunikasi non-verbal, contohnya adalah menjabat tangan mengucapkan selamat, mencium tanda sayang dan mencibir.
E. Smell Message
Bentuk pesan yang kelima adalah smell message. Smell message adalah pesan yang diterima melalui penciuman atau hidung. Bentuk pesan smell message biasanya hanya dilakukan dalam komunikasi non-verbal contohnya adalah bau minyak wangi yang disemprotkan penjual kepada pembeli.
Beberapa contoh komunikasi non-verbal (bahasa tubuh) misalnya menunjukkan sedang berpikir, menunjukkan rasa senang, simpati, setuju atau penghormatan, menunjukkan sikap tidak senang atau antipati terhadap orang lain, menunjukkan sikap menolak atau keheranan, dan menunjukkan sikap setuju atau menerima tawaran pihak lain.
Selain komunikasi verbal (menggunakan kata-kata atau suara), banyak pula interaksi dalam masyarakat diwujudkan dalam bentuk komunikasi non-verbal. Komunikasi non-verbal adalah penyampaian arti atau pesan yang tidak meliputi ketidakhadiran simbol-simbol suara (silent language). Pengertian komunikasi non-verbal yang lain adalah merupakan suatu bentuk komunikasi yang bermakna dengan tidak menggunakan bahasa lisan atau tulisan,
Manfaatkan Komunikasi Non-Verbal dalam Berbicara
Komunikasi non-verbal digunakan seiring dengan komunikasi verbal atau bahkan dapat digunakan secara mandiri, seperti pada isyarat kepada lawan bicara dan lain-lain. Pada kenyataanya, komunikasi non-verbal sangat penting karena dapat menyempurnakan proses berbicara agar saling memahami.
Selain itu, mengapa komunikasi non-verbal dikatakan sangat penting, hal itu itu dijelaskan dengan alasan-alasan sebagai berikut.
A. Kebiasaan
Bahwa komunikasi non-verbal lebih banyak digunakan daripada komunikasi verbal. Misalnya, pada saat seseorang berbicara, secara tidak langsung dia akan menggunakan tanda-tanda non-verbal, seperti menggelengkan kepala, mengangguk, berkedip-kedip, berkipas-kipas dan sebagainya.
B. Terpercaya
Bahwa komunikasi non-verbal lebih dapat dipercaya daripada komunikasi verbal. Misalnya, tatapan mata seseorang tidak akan dapat menutupi kebohongan seseorang. Akan tetapi, seseorang dapat berbohong melalui ucapan dan perkataannya.
C. Validitas
Apabila ada bertentangan antara bahasa lisan dan bahasa tubuh, maka yang harus dipercaya adalah bahasa tubuh. Misalnya, memuji sambil mencibir, arti yang sesungguhnya adalah menghina.
D. Efektif
Komunikasi non-verbal lebih efektif untuk isyarat emosi dan perasaan. Misalnya, muka cemberut menunjukkan orang sedang sedih.
Komunikasi non-verbal adalah inti dari bagaimana kita menggunakan bahasa tubuh. Mengetahui dengan mendalam apa itu komunikasi non-verbal akan dapat meningkatkan kemampuan kita dalam berbahasa tubuh.
Di sisi lain, bahasa tubuh sangat penting dipelajari dan dikuasai agar dalam komunikasi dan interaksi dengan orang lain dapat berlangsung dengan sempurna dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Mengapa Orang Berbahasa Tubuh
Dalam menjalin sebuah hubungan yang erat, saling memahami satu sama yang lain memang tidak mudah. Ada banyak aspek pendukung yang menjadi kunci keberhasilan seseorang dalam menjalin sebuah hubungan. Salah satunya yaknik komunikasi yang baik.
Seperti kita ketahui, sifat dan karakter seseorang pasti beda satu dengan yang lain. Bahkan, terkadang kita salah memahaminya. Terkadang, kita terkejut dengan perilaku seseorang yang selama ini dipersepsikan baik ternyata mempunyai tabiat yang tidak mengenakkan tanpa diketahui siapapun. Begitu juga sebaliknya, orang yang tidak pernah kita sangka baik, malah mempunyai jiwa kebaikan di dalam dirinya tanpa kita ketahui.
Kemampuan kita untuk menggunakan bahasa tubuh atau body language dengan cara yang konstruktif dan mengetahui apa yang dipikirkan orang dengan mengamati dan menyadari bahasa tubuh mereka. Memiliki pengetahuan tentang bagaimana memahami dan menafsirkan bahasa tubuh dapat menjadi faktor yang menarik dalam peningkatan kepribadian secara menyeluruh.
Pikirkan bagaimana Anda bisa mendapatkan keuntungan dari ini di tempat Anda mengajar atau dalam hubungan pribadi dan profesional dengan bersikap akrab dengan teknik komunikasi yang luar biasa tapi berpengaruh. Ini adalah "modus senyap" untuk dapat memenangkan argumen dan tahu kapan untuk mundur, bagaimana berkeliling dan menggunakan bahasa tubuh orang lain untuk keuntungan kita.
Belajar bagaimana menafsirkan dan menggunakan bahasa tubuh-dianggap sebagai salah satu kegunaan atau keuntungan terbesar di dunia kalau dimanfaatkan secara maksimal, tetapi bahasa juga sangat misterius- bisa menjadi aset besar baik secara pribadi maupun profesional. Berikut ini alasan untuk memahami bahasa tubuh.
A. Memiliki Daya Tarik
Jika kita memiliki pemahaman dasar tentang arti dari bahasa tubuh atau body language ini, hal ini dapat menyebabkan diri kita memiliki daya tarik lebih kepada orang lain termasuk lawan jenis. Mengapa? Hanya karena Anda akan tahu bagaimana membawa diri dengan benar sementara pada saat yang sama menjaga bahasa tubuh menahan diri dan berkonsentrasi, membuat Anda tampil percaya diri sangat menarik. Hal ini bekerja tidak hanya dengan cara yang sensual, tetapi juga ketika berbicara dengan kenalan baru, saat mengajar di kelas atau bahkan dalam pertemuan bisnis.
B. Komunikasi Lebih Efektif
Kemampuan bahasa tubuh bisa menjadi pengetahuan tentang cara membaca dan memahami bahasa tubuh sehingga dapat membuat gaya komunikasi dari seorang komunikator menjadi lebih efektif karena dengan ini dapat juga menggunakan kata-kata serta tindakan untuk ini akan berdampak pada kemampuan berkomunikasi yang lebih terfokus tanpa ofensif dengan nilai yang lebih tinggi bahkan lebih tajam.
C. Dapat Memahami Bahasa Tubuh Orang Lain
Emosi adalah salah satu "banes" yang dimiliki oleh banyak orang, tidak dapat menyembunyikan perasaan tetapi ada kalanya kita harus menunjukkan emosi karena keadaan. Mengetahui hal ini, kita dapat memaksa diri untuk tersenyum, yang pada gilirannya pasti akan membuat diri kita merasa lebih baik bahkan saat kita sedang sedih. depresi atau kelelahan.
Setiap orang berbahasa tubuh untuk meningkatkan efektifitas dalam berbicara. Komunikasi yang dilakukan dengan verbal atau berbicara kadang tidak sanggup menyelesaikan penyampaian pesan dengan sempurna. Mimik wajah dan gerak tubuh penting dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dalam berbicara. Oleh sebab itu, dalam tulisan diperlukan tanda baca yang fungsinya hampir sama dengan bahasa tubuh.
Manfaat Dahsyat Kemampuan Bahasa Tubuh
Sering kita menggunakan bahasa tubuh dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seorang teman yang kita ajak berbicara, ia acuh tak acuh dalam menanggapi pembicaraan kita, atau tanda kemarahan seseorang dari raut wajahnya. Dari situlah kita mencoba membuat pertanyaan, mengapa is bersikap seperti itu? Seharusnya aku bersikap seperti ini ke dia. Namun, yang menjadi kendala adalah kita kurang mengetahui tentang bahasa tubuh itu sendiri. Dan hasilnya kita hanya terjebak pada masalah yang itu-itu saja.
Mari kita mengulik kajian para peneliti yang sangat berkompeten di dunia bahasa tubuh. Albert Mehrabian seorang profesor psikologi dari UCLA Amerika Serikat pernah melakukan sebuah penelitian yang berkaitan dengan bahasa tubuh. Ia meneliti beberapa responden dengan mengukur seberapa besar konsistensi berdasarkan komunikasi verbal dan non-verbal. Profesor tersebut menemukan hal-hal menarik, yaitu sebuah simpulan bahwa seseorang dapat dipercaya tergantung pada konsistensinya dalam tiga faktor komunikasi yaitu, verbal atau perkataan, vokal atau nada suara dan visual atau bahasa tubuh. Ternyata kadar dari masing-masing faktor dalam mempengaruhi personalitas individu sangatlah berbeda-beda.
Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa perkataan atau isi dari apa yang kita ucapkan hanya memegang kendali 7% dari bagian yang diperhatikan lawan bicara. Uniknya, bahasa tubuh sebagai ilmu yang kurang diperhatikan di tanah air yang merebut posisi 55% dari jumlah seluruhnya. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa tubuh menjadi bagian yang lebih diperhatikan dalam mencapai hasil yang optimal dan efektif dalam berkomunikasi. Misalnya, kita dapat lihat saat seseorang berbohong, bahasa tubuh yang terjadi adalah timbulnya suatu ketidakselarasan antara perkataan dengan apa yang dipikirkan. Sebenarnya banyak manfaat yang diperoleh dari mempelajari bahasa tubuh. Manfaat yang dimaksud adalah sebagai berikut.
A. Menyelamatkan Hubungan
Memahami seseorang, bukan hanya karena kita telah mengenalnya dalam waktu lama. Mengenal seseorang juga bukan berarti kita mengetahui semua yang sedang ia pikirkan. Kadang persahabatan, percintaan, atau pun pernikahan dapat kandas hanya karena adanya kesalahpahaman. Sebelum itu terjadi, alangkah baiknya kalau kita mempelajari komunikasi non-verbal, yaitu sesuatu yang tidak diucapkan oleh lawan bicara. Dengan memahami bahasa tubuh, bukan hanya hubungan yang sudah terjalin dapat terselamatkan, akan tetapi hanya dengan hitungan beberapa detik, hubungan itu bisa menjadi hubungan sehidup semati.
B. Menyelamatkan Diri Dari Bahaya
Seseorang yang dapat memahami bahasa tubuh dengan baik, maka seseorang tersebut akan dengan mudah menyelamatkan dirinya dari bahaya yang mengancam. Salah satunya tindakan penipuan yang belakangan ini sedang marak terjadi. Kalau Anda menyangka seseorang yang sudah lama Anda kenal ataupun yang baru saja Anda kenal adalah orang baik-baik, maka berhati-hatilah.
Sering kali kita terperdaya oleh orang "baik" yang bermaksud menipu atau memanfaatkan diri kita. Jika saja kita tidak mengenali tanda-tanda penipuan dari bahasa tubuhnya, tentu saja kita akan menjadi sasaran yang empuk. Sebaliknya, apabila kita dapat meresapi bahasa tubuh yang ia lakukan, apakah ia berbohong atau tidak, maka diri kita dapat terselamatkan.
C. Mendatangkan Rezeki dan Kebahagiaan
Ada sebuah kisah menarik yang terjadi di suatu bandara. Di sebuah ruang tunggu, seorang wanita tengah duduk sambil sesekali menoleh ke seorang pria yang sedang berdiri tidak jauh darinya. Sambil memainkan kunci sebelah tangan kanannya. Wanita itu sesekali menggerakkan kakinya ke depan dan ke belakang dengan gelisah. Sementara tangan kirinya sesekali merapikan rambutnya yang sebenarnya sudah rapi.
Bagi seseorang yang tidak memahami bahasa tubuh dengan baik, sikap wanita ini tidak akan berarti apa-apa. Kesan yang diterima hanya sebuah gerakan yang wajar dari seseorang karena bosan menunggu. Tetapi lain halnya dengan pria yang berdiri tadi. Ia memahami dengan baik tingkah laku si wanita tersebut. Dengan tidak membuang waktu lagi, si pria menghampiri wanita itu, Lalu terjadilah komunikasi dua arah, apa yang terjadi kemudian?
Wanita itu memang membutuhkan seorang teman yang dapat diajak mengobrol dan memahami perjalanannya. Dapat dikatakan, kita mendapatkan teman baru yang mungkin suatu saat akan berguna. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa menyambung tali silahturahmi dapat memperluas rezeki kita? Jadi, banyak manfaat yang bisa didapat dari mempelajari bahasa tubuh.
Mengetahui cara untuk meningkatkan bahasa tubuh diri sendiri akan membuat orang memiliki citra mental yang lebih baik. Citra mental positif akan membuat pengaruh yang baik pada orang yang berinteraksi dengan kita. Manfaat pribadi ini cukup menjadi alasan mengapa kita harus memahami bahasa tubuh kita sendiri dan bahasa tubuh orang lain.
Berbahasa Tubuh Itu Mudah
Saat terlahir di dunia, anak manusia yang terlahir normal, sudah langsung bisa melakukan komunikasi, yaitu berupa tangisan atau rengekan. Semua dokter sepakat bahwa tangisan bayi yang baru lahir itu menyampaikan pesan bahwa si bayi terlahir dalam keadaan sehat dan normal. Selain itu, pesan yang disampaikan bayi saat menangis ada beberapa arti, misalnya lapar, mengompol, minta digendong, dan lain sebagainya. Pesan-pesan seperti ini dalam ilmu komunikasi termasuk dalam kajian body language.
Mendapati penjelasan seperti paragraf pertama tersebut, kita dapat mengatakan bahwa sesungguhnya manusia telah dibekali kemampuan body language bahkan sejak dilahirkan. Perilaku atau gerak tubuh dalam body language adalah reaksi dari pikiran. Body language dengan demikian dikatakan sebagai respons atas apa yang ada di dalam pikiran kita.
Orang yang lelah dan mengantuk dimanifestasikan dalam body language dengan kondisi lunglai dan gerakan menguap. Orang yang senang karena melihat seseorang yang ditunggu kehadirannya dimanifestasikan dalam body language dengan senyuman yang rekah. Kasus-kasus seperti itu, tanpa dipelajari dan dilatih pun semua orang bisa melakukannya. Semua orang dikatakan memiliki kemampuan bahasa tubuh atau body language.
Akan tetapi, mengapa buku ini hadir jika semua orang sudah memiliki body language dan bisa melakukannya tanpa dipelajari atau dilatih? Nah, pada bagian ini kita akan membahasnya agar kita mengetahui apa urgensi dari mempelajari body language.
A. Kontrol Diri
Body language memang sudah dimiliki setiap orang tanpa dipelajari dan dilatih. Meskipun demikian, dalam ilmu komunikasi body language tetap harus dipelajari dan dilatih. Mengapa? Sebab, body language itu sesungguhnya terjadi secara spontan semata.
Seseorang bisa saja tidak menyadari mengapa dia menguap tanpa menutup tangan ketika berada dalam rapat yang dihadiri pimpinannya. Tentu saja, ketika pimpinan melihat ia menguap tanpa menutup tangan kesan mengabaikan rapat itu akan muncul. Meskipun, ketika menguap dengan menutup tangan juga bisa diartikan sama, namun tanpa menutup tangan ketika menguap adlah perilaku yang parah karena tidak tepat waktu dan kondisinya.
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mempelajari body language agar bisa mengontrol setiap pikiran atau respons pikiran kita. Jika kita terlatih menggunakan bahasa tubuh atua body language maka kita akan bisa mengontrol tubuh kita untuk tidak melakukan hal-hal yang konyol.
B. Sopan-Santun
Dalam berinteraksi dengan orang lain, kita terikat dengan norma-norma yang berlaku. Di kebudayaan Jawa, kita tidak diperbolehkan duduk lebih tinggi dari orang tua. dalam body language orang Jawa kita juga melihat kebudayaan Jawa menganjurkan orang yang berbicara agar menggunakan nada yang pelan dan tempo yang tidak cepat. Dalam kebudayaan Jawa, nada dan tempo ini mengisyaratkan penghormatan kepada lawan bicara.
Setelah kita tahu bahwa mempelajari dan melatih body language berguna untuk mengontrol diri, pada bagian ini kita diberi tahu bahwa body language dapat digunakan untuk berperilaku sopan dan santun pada saat berinteraksi dengan orang lain. Sopan santun bukan hanya ada dalam kebudayaan Jawa, sebab budaya table manner juga ada di kebudayaan Barat. Jadi, sopan santun itu sesungguhnya ada pada setiap kebudayaan sekelompok manusia. Walaupun mungkinberbeda-beda, tapi dasarnya sama, yaitu mengatur body language manusia.
C. Menaklukkan Lawan Bicara
Bagian ini yang akan dipelajari secara luas dalam buku ini, yaitu body language dapat digunakan untuk menaklukkan orang lain. Sebagaimana dijelaskan dalam pengantar buku ini, ketika kita mengikuti penerbangan dan dilayani oleh pramugari, sesungguhnya perasaan nyaman atas pelayanan pramugari tersebut adalah sebuah bentuk takluk kita kepadanya (dalam arti yang sangat positif).
Menaklukkan lawan bicara atau orang lain memang tidak semata-mata untuk kebutuhan menipu atau menjahati orang lain. Penting dipahami bahwa menaklukkan orang lain dalam seni komunikasi non-verbal body language ini dipelajari dan dilatih untuk keperluan-keperluan yang positif, yakni untuk mendapatkan keuntungan bersama.
Misalnya, seorang yang ingin mendamaikan dua orang yang sedang berkonflik harus menguasai body language-ya sendiri dan mampu membaca body language dua orang yang berkonflik. Manfaat pertama, ketika kita bisa beperforma sebagai pendamai dengan body language yang anggun, tangguh dan berwibawa, maka kedua orang yang berkinflik akan merasa segan dengan diri kita. Manfaat kedua, ketika kita bisa membaca body language, kedua orang itu yang berkonflik, kita bisa melihat peluang atau cara yang lebih efektif untuk mendamaikan mereka berdua.
Itu hanya salah satu contoh. Masih banyak contoh lain, misalnya body language yang dilakukan oleh seller kepada buyer, body language yang dilakukan oleh seorang pria kepada gadis pujaan hatinya atau sebaliknya, body language yang dilakukan guru terhadap siswa-siswanya, dan lain sebagainya. Dari semua itu, bisa disimpulkan bahwa body language sangat bermanfaat untuk kebaikan bersama.
Dari penjelasan-penjelasan mengenai apa manfaat yang akan kita dapat ketika mempelajari dan melatih body language sebagaimana dijelaskan di atas maka kita dapat mengetahui betapa pentingnya mempelajari dan melatih body language kita. Orang-orang sukses adalah orang-orang yang bisa dan mampu memanfaatkan body language yang dimilikinya dengan baik. Kita bisa melihat Steve Jobs dalam setiap video presentasi produk Apple-nya. Bukan hanya kata-katanya yang mampu menghipnotis penonton, tetapi juga kemampuannya menggunakan body language atau bahasa tubuhnya.
Berbahasa Tubuh Sesuai Waktu dan Tempat
Komunikasi memiliki beberapa pengertian, antara lain merupakan suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam (Rogers & D.Lawrence Kincaid. 1981). Selain itu, ahli lainnya mengungkapkan komunikasi sebagai bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi. (Shannon & Weaver, 1949)
Seperti yang telah diketahui, komunikasi terdiri dari dua jenis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal merupakan proses komunikasi melalui bahasa dan kata-kata yang diucapkan. Sedangkan komunikasi non-verbal ialah penyampaian arti (pesan) tanpa kata-kata yang tercermin pada bahasa tubuh atau intonasi verbal. Penelitian menunjukkan bahwa 80% komunikasi yang dilakukan manusia disampaikan secara non-verbal.
Umumnya, bila seseorang menangkap pesan yang tidak sesuai antara pesan verbal dan non-verbal, orang tersebut cenderung mempercayai pesan non-verbalnya. Salah satu alasannya adalah bahwa isyarat non-verbal memberi informasi mengenai tujuan dan respon emosional. Dengan demikian dapat dilihat bahwa isyarat pesan non-verbal lebih berpengaruh dalam sebuah proses komunikasi daripada isyarat verbalnya. Hal ini dikarenakan isyarat non-verbal lebih mewakili aspek psikologis atau emosional, baik yang disadari atau yang tidak disadari.
Bahasa tubuh merupakan salah satu jenis komunikasi non-verbal. Bahasa tubuh dapat berlawanan dengan apa yang diucapkan. Misalnya ketika harus bersikap sopan dengan seseorang yang tidak disukai, mungkin secara verbal seseorang dapat menggunakan kata-kata yang benar, namun tubuh memberontak dengan berbagai cara. Misalnya menjabat tangan sebentar saja, atau mencoba menghindar dari tatapan matanya. Dalam hal ini bahasa tubuh berlawanan dengan bahasa ucapan sehingga terbentuk dua tanda yang berbeda.
A. Menambah Kejelasan Komunikasi
Berbicara saja tidak cukup, tetapi melengkapi dengan gerakan tangan, ekspresi senang, dan gerakan lain akan lebih memberikan tekanan dan warna tersendiri terhadap pesan yang disampaikan. Ketika pemimpin menggelorakan semangat untuk sukses dengan rangkaian kata yang jelas, tapi tidak didukung oleh ekspresi wajah sikap dan gerakan tubuh akan terasa hambar. Dengan demikian gerakan tubuh akan menjelaskan lebih dalam maksud yang dibicarakan atau yang ungkapkan melalui teks tertentu. Gerakan tubuh dapat memberi penjelasan yang lebih dalam dan kuat maknanya dari kata-kata.
Bahasa tubuh dapat berfungsi sebagai simbol pembatas antara ungkapan kata-kata, sikap dengan tindakan lainnya. Bahasa tubuh akan memberikan aturan dan perjanjian lisan tanpa kata-kata. Jika Anda bertemu sahabat lama yang telah sekian lama tidak bertemu, mungkin saja dia menarik kening ke atas terhadap senyum yang Anda berikan, tentu dia mengingat Anda. Kalau Anda berjalan lebih pelan dan melihatnya, dia akan tahu bahwa Anda mau berhenti untuk bercakap-cakap. Pada saat tertentu Anda melihat orang lain sedang bersedih tetapi saat orang itu melihat Anda langsung dia senyum.
Hal ini mengisyaratkan bahwa orang itu tidak mau bicara tentang kesedihannya. Dalam pertemuan, Anda mendengarkan paparan orang lain, kemudian Anda mengerutkan dahi menandakan pertanyaan, atau merasa tidak cocok dengan gagasannya. Memajukan tubuh ke depan berarti ingin berbicara atau mendengar dengan penuh perhatian.
Bahasa tubuh akan menjadi peraturan tidak tertulis yang mengorganisir pola hubungan Anda dengan orang lain sehingga menjadi jelas. Meskipun hal ini sangat dipengaruhi nilai-nilai, norma, kebiasaan dan budaya yang berbeda.
B. Reaksi
Pengaruh timbal balik diantara pihak yang berkomunikasi dapat diungkapkan melalui bahasa tubuh yang muncul secara sadar atau tidak sadar. Setiap bahasa tubuh yang diungkapkan akan menimbulkan reaksi atau umpan balik dari orang lain baik langsung maupun tidak langsung.
Misalnya seseorang melihat Anda dengan penuh perhatian ketika mempresentasikan gagasan baru, tentu orang itu memiliki berbagai tanggapan atau pertimbangan tentang tawaran yang Anda sampaikan. Bisa menolak, menerima atau memberikan saran dengan cara tersenyum, menarik badan sedikit ke depan, berpangku tangan atau memegang dagu.
Semua tindakan dan sikap tubuh seperti itu memiliki makna khusus. Anda berusaha keras menjelaskan hal tertentu kepada orang lain kemudian mereka melihat keluar jendela, pengaruh arus-balik jelas bahwa ide Anda tidak menarik atau orang lain tidak cocok dengan ide Anda. Sulit kalau Anda melihat reaksi ini dan tidak tau makna bahasa tubuh. Bisa saja ide Anda memunculkan pertanyaan atau membuat orang berpikir.
Kalau Anda lebih jelas mengenali arti reaksi itu, itu lebih baik. Perlu diingat bahwa reaksi dari bahasa tubuh tidak selalu bermakna tunggal - tidak menunjukkan arti yang sebenarnya bahkan dapat menyimpulkan banyak hal. Anda harus berhati-hati dalam menafsirkannya.
C. Membuka Ruang Komunikasi Pribadi
Setiap orang akan memberikan ruang tertentu terhadap orang lain seolah merasa satu pribadi. Bahasa tubuh memberi ide atau gagasan tentang sikap, emosi, perasaan, harapan dan bagaimana cara mengungkapkannya dalam sebuah situasi. Kemampuan lima indra yang dimiliki dapat mengenali lebih dekat dengan cara melihat detail wajah, mencium harum badan, mendengar suara, merasakan panas badan dan menyentuh kulit. Kedekatan semakin kuat jika memberitahukan perasaan Anda terhadap orang lain melalui indera tertentu. Situasi sangat penting untuk mengartikulasikan setiap perilaku dan maksud berkomunikasi.
Di tempat ramai dengan hingar bingar musik akan sulit untuk menjelaskan maksud dan tujuan Anda. Umumnya akan lebih dekat untuk berbicara pada situasi yang sunyi dan nyaman. Keberadaan orang lain di sekitar Anda kerapkali mengganggu tujuan komunikasi. Hal ini dikarenakan beberapa alasan menyangkut budaya, nilai-nilai dan kebiasaan. Semua orang perlu tempat, posisi dan gerak tubuh, jarak dan kedekatan. Memberi pesan secara jelas melalui perhatian, keterlibatan dan intimitas. Perhatian dan kekuatan komunikasi akan tergantung pada tempat yang diberikan oleh orang lain.
Bahasa tubuh merupakan jenis komunikasi yang tidak diungkapkan secara langsung melainkan penggunaan isyarat dan simbol tertentu yang digunakan dalam komunikasi tatap muka dengan orang lain. Bahasa tubuh dianggap lebih hebat daripada kata atau kalimat yang diungkapkan.
Bahasa tubuh mampu mengungkapkan banyak hal tentang diri kita dibanding kata-kata yang diucapkan. Setiap orang dapat belajar bicara fasih dengan bahasa tubuh agar tidak menyampaikan pesan yang keliru.
Comments
Post a Comment